
Rasa penasaran yang menggelora dihati Hanum membuat kegiatan mandinya berlalu dengan cepat. Setelah ia selesai menggunakan piyama tidurnya dengan segera ia kembali ke ruang tidur untuk menuntaskan segala tanya didalam hatinya pada sang suami.
Namun saat ia sampai ditempat tidur, ia tidak menemukan David disana. Matanya mengedar kesetiap sudut ruangan, tetap saja ia tidak menemukan suaminya itu.
"Kemana daddy?" gumam Hanum.
Saat ia akan melangkah keluar, secara kebetulan pintu kamar tersebut terbuka. Muncullah sosok tampan yang ia cari dengan membawa segelas susu hangat ditangannya dengan beralas nampan kecil.
"Sudah selesai mandi baby?" tanya David dengan senyum manisnya kemudian meletakkan segelas susu ditangannya keatas nakas.
"Sudah dad" jawab Hanum.
"Kenapa sebentar sekali? Jangan jangan kamu gak pakai sabun? Soalnya baunya masih kecium" goda David seraya mendekat kearah sang istri dan mencoba mengendus tubuh Hanum.
"Daddy ngapain sih? Aku udah harum loh ini!!" ucap Hanum tak terima dengan candaan sang suami.
David hanya tergelak melihat wajah cemberut Hanum.
"Jangan cemberut begitu, jelek tau!" ucapan David seraya mencolek pipi gembul Hanum.
"Lagian daddy sih"
"Ini saya buatkan susu hangat spesial untuk istri dan anak tercinta saya" ucap David.
"Makasih daddy sayang" ujar Hanum kemudian menenggak segelas susu hangat itu hingga tandas.
"Pinter..." ucap David seraya mengelus pucuk kepala Hanum.
"Sekarang ayo kita istirahat" ajak David, ia lebih dulu mengambil posisi tidurnya.
"Tunggu..!!" ujar Hanum.
David hanya mengerutkan dahinya.
"Daddy masih hutang penjelasan sama aku loh.!"
"Penjelasan apa lagi sayang?" David menarik pelan tangan Hanum agar berbaring disebelahnya.
"Tentang pernikahan kita, gimana reaksi ayah?" tanya Hanum.
"Ayah kamu bilang ia sangat bersyukur dan bangga anaknya memiliki suami yang sangat tampan seperti saya ini" ujar David narsis.
Membuat Hanum mendelikkan kedua bola matanya, untung aja yang diucapkan suaminya itu kenyataan. Jika saja suaminya itu jelek dan mengaku ngaku tampan, sudah ia timpuk pakai bantal dari tadi.
"Untuk sayang ya Allah" bisik Hanum seraya mengelus dadanya, membuat sang lawan bicara tertawa dengan puas.
"Daddy aku serius..!" ucap Hanum pelan dengan wajah yang mulai memelas, akhirnya David mengakhiri tawanya. Ia khawatir jika terus berlanjut mengerjai sang istri maka istri kecilnya itu akan benar benar marah padanya.
"Ayah tidak terlalu banyak berbicara saat itu, karena sebelum ayah bertanya saya sudah menjelaskan secara mendalam niat dan maksud hati saya kenapa saya yakin menikahi kamu karena saya sangat tulus mencintai kamu" ucap David, sorot matanya memancarkan ketulusan yang dapat Hanum rasakan.
"Dan didepan ayah kamu juga, saya telah berjanji akan terus menjaga dan membahagiakan kamu semampu saya, hingga saya tak dapat lagi bernafas" sambung David.
__ADS_1
Hanum tak bisa berkata kata lagi, ia langsung berhambur kedalam pelukan suaminya.
"Sudah kan? Sekarang saatnya kita tidur. Besok kita kasih kejutan buat mommy" ujar David, dan di angguki oleh Hanum.
******
Keesokan harinya..
"Dad tumben nyonya mami lama keluar dari kamarnya?" ucap Hanum, ia sudah tidak sabar memberikan berita bahagia pada sang mertua.
David tak membalas dengan ucapan, ia hanya tersenyum pada Hanum.
"Ehhh, kalian sudah lama ya nungguin mommy. Maaf ya hari ini mommy kesiangan" ucap Sandra dengan wajah yang berbinar. Beda sekali dengan hari hari yang lalu, biasanya Sandra selalu memasnag wajah angkuh dan judes.
"Gak apa apa mom, ayo makan" ajak David.
"Hanum kamu makan yang banyak" ucapan Sandra pada Hanum, senyuman manis tak luntur dari bibir Sandra.
"Iya nyonya mami, nyonya mami juga ya" ujar Hanum dengan senyum hangatnya. Meski pun didalam hatinya penuh tanya, ada apa sebenarnya dengan mertuanya.
"Hushh, panggil mommy saja.! Jangan pake nyonya lagi, kamu ini sudah lama juga jadi menantu saya masa masih sungkan aja" ucap Sandra, membuat Hanum semakin tak mengerti dengan perubahan mertuanya ini.
Hanum menjatuhkan pandangannya pada sang suami, David hanya tersenyum seraya menganggukan kepalanya perlahan.
"Iyaa mommy" jawab Hanum pelan.
"Nah.. Gitu dong.!" ucap Sandra, kemudian melanjutkan kembali kegiatan sarapannya.
.
.
"Mom, ada yang ingin Hanum bicarakan pada mommy" ucap David.
"Wahh sepertinya penting sekali, jarang jarang loh Hanum ingin berbicara serius sama mommy" ucapan Sandra dengan wajah yang sumringah.
"Babby, ayo ngomong ke mommy" ucap David pada sang istri.
Hanum tak bergeming, ia hanya menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat muda pada sang mertua.
"Apa ini??" tanya Sandra.
"Buka saja mom" ucap Hanum, ia bimbang akankah mertuanya bahagia mendengar kabar itu, atau sebaliknya.
"Dengan senang hati" ucap Sandra.
Dengan tak sabar Sandra membuka amplop berwarna coklat muda itu. Dan matanya semakin berbinar melihat isi didalamnya.
"Woww!! Seperti yang mommy kira, kenapa kalian menyembunyikan ini dari mommy???" ucap Sandra.
"Kita tidak bermaksud menyembunyikan ini mom, Dave aja baru mengetahui ini kemarin. Itu pun setelah mommy paksa agar Hanum mau di tespek" ucap David.
__ADS_1
"Sebenarnya mommy sudah tau" ucapan Sandra santai.
Hanum memandang David tak mengerti.
"Dari mana mommy tau?" tanya Hanum.
"Pertama dari fisik kamu, mommy hafal banget gimana body perempuan yang tengah berbadan dua, dan setelah mommy tanya soal datang bulan mu ke Dave mommy semakin yakin lagi. Dan tingkah aneh kalian kemarin, ditambah semalam mommy melihat Dave membuat susu kehamilan" ucap Sandra santai.
"Yahh gagal deh bikin kejutan buat mommy, karena mommy udah tau duluan" ucap Hanum murung.
"Ya gak apa apa, mommy sangat bahagia kok. Karena sebentar lagi mommy akan punya cucu dari anak ganteng mommy satu satunya ini" ucap Sandra seraya menjewel pipi David gemas.
"Ishh mommy Dave bukan anak kecil lagi" tepis David tak suka.
"Seandainya saja papamu dulu tidak bertingkah, mommy pastikan anak mommy pasti banyak bukan cuma kamu doang" ucap Sandra.
"Ya mommy dulu kenapa gak menikah lagi, biar punya anak banyak" jawab David.
"Males..! Ngeri dapet yang bertingkah lagi kaya papamu.! Yasudah mommy mau kerumah teman mommy dulu, mommy mau pamer kebahagiaan pada mereka. Hanum kamu jangan banyak gerak ya dirumah, istirahat yang banyak jangan lupa minum vitamin. Mommy berangkat dulu bayyy" ucap Sandra rempong, kemudian pergi meninggalkan ruang makan.
"Dadd..." ucapan Hanum.
"Kenapa sayang?"
Kini mereka tengah melangkah menuju pelataran rumah, seperti biasa Hanum menganter David sampai ia masuk kedalam mobil.
"Kata mommy, kamu anak satu satunya. Lalu suaminya kak Tiara?" tanya Hanum ragu.
"Devan maksud kamu?"
Hanum menganggukkan kepalanya.
"Dia memang adik saya, hanya saja beda ibu. Itu yang dimaksud mommy kalau papa saya bertingkah dulunya" kekeh David.
"Owhh" ucap Hanum.
"Jangan fikirkan hal yang gak penting, saya berangkat dulu ya, kamu baik baik dirumah. Jangan terlalu banyak bergerak" ucap David mengecup kening Hanum
"Siapp daddy"
Setelah itu David pun berangkat ke kantornya dan Hanum kembali masuk kedalam rumah.
Bersambung....
...Hai, zheyenk zheyenk nya akuh..!! Maaf yaa author menghilangnya terlalu lama. Alhamdulillah author sehat, cuma mood menulisnya sedang down aja. Makasih buat kalian yang masih setia menunggu......
...Jangan Lupa...
...LIKE...
...KOMEN...
__ADS_1
...VOTE...
...TERIMAKASIH :)...