
"Om bawa motornya kebutan dikit napa??" ucap Hanum karena David mengemudikan sepeda motor miliknya dengan begitu pelan.
"Saya tidak suka kebut kebutan" ucap David santai
Sedangkan Hanum hanya bisa mendengus kesal.
"Oiya kalau boleh tau nama kamu siapa?" tanya David.
"Namaku Hanum om"
"Kamu kerja di restoran tadi ya"
"Iyaa, tadi tuh aku hampir saja telat makanya gak sengaja nabrak om" ucap Hanum.
"Lalu kenapa kamu malah marah marahin saya???" tanya David heran
"Gapapa sih om lagi pengen aja marah marah" jawab Hanum sekenanya.
"Ck dasar bocah" ucap David dalam hati, namun bibirnya tersenyum tanpa terlihat oleh Hanum.
"Kalo nama om siapa?" ucap Hanum
"Nama saya David, bisa gak jangan panggil saya om? Saya ini bukan om kamu, lagian apa tampang saya seperti om om?" ucap David.
"Gk bisa!!, terserah aku dong mau manggil om apa" ujar Hanum.
Tak terasa mereka kini telah sampai didepan gerbang kediaman Mahendra.
"Pak Sanusi tolong bukain gerbang" ucap David pada salah satu satpam dirumahnya.
"Aden ko bisa pulang naik motor gini?" tanya pak Sanusi setelah selesai membuka gerbang, pandangannya pun tertuju pada gadis muda yang dibonceng bosnya itu.
"Mobil saya mogok dijalan" jawab David kemudian melanjutkan kemudinya hingga depan pintu rumah.
Hanum terperangah melihat kemewahan rumah David.
__ADS_1
"Om kamu gak salah rumah nih?" Tanya Hanum.
"Engga ko, emm sebagai ucapan terimakasih saya gimana kalau kamu makan dulu, ayok" ajak David.
"Ehh tidak usah om, lebih baik aku pulang saja" ucap Hanum membalikan badannya berniat untuk pergi.
Namun dengan sigap David menahan lengannya, seketika tatapan mereka pun beradu untuk beberapa detik.
David mengangkat sebelah alisnya seraya tersenyum pada gadis dihadapannya itu, tanpa melepas tautan pada lengannya.
"Om lepasin tangan aku" ucap Hanum setengah berbisik.
Dengan salah tingkah David pun melepaskan pegangannya.
Setelah sedikit berdebat, akhirnya Hanum menyetujui untuk makan malam dulu dirumah David, pria yang baru saja ia kenal.
Pandangan Hanum mengitari setiap sudut ruangan, namun tak terlihat satu orang pun disini.
"Om, apa kamu tinggal sendirian disini???" tanya Hanum
Kedua mata Hanum melebar sempurna
"Oh tidak!! Enak aja paling ntar dijadikan pembantu. Iyakan???" ucapnya sedikit menekuk wajahnya.
"Ko tau??? Hahahaha" ucap David dengan tawa renyahnya
Namun tiba tiba tawanya terhenti, takkala ia sadar ternyata sekarang ia sudah bisa tertawa lepas lagi setelah batalnya pernikahan ia dulu.
"Puas om ketawain aku?" ucap Hanum masih merengut., David hanya tersenyum.
Rumah memang nampak sepi, jam segini nenek Mawar biasanya sudah istirahat di kamarnya. Sedangkan bu Sandra ia sedang jalan jalan ke Luar negeri bareng teman teman sosialitanya.
***
Berbicara tentang Hanum.
__ADS_1
Nama lengkapnya Silvia Hanum, namun nama panggilannya diambil dari nama belakang nya, yaitu "Hanum". Nama yang cantik yang diberikan oleh ibunya yang kini entah dimana keberadaan nya.
Ia gadis sebatang kara yang tinggal di kota ini. Sebenarnya Hanum masih memiliki ayah dikampung, namun karena ayahnya selalu memihak pada ibu tirinya yang jahat, Hanum memutuskan untuk hidup mandiri dikota setelah lulus SMA.
Sehari harinya ia kerja di restoran, tempat dimana ia dan David pertama kalinya bertemu.
Meskipun gajinya tak seberapa tapi cukup kalau hanya untuk menghidupi dirinya sendiri, meskipun terkadang suka nunggak bayar kosan.
"Han inikan sudah malam gimana kalau saya anterin kamu pulang" ucap David.
Mereka telah menyelesaikan makan malamnya. Kini Hanum tengah bersiap untuk pulang.
"Tidak usah om, lagian kosan saya gak jauh dari sini ko" ucap Hanum.
"Ya sudah kalau kamu menolak, kalau ada apa apa hubungin saya ya" ucap David seraya memberi selembar kartu nama Miliknya.
"Siap om!!" ucap Hanum mengambil kartu nama David.
Setelah helmnya terpasang rapi, Hanum langsung menggas motor matic miliknya meninggalkan kediaman David.
"Johan ikuti dia!! Cari tau dimana ia tinggal" perintah David pada salah satu anak buahnya.
Setelah telfonnya terputus, David tersenyum kala mengingat satu nama yang baginya sangat cantik dengan kesederhanaannya.
.
.
.
Bersambung...
.
.
__ADS_1