My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.112 Sebuah Tekad


__ADS_3

(Pov Sandra)


Sumpah hari ini hidupku seakan jungkir balik berubah 180 derajat, bagaimana tidak? Hari ini aku seorang Sandra Winata yang tidak butuh laki laki dalam hidupku setelah kematian suamiku dengan tiba tiba menikah. Ya, aku menikah dengan laki laki tua menyebalkan bernama Yukas Mehmed yang baru seminggu ini aku kenal.


Kalau bukan karena insiden memalukan didalam kamar waktu itu dan keputusan David yang ingin aku menikah, jujur aku gak mau memiliki laki laki lagi disisa hidupku ini. Tapi aku sama sekali tidak bisa menolak permintaan putra semata wayangku itu.


Pria tua menyebalkan yang kira kira dua tahun lebih tua denganku, hanya dua tahun selisih kami dan itu artinya aku juga tua, oh astaga.


Entah pernikahan seperti apa yang dia harapkan diusia kami yang sudah tidak lagi muda ini. Kalau hanya tidak mau kesepian dihari tua nanti hmm itu adalah alasan klise, menurutku masih banyak opsi lain selain menikah.


Laki laki tua yang bagiku sangat menyebalkan, saat pertama kami kenal kulihat wajahnya sangat kusut, suram dan mudah marah. Namun entah kenapa dipertemuan pertemuan yang berikutnya dia malah menjadi semakin menyebalkan, sering menggodaku dengan rayuan mesum membuatku ingin menggetok kepalanya agar dia sadar usia.


Selama seminggu dikediaman Devan, memang hampir setiap hari aku bertemu dengannya. Kadang dia datang untuk mengantar tuan Erdan, Lifia, dan juga anak perempuannya yang belakangan ini ku ketahui ternyata bukan anak kandungnya dan situa itu ditipu bertahun tahun oleh mantan istrinya, oh my god.


Setelah akad nikah selesai, entah kenapa aku malah pingsan. Mungkin karena terlalu shock atau mungkin karena kelelahan aku juga tidak tau. Yang jelas saat aku membuka mata ada sorot mata yang meneduhkan dan berulang kali mengecup punggung tanganku, dengan sabar ia menungguku terjaga dari mataku yang terpejam karena malas melihat laki laki yang wajahnya banyak ditumbuhi bulu halus seperti Devan dan sialnya dia suamiku.


Dari situlah aku merasakan ada yang berbeda dari pria tua itu. Seperti ada luka mendalam yang ia pendam, dan dia berubah tidak lagi menyebalkan. Dia memperlakukanku dengan romantis hingga aku terbuai dan hampir saja kami melakukan malam pertama dirumah Devan.


Oh tidak, aku segera menghentikannya. Aku gak mau harus mendesah dikamar ini, aku malu jika anak menantu hingga cucuku mendengar desahanku. Akhirnya Yukas membawaku keluar dan memutuskan untuk melakukannya dihotel.


Namun sebelum sampai dihotel, pria itu membawaku kesalah satu restoran yang ternyata didalamnya ada anaku David dan Hanum yang juga sedang makan malam disana.


Aku langsung melepas rangkulan tangan dipinggangku karena aku malu kalau terlihat oleh Dave dan Hanum, namun sepertinya sudah terlambat mereka sudah terlanjur melihat.


Dalam situasi canggung ini, Dave seolah merasakan kegundahan hatiku hingga akhirnya mereka memutuskan meninggalkanku berdua dengan Yukas.


"Akhirnya aku bisa sedikit bernafas lega" batinku.


"Makan yang banyak, kau harus memiliki banyak tenaga untuk menghadapiku setelah ini" dengar yang diucapkan pria mesum itu, mulai lagi menggodaku hingga tiba tiba wajahku memanas karena malu.


"Aku sudah lupa bagaimana caranya" ucapku dengan jujur.


"Tenang, untuk masalah satu itu, aku ahlinya. Akan kubuat istriku yang cantik ini tidak akan bisa melupakan malam ini" ujarnya dengan senyuman nakalnya, oh astaga kami seperti pasangan dua puluh tahunan yang sedang di mabuk cinta.

__ADS_1


***


Seperti yang direncanakan nya sejak awal, setelah selesai makan malam aku dibawa kesalah satu hotel terdekat didaerah situ.


Selesai check in, Yukas kembali merangkul pinggangku dengan posesif.


Semakin dekat menuju kamar yang dituju, semakin kencang rasanya jantungku berdebar.


"Emm aku mau mandi dulu" ujarku sesampainya didalam kamar. Yukas hanya mengangguk dan memberikan seulas senyum hangat padaku, dengan buru buru aku pun memasuki kamar mandi.


Setelah usai membersihkan diri, aku baru sadar kalau aku tidak membawa pakaian ganti, disini hanya ada bathrub akhirnya aku pun menggunakan itu daripada hanya memakai sehelai handuk.


"Haruskah aku keluar sekarang?" Aku masih menimbang nimbang.


"Tapi sepertinya aku sudah cukup lama juga didalam sini" batinku.


Toktoktok


Mau tidak mau aku pun harus keluar, saat pintu terbuka aku dikejutkan dengan kehadiran pria tua itu tanpa mengenakan baju, dia hanya memakai celana boxer pendek sehingga terlihat dengan jelas pahatan pahatan roti sobek ditubuhnya, tampak kencang tidak ada kerutan sama sekali membuat mataku sulit untuk berkedip.


Namun tiba tiba semuanya buyar kala sebuah tangan menarik tubuhku hingga merapat pada pahatan yang sungguh indah itu. Tidak, tapi sangat indah.


"Tubuh ini milikmu, kau bisa menyentuhnya sesukamu" bisik nya di telinga ku membuat bulu kudukku meremang karena bulu bulu halus diwajahnya mengenai tengkukku. Tiba tiba perutku terasa geli saat ada sesuatu bergerak disana, dengan refleks aku memegang benda itu.


"Astaga..!! hey apa kau membawa ular phyton dalam tubuhmu" cercaku, namun pria itu malah terkekeh dengn wajah mesumnya.


"Iya, aku membawa ular phyton dalam celanaku, saat ini ia tengah memberontak ingin memasuki sarangnya" ucapan nya sontak membuat wajahku kembali memanas, bagaimana pun juga aku bukanlah anak perawan yang masih polos, justru aku faham arah ucapan dia kemana.


"Jangan malu malu, malam ini milik kita sayang ayo kita nikmati" ucapnya kemudian mengecup kedua mataku bergantian, setelah itu beralih pada bibirku.


Aku pun terhanyut dengan permainan yang begitu nikmat dan memabukkan ini, hingga kedua bola mataku membulat sempurna saat ular phyton milik Yukas mencoba memasuki ku.


"Akhh sakit" ujarku, kemudian Yukas kembali menenangkan ku dengan sentuhan sentuhan nikmatnya.

__ADS_1


Dan malam itu terjadilah pertumpahan kenikmatan antara aku dan pria tua menyebalkan namun sangat hot itu.


"Akhh kamu nikmat sekali sayang" ucapnya kemudian ambruk di sebelah ku.


Kalau harus bicara jujur, ini adalah permainan ternikmat dalam hidupku. Bersama Yukas aku bisa merasakan apa yang belum pernah kurasakan sebelumnya bersama mas Dani.


"Astaga, kenapa aku harus membandingkan mereka sih. Jelas dari ukurannya saja sangat jauh berbeda" ucapku dalam hati.


Aku akui, meskipun usianya sudah setengah abad namun stamina nya sangatlah kuat. Dia berhasil meraih puncaknya setelah aku tiga kali keluar, benar benar luar biasa.


"I love you" bisik Yukas kemudian mengecup kening ku dengan hangat.


Tak ada balasan dariku, karena saat ini aku sedang terpejam pura pura tidur karena sangat malu setelah kejadian barusan. Namun mendengar penuturan cinta darinya membuat aku ingin terus mempertahankan hubungan ini.


"Baiklah, karena aku sudah menjadi milikmu seutuhnya aku berjanji tidak akan gagal lagi dan menjadikan ini pernikahan terakhirku hingga maut memisahkan. Apa pun yang terjadi kedepannya, apa pun ujiannya akan ku hadang sekuat tenagaku. Aku akan mencintaimu, dan tidak akan membiarkan kamu berpaling pada wanita lain" janjiku dalam hati.


(Pov Sandra end)


Keduanya pun terlelap dengan saling berpelukan sampai pagi menjelang.


Bersambung....


...JANGAN LUPA...


...LIKE...


...KOMEN...


...VOTE...


...TERIMAKSIH :)...


.

__ADS_1


__ADS_2