
"Sial, handphoneku pake ketinggalan di ruangan pak Devano lagi" ucap Maria yang kini sudah ada di dalam mobil.
Saat ia akan memasuki ruangan Devan yang dilantai dua, namun diluar ruangannya nampak sepi, tidak ada Riki sang asisten disana. Akhirnya Maria memilih langsung masuk saja tanpa mengetuk pintu karena ia pikir didalam hanya ada Devan sendiri, karna istrinya sedang tertidur jadi ia sekalian bisa mencari perhatian Devan.
Saat pintu terbuka
Dua orang nampak langsung memisahkan diri dari posisi mereka yang sedang bertindihan.
Maria nampak tak berkedip melihat wajah tampan Devan dengan bibir yang bengkak merah dan lembab akibat kegiatan mereka tadi.
"Jaga pandangan anda tante!!" ucap Tiara yang kemudian berdiri disamping suaminya.
Maria langsung tersentak, ia tak terima dibilang tante oleh Tiara. Namun baru saja ia ingin marah suara Devan langsung menggelegar.
"Lancang sekali anda masuk ruangan saya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu" ucap Devan kencang dengan wajah yang tanpa ekspresi, membuat nyali Maria ciut.
"Maaf pak handphone saya ketinggalan" ucap Maria tertunduk.
Pandangan Devan tertuju kada sebuah handphone diatas meja. Ia langsung mengambilnya dan dilempar kearah client nya tersebut.
Untung saja dengan sigap Maria bisa menangkap handphone nya, kalau tidak hancurlah sudah.
"Segera pergi dari sini, dan satu lagi!! jika lusa anda ada pertemuan dengan saya gunakan pakaian yang sopan kalau anda masih ingin kerja sama kita berjalan" ucap Devan pada wanita yang sebenarnya lebih tua darinya itu.
"Baik, saya permisi" ucap Maria yang hanya bisa menunduk kemudian keluar dari ruangan Devan.
"Sayang kamu galak sekali!!" ucap Tiara mengelus brewok tipis sang suami sambil tersenyum. Padahal dalam hatinya ia senang karna Devan tidak kegatalan pada perempuan lain yang menggodanya.
Namun Devan hanya tersenyum manis pada istrinya itu yang kemudian ia rengkuh dalam pelukannya. Karna bagi Devan hanya dengan memeluk Tiara dapat meredam kan emosinya.
"Ayo kita lanjutkan yang tadi" ajak Devan seraya mengedipkan sebelah matanya.
"Sayang tapi baby kita kelaparan nih" ucap Tiara menunjuk perutnya yang sedikit membuncit.
Devan pun tergelak..
"Ini anak papa yang laper, apa mama kamu nak??" ucap Devan seraya mengelus perut Tiara.
__ADS_1
"Dua duanya papa" ucap Tiara seraya menirukan suara anak kecil.
Keduanya pun tertawa bahagia.
***********
Ditempat lain
"Yoga apa hari ini kau akan makan siang diluar lagi" tanya David, pasalnya asisten ya itu sudah beberapa bulan ini tidak pernah makan siang bersamanya lagi, selalu bilang akan makan siang diluar.
"Iya dong tuan" ucap Yoga dengan nada sombongnya.
"Yasudah tuan, karna pekerjaan saya sudah selesai saya izin keluar dulu" ucap Yoga.
"Yaa pergilah" ucap David cuek.
David sudah lama tidak bertemu Laura, karna gadis itu tidak pernah lagi datang menemuinya. Bahkan ketika David datang ke rumahnya pun, Laura sama sekali tidak mau bertemu dengan alasan ia sudah tertidur. Jadi David hanya meminta maaf melalui namanya Riana mengenai kejadian malam itu, dan mamanya Laura pun memahaminya kemudian memaafkan David. Riana merasa tenang karna putri tunggalnya itu perlahan sudah tidak terobsesi lagi pada David.
Karna sudah waktunya istrahat David pun memutuskan akan makan siang diluar juga. Karna ia sudah bosan makan makanan dari catering kantor.
.
.
.
"Yoga?? Laura???" ucap David, namun kemudian sebuah senyuman terbit dari wajahnya.
"Memang sudah sepantasnya kalian bersama, Laura kamu pantas mendapatkan Yoga yang sudah sejak lama tulus mencintaimu" batin David.
Karna tidak mau Laura dan Yoga tau akan kehadirannya David pun memilih pergi dari restoran itu dan berniat makan direstoran lain saja.
David sebenarnya sudah tau sejak lama kalau Yoga menaruh hati pada Laura, itu pula yang menjadi pertimbangan ia untuk tidak menerima Laura. Karena ia tidak sampai hati membuat asisten sekaligus sahabatnya itu patah hati.
Saat David berjalan menuju keluar, tiba tiba..
Bruughhh..
__ADS_1
Seseorang terjatuh karna menabrak dirinya.
"Aduhhh, om hati hati dong kalau jalan" ucap perempuan muda itu.
"Hahh?? Om??" tanya David pada dirinya sendiri.
Kemudian perempuan itu bangun dari jatuhnya, menatap tajam David yang hanya mengernyitkan alisnya karna keheranan.
Perempuan muda berusia 19tahun, memakai celana jeans belel berwarna hitam dan menggunakan kemeja kotak kotak kebesaran itu kini sedang berkecak pinggang sambil melotot kearah David.
"Eh om!! Lain kali hati hati dong kalau jalan jadi jatuh kan saya jadinya!!" ucap perempuan itu.
"Tapi kan kamu tadi yang jalan tidak santai, apa tadi?? Om? Kamu bilang saya om? Sejak kapan saya menikah dengan tantemu" ucap David mencoba setenang mungkin melawan gadis ingusan didepannya ini.
"Ahh sudahlah, maaf saya buru buru" ucap perempuan itu kemudian masuk kedalam restoran tanpa permisi.
David menatap punggung wanita muda itu sampai menghilang kedalam restoran.
"Dasar gadis ingusan aneh" ucap David kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
.
.
.
Bersambung....
.
.
Hallo my reader apa kabar kalian hari ini??? buat yang masih setia mantengin cerita halu nya author ini, author ucapkan terimakasih ata suport kalian. ðŸ¤â˜º
.
Jangan pernah bosan untuk suport author yaa, pokoknya jangan lupa PENCET GAMABR JEMPOL, GAMABR LOVE, GAMBAR KADO SAMA VOTE BUAT AUTHOR, Biar tambah semangat dong up ceritanya.
__ADS_1
.
TERIMAKASIH...