
Setelah mendengar dari seberang telfon kalau istrinya sedang merindukannya, Devan langsung bergegas pulang.
Padahal awalnya Tiara hanya akan menggoda suaminya saja, tak disangka ternyata Devan menganggap serius.
"Bos anda mau kemana?? Hari ini tidak ada jadwal meeting diluar" ucap Riki yang keheranan melihat bosnya bergegas keluar kantor di jam kerja. Biasanya Devan akan betah belama lama di ruangannya selama bekerja. Akan keluar keluar hanya kalau ada meeting diluar saja atau untuk makan siang.
"Tapi inikan belum waktunya makan siang" batin Riki.
"Saya mau pulang!!" ucap Devan singkat.
Riki terperangah tak biasanya bosnya pulang jam segini.
"Bos apa anda sedang sakit" tanya Riki penasaran.
"Kau ini terlalu banyak tanya!! Memangnya ada aturan saya tidak boleh pulang jam segini. Disini kan saya bosnya" ucap Devan yang hanya dibalas kekehan oleh asistennya itu.
"Kalau saya tidak kembali, kau handle saja semuanya dan jangan mengganggu saya"
Ucap Devan lalu pergi dari hadapan sang asisten.
"Hmm dasar penganten lama baru tau rasa" ledek Riki yang sebenarnya masih terdengar oleh telinga Devan, namun tak duhiraukannya.
.
.
Sesampainya dirumah yang nampak sepi, Devan mengedarkan pandangannya. Mencari sosok yang tak sabar ingin ia makan.
"Den Devan tumben pulang jam segini?" tanya bi Esih yang muncul dari arah belakang.
"Tiara mana bi?" tak ingin menjawab pertanyaan ART nya Devan malah balik bertanya.
"Non Tiara ada diatas den" ucap bi Esih.
Devan langsung naik menuju kamar nya.
Cklekk
Devan langsung membuka pintu kamar yang ternyata tidak terkunci.
Saat pintu terbuka matanya langsung terbuka lebar kala melihat pemandangan indah di hadapannya.
__ADS_1
Tiara pun sama kaget nya.
"Devan" ucap Tiara gugup, seraya mencari kain untuk menutup tubuhnya yang hanya terbalut kain tipis menerawang berwarna merah menyala itu, namun nihil.
Tiara semakin panik manakala Devan semakin mendekat ke arahnya.
"Kau pandai sekali menyambut suamimu" ucap Devan seraya memeluk tubuh indah Tiara.
"Buu bukan begitu Devan" sanggah Tiara masih gugup. Niatnya hanya mencoba kain tipis itu, berujung tertangkap basah oleh suaminya.
"Panggil saya apa???" goda Devan.
"Hmmm sayang" lenguh Tiara kala tangan Devan mulai lasak menysuri tubuh indahnya.
"Mendesahlah dan panggil nama saya dengan sebutan sayang" bisik Devan ditelinga Tiara yang membuatnya kegelian.
Dan kejadian yang membuat Devan candu itu pun berlanjut hingga tengah hari.
Tiara sudah terkapar lemas akibat serangan dari suaminya tanpa ampun.
"Sayang, kenapa kau kuat sekali??Semalam hingga menjelang pagi, dan sekarang sampai tengah hari begini. Kau masih segar saja, tanpa kelihatan lelah" ucap Tiara yang berada dalam pelukan suaminya.
"Isshhh kamu ini" ucap Tiara sebal.
Devan hanya terkekeh melihat wajah imut istrinya yang pura pura ngambek itu.
"Tiara apa kau tidak merindukan orangtuamu" tanya Devan.
"Tentu saja aku sangat rindu, sudah dua bulan lebih aku tidak bertemu mereka" ucap Tiara lirih.
Sebenarnya ia sudah sangat merindukan orangtuanya itu, namun segan berbicara pada Devan untuk meminta pulang. Lagipula ia masih bisa sekedar vidio call bersama adik dan ayah ibunya itu untuk sedikit melepas rindu.
"Week end ini kita akan ke kota, menginap dirumah ayah sekalian saya juga ingin menengok nenek" ucap Devan.
"Benarkah??? Aku sudah tidak sabar ingin memeluk ibu" ucap Tiara dengan mengeratkan pelukannya pada Devan.
Devan tersenyum melihat wajah sumringah Tiara.
"Apapun yang membuatmu bahagia akan aku berikan Imut" batin Devan.
*********
__ADS_1
Di kediaman Mahendra.
"mom Dave minta maaf karna tadi sudah membentak momy" ucap David pada bu Sandra yang sedang pura pura sedih mode on.
"momy tidak menyangka anak kesayangan momy tega melukai hati momy" ucap bu Sandra dna semakin membuat David merasa bersalah.
"Dave akan transfer ke rek momy untuk momy liburan ke luar Negri" bujuk David, biasanya kalau mamanya sedang ngambek cara itu akan ampuh untuk meluluhkan hati momynya itu.
Bu Sandra pun terdiam
"David memang selalu mengerti bagaimana membuatku senang, tapi saat ini bukan itu tujuanku" batin bu Sandra.
"Bagaimana mom? apa mom mau menerima penawaran Dave dan memaafkan Dave?" tanya David.
" momy tidak mau!!!" ucap bu Sandra ketus.
David menghela nafas beratnya, kadang ia muak dengan sikap ibu kandungnya itu. Tapi bagaimana pun ia tetap ibu kandungnya, tak mungkin ia menjadi anak durhaka.
"lalu momy mau apa??" tanya David.
"momy mah kamu menikah dengan Laura" ucap bi Sandra tegas.
" tapi Dave tidak mencintainya mom" sanggah David.
"Dave menikahlah dengan Laura, dia pantas untukmu nak. Dia cantik, pintar, dan dia sangat mencintaimu Dave" ucap bu Sandra yang mulai melembutkan suaranya.
"tapi mom.."
"Dave momy mohon, setidaknya kamu pendekatan saja dulu dengan Laura. kamu tau kan momy sudah tua, entah kapan usia momy akan terputus, tolong bahagiakan momy, turuti permintaan momy yang ini Dave" bu Sandra terus memohon kepada putra semata wayangnya itu dengan wajah sedihnya.
"Baiklah mom, jika itu bisa membuat momy bahagia. Dave akan mencoba bersama Laura" ucap David dan bernajak dari kamar ibunya tersebut.
" Kamu memang anak penurut sayang" ucap bu Sandra dengan seringai licik nya, setelah kepergian David.
.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1