My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.61 On The Way with Mona


__ADS_3

"Makan siang buat suami sudah siap, tinggal ganti baju trus otw deh ke tempat kerjanya my sugar daddy" ucap Hanum sambil memilih pakaian yang akan ia kenakan.


Matanya tertuju pada kumpulan baju baju baru yang kemarin David belikan untuknya.


Ada beberapa kemeja polos dan motif kotak kotak, celana jeans dan berbagai dres rumahan. David sengaja membelikan Hanum lebih banyak kemeja dan celana jeans, karena ia hafal betul style sang istri. Dan David sangat menyukai gaya Hanum yang seperti itu, apa adanya dia.


"Ahh ini kayanya bagus" ucap Hanum mengambil kemeja longgar berwarna Lilac, celana jeans polos berwana putih, dan sepatu kets berwarna putih juga.


Setelah selesai berpakaian, ia mengambil handphone nya memastikan jika David sudah mengshare lokasi kantornya.


"Udah siap, tinggal otw! Lets go" ucap Hanum semangat meraih kunci si mona.


.


.


"Wahh, makin kinclong aja nih si mona" ucapnya kala mendapati motor matic berwarna merah muda miliknya tampak lebih mengkilat.


"Ada helm baru juga, ummm pengertian banget sih sugar daddy akuh" ucap Hanum sambil tersenyum membayangkan wajah tampan suaminya.


Tiba saatnya ia menyalakan sepeda motornya


"Kenapa jadi ringan gini si mona, si daddy apakan motor aku? Ah nantilah aku tanyain" ucapnya, kemudian melajukkan sepeda motor matic miliknya.


.


.


Setibanya dikantor MRc group


"Yakin nih si daddy kerja disini?? Gede banget gedungnya" ucapnya sambil celingukan ke segala arah.


"Masuk aja ah, coba aja tanyain sama resepsionis nya" Hanum pun menginjakkan kakinya ke bangunan besar yang menjulang tinggi itu.


"Permisi mbak, ruangan pak David dimana ya" ucap Hanum pada seorang perempuan dibalik meja receptionist.


"Maksud anda tuan David Mahendra" tanya perempuan itu.


"Iya benar, itu nama suami saya" ucap Hanum dengan sumringah.


Membuat si perempuan dihadapannya tersenyum sinis.


"Kalo boleh tau dimana ruangannya ya?" tanya Hanum.


"Mohon maaf, anda kalau berhalu jangan disini!! Ini tempat kerja, bukan tempat berkhayal" ucap perempuan dengan name tag bertuliskan MITA itu.


Hanum hanya mematung.


"Mengkhayal dari mananya sih?" ucapnya dalam hati.


Tiba tiba ia melihat seseorang yang ia kenal.


"Itu kan temannya si daddy yang bertunangan kemarin" tanpa pikir panjang Hanum langsung menghampirinya, dan disusul sang resepsionist.


"Pak!! Masih ingat aku gak?" tanya Hanum pada Yoga.


"Maaf pak Yoga, ini wanita halu yang ngaku ngaku jadi istrinya tuan David, akan saya usir" ucap Mita.


"Hai nona Hanum" ucap Yoga ramah, membuat Mita terkejut.

__ADS_1


"Bbb bapak kenal perempuan ini" tanya Mita mulai gugup.


"Iya, dia memang istirnya tuan David" jawab Yoga, meskipun ia belum tau pasti kebenarannya. Namu Yoga memilih mendukung dan membenarkan ucapan Hanum.


"Oh!! Maaf nona saya tidak tau, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Mita tertunduk, selain malu ia juga takut akan mendapatkan masalah dari bos besarnya.


"Kamu mau ketemu David??" tanya Yoga.


"Iya ini mau nganter makan siang untuknya, kalo gitu aku titipin ke bapak aja ya, ini.!" ucap Hanum seraya memberikan tas bekal yang dibawanya


"Apa tidak sebaiknya kamu aja yang ngasih" ucap Yoga memberikan penawaran.


"Tidak pak, aku titipin ke bapa aja, aku pamit dulu. Tolong kasih ke om David ya" ucap Hanum kemudian pergi dari kantor MRc Group.


Yoga hanya diam mematung.


"Apa tadi? Aku tipanggil pak? Dan lagi, siapa tadi? Ah om David" seketika tawa Yoga pecah.


.


.


"Permisi tuan, ini ada titipan dari nona Hanum" ucap Yoga.


David yang sedang sibuk dengan laptopnya langsung mendongak.


"Orangnya mana??" tanya David heran.


"Sudah pulang tuan"


"Dia ada meninggalkan pesan tidak padamu" tanya David.


"Tidak, ia hanya bilang tolong kasihkan ke om David" ucap Yoga dengan menahan tawa.


"Letakkan di atas meja. Lanjutkan pekerjaanmu sebelum makan siang" ucap David tegas.


"Baik tuan, permisi"


.


.


"Baby, kau dimana?" ucap David dengan handphone di telinga nya.


"Halo dad, aku sudah dijalan ini mau pulang" ucap Hanum dari seberang sana.


"Kenapa kamu tidak menemui saya dulu" tanya David.


"Anu dad, aku buru buru tadi" kilah Hanum.


"Awas yaa, tunggu hukuman dariku" ancam David


"Oke daddy!! Aku tunggu hukumannya. muacch" ucap Hanum kemudian mematiakn sambungan telfonnya.


David hanya tersenyum puas, tidak ada perasaan lain saat ini dihatinya selain bahagia memiliki wanita unik seperti Hanum.


.


.

__ADS_1


"Hufft, bodo ah! Mana mungkin si daddy tega menghukum aku" ucapnya kemudian melanjutkan kembali laju sepeda motornya.


Dari kejauhan, ia terlihat seorang wanita yang mobilnya sedang mogok.


"Ko kaya kenal" ucap Hanum seraya menambah kecepatan si mona.


.


.


"Ahh sial, mobil pakai mogok segala lagi. Handphone juga lowbat! Akhh Sial sial sial" ucap Sandra kesal.


"Nyonya mami kenapa?" ucap Hanum, rupanya wanita yang mobilnya mogok itu mertuanya toh.


"Ngapain kamu disini? Mau ngetawain saya hah??" ucap Sandra dengan angkuhnya.


"Jangan berburuk sangka gitu dong nyonya mami" ucap Hanum dengan gaya santainya.


"Pergi kamu dari sini!" usir Sandra.


"Tapi disini jarang ada taksi lewat, daripada nyonya mami kesorean disini mending pulang sama aku yuk?" ajak Hanum.


"Naik motor? Ogahh!!" tolaknya mentah mentah.


"Yaudah deh kalau gak mau, aku pulang duluan yaa mami mertuaku tersayang" ucap Hanum seraya menyalakan mesin motornya.


Sandra melihat sekeliling yang begitu sepi, adapun kendaraan lewat tapi jarang.


"Ehh anak udik tunggu!" ucap Sandra mengurungkan Hanum untuk meninggalkannya.


"Baiklah saya ikut pulang naik motor jelekmu ini" ucap bu Sandra, setelah mengambil tas dan memastikan mobilnya aman ia pun menaiki sepeda motor milik Hanum.


Hanum hanya tersenyum simpul.


"Tapi rambut saya nanti rusak tertiup angin" keluh Sandra.


Dengan sigap Hanum langsung membuka helm yang digunakannya, dan diberikan pada sang mertua.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak.


LIKE


KOMEN


VOTE


Biar author tambah semangat lagi.


Sempat down karena level malah turun 😥


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2