My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.62 The First


__ADS_3

"Tapi ini rambut saya nanti rusak kena angin gimana?" ucap Sandra sambil merapikan rambutnya.


Dengan sigap, Hanum langsung melepas helm miliknya dan diberikan pada sang mertua.


"Biar rambutnya tidak terlalu rusak, nyonya mami pake ini aja" ucap Hanum seraya memberikan helm miliknya


Sandra masih tak menghiraukan ucapan Hanum, menatapnya pun seakan enggan.


"Ini Helm baru ko, om David yang belikan semalam. Tapi kalau nyonya mami masih gak mau pake yaudah biar Hanum pake lagi, kebetulan panas banget hari ini bisa bisa muka Hanum gosong terbakar sinar uv" Ucap Hanum seolah memanas mansin sang mertua.


Tanpa berkata apa apa lagi Sandra langsung merebut Helm berwarna senada dengan si mona itu dari tangan Hanum, kemudian ia pakaikan di kepala nya.


"Oke, lets go kita pulang" Hanum langsung melajukan sepeda motor matic miliknya.


"Ehh bocah pelan pelan bawa motornya" ucap Sandra merasa ngeri.


Sudah lama sekali ia tidak pernah naik motor lagi,terakhir kalinya mungkin waktu sebelum hamil David, sedangkan David saja kini sudah memasuki kepala tiga.


"Tenang aja nyonya mami, Hanum pastikan nyonya mami sampai ke rumah dengan selamat" kekeh Hanum.


Sandra hanya diam merengut. Ia heran pada menantu bocah nya ini, entah anak siapa dia dan terbuat dari apa, kenapa gak pernah takut dengan gertakkannya.


Hanum melajukan sepeda motornya dengan sangat pelan, sudah hampir setengah jam mereka belum juga sampai kerumah, padahal jalanan tidak macet.


Jika saja Hanum hanya sendiri, dari tempat mobil mertuanya mogok sampai kerumahnya paling juga lima belas menit.


Setiap kali Hanum menambah kecepatannya Sandra pasti berteriak.


"Pelan pelan saja, apa kamu sengaja agar saya terjatuh hah!!" hardik Sandra.


"Hufft" Hanum hanya bisa menghembuskan nafas beratnya.


"Mana hari ini panas banget lagi, bawa motor kaya keong hadeuhh sabar Hanum sabar" ucapnya dalam Hati.


.


.


.


Akhirnya sepasang menantu dan mertua itu pun sampai dikediaman Mahendra.


Tanpa berkata apa apa lagi, Sandra langsung turun dan pergi meninggalkan Hanum yang sedang memarkirkan motor digarasi tanpa mengucap terimakasih atau apapun.


Pandangan Hanum mengedar ke setiap penjuru, namun mertuanya sudah tidak ada lagi disana.


"Helmnya???" tanya Hanum seraya mengernyitkan sebelah alisnya.


"Yaudah deh biarin aja, hufft panas banget" ucap Hanum kemudian memasuki rumah mewah suaminya.


.


.


.


"Gila! panas banget pasti mukaku udah gosong nih kena sinar uv" ucap Sandra seraya membuka pintu kamarnya.


Saat ia menghadap cermin, matanya membulat sempurna melihat pantulan dirinya


"Ihhh pantesan kepalaku rasanya berat banget" Sandra langsung membuka helm yang masih bertengger di kepala nya, kemudian melemparkannya keatas sofa.


.


.


Sore harinya, saat David pulang kerja ia berpapasan dengan mommy nya ditangga, ia melihat mommy nya itu membawa helm ditangannya.

__ADS_1


"Mom itu kan helm Hanum? Kenapa ada sama mommy?" tanya David Heran.


Sandra menjadi salah tingkah.


"Gak tau, tiba tiba ada dikamar mommy" ucap Sandra ketus, kemudian memilih untuk buru buru pergi


David menatap heran sang ibu, namun tak ingin berlarut ia pun memilih tak memikirkannya. Langkahnya ia percepat, karena sudah tidak sabar ingin segera menghukum istri kecilnya itu.


Membayangkan wajah menggemaskan Hanum,David mengulum senyumnya.


Saat pintu kamar terbuka, ia mendapati Hanum sedang bermain game ular di handphone nya.


"Bukannya sambut suami pulang, malah sibuk aja main game" ucap David seraya mengendurkan dasi yang dipakainya.


"Ehh daddy sudah pulang" ucap Hanum kemudian menghampiri sang suami.


"Mau aku buatkan kopi?" tawarnya.


"Boleh, bikin kan sana! Saya mau membersihkan diri dulu" ucap David dan diangguki Hanum.


.


.


"Oke baby, sekarang waktunya saya memberi hukuman" ucap David dalam hati, dengan senyum devilnya.


"Daddy ini kopi nya sudah siap" ucap Hanum


"Letakkan saja di atas meja" ucap David


"Baby, boleh saya minta tolong"


"Apa itu dad?" tanya Hanum heran


Tiba tiba David membuka kaos hitam polos yang dipakainya.


"Badan saya letih sekali rasanya, tolong pijat kan saya baby" ucap David manja.


Hanum menelan ludahnya kasar.


"Tubuh si daddy mirip punya oppa oppa korea, sangat indah" batin Hanum.


"Baby, kenapa masih bengong ayo pijat" ucap David menyadarkan lamunan Hanum.


Hanum merangsek keatas kasur, mendekati David yang sudah lebih dulu berbaring disana.


Tangannya mulai meraba dan memijat tubuh bagian belakang David.


Membuat glenyer aneh semakin terasa dalam aliran darah David. Semakin lama Hanum menyentuh permukaan kulitnya, seperti tubuhnya semakin dibakar gairah.


"Akhhh" jerit Hanum kala David menarik tangannya dan membalikkan posisinya.


Kini Hanum berada dibawah kendali David.


"Kau menunggu hukuman dariku baby??" tanya David tangan seringai licik nya.


Hanum hanya diam terpaku, dia malah salah fokus melihat bibir sensual sang suami.


"Seperti nya kamu sudah tidak sabar, mari kita mulai" ucap David dengan nafas beratnya.


Perlahan David mengecup bibir ranum istri kecilnya itu, hingga berubah menjadi hisapan dan pagutan yang memabukkan.


Saat Hanum terbuai dengan ciumannya, Dengan perlahan David membuka satu persatu kancing piaya milik Hanum, hingga tinggal satu kain yang menutupi bukit cintanya.


Tangannya mulai bergerliya mencari kaitan penghalang bukit cinta kesayangannya. Setelah dapat ia langsung menyingkirkan kain seperti kacamata itu, tanpa melepas pagutan bibir mereka.


Kini terpampang nyata dua bukit cinta milik Hanum yang seakan menantang dirinya.

__ADS_1


Dengan na*su yang membara, ia langsung melahap benda besar nan kenyal itu, menghisap dan merem*s sampai yang punya tak dapat menahan des@h*nnya.


"Ahhh daddyhh"


"Yes babyy!!!"


David terus menghisap satu persatu benda nikmat yang membuatnya candu itu, dengan tak sabar tangannya kirinya mulai menerobos kain bawahan yang dipakai Hanum.


"Basah baby" bisik David.


"Daddy kau nakal" erang Hanum saat merasakan jari jari tangan suaminya mulai menyentuh lembah surga miliknya.


"Yes baby!!"


Karena tidak sabar, David langsung membuka sisa sisa kain yang menempel ditubuh istrinya. Kemudian ia melepaskan pakaiannya sendiri. Hingga mereka saat ini persis seperti bayi yang baru saja dilahirkan.


"Baby, buka matamu" bisik David karena Hanum menutup kedua matanya saat David melepaskan pakaiannya.


Perlahan, Hanum membuka matanya.


"Terima hukuman dariku baby!!!" ucap David mengarahkan tangan Hanum agar memegang pundaknya.


"Kalau kamu merasa kesakitan, kamu bisa mencakar bahu atau punggung saya" ucap David dengan sorot mata yang mulai berkabut.


Hanum hanya mengangguk pasrah, karena dirinya pun telah larut terbakar g*irah.


Beberapa detik kemudian, Hanum merasakan ada benda asing yang menerobos memasuki dirinya.


"Ini sangat sakit, rasanya tubuhku seperti terbelah dua" jerit Hanum dalam hatinya dengan tangan yang mencengkram kuat bahu David.


Melihat air mata jatuh di pipi Hanum, David melepaskan pagutan bibirnya, tanpa melepas penyatuan diri mereka.


"Baby, jika ini menyakitimu, sebaiknya tidak tidak perlu kita teruskan" bisik David lemas, padahal ia tak rela jika permainannya harus benar benar dihentikan.


"Tidak dad, teruskan saja" ucap Hanum.


David mulai menggerakkan tubuhnya, hingga perlahan rasa sakit itupun hilang, digantikan dengan rasa paling nikmat yang pernah mereka rasakan seumur hidupnya.


Permainan itu berlangsung cukup lama, hingga sampai mereka mencapai puncak kenikmatan masing masing.


"Akhhh daddyhh"


"Yes baby!!! ini sangat luar biasa nikmat"


Ucap keduanya setelah mendapat pelepasan yang memambukan.


.


.


Bersambung....


Semoga lulus review editor.


Jangan lupa


LIKE


KOMEN


VOTE


Terimakasih.


.


.

__ADS_1


__ADS_2