My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.70 Maaf


__ADS_3

"Kemana bocah itu, tumben didapur cuma ada para embak doang?" ucap Sandra celingukan ditengah rumahnya yang sepi, biasanya jam segini dapur sudah ramai akibat ulah menantu kecilnya itu, namun saat ini ia tidak nampak batang hidungnya.


"Aku yakin pasti ada yang tidak beres dengan Dave dan bocah tengil itu" ucap Sandra.


Kemudian ia bergegas menuju garasi, untuk memastikan jika sepeda motor Hanum masih ada disana, ada sedikit rasa khawatir takut takut jika menantu kecilnya itu kabur dari rumah.


"Motor jeleknya masih ada ko, berati dia masih di kamar nya" gumam Sandra.


Saat Sandra melangkah memasuki rumah, tak lama mobil David berhenti di sembarang tempat.


Dengan langkah cepat David bergegas masuk kedalam rumah untuk mencari keberadaan istrinya.


"Dave kamu kenapa ko buru buru gitu?" tanya Sandra penasaran.


"Hanum dimana mom?" tanya David dengan wajah gusar.


"Dia ada di kamar nya, sedari siang belum turun. Sepulang dari kantormu dia nampak murung, kamu apakan dia?" ucap Sandra ketus


Mendengar ucapan sang mommy, David tak berkata lagi. Ia langsung berlari menuju kamarnya, ia sudah tak tahan ingin mengucap kata maaf pada istri kecilnya itu. Karena perasaan bersalah semakin menyeruak didalam dadanya, apalagi setelah menedengar ucapan mommy nya barusan.


Ckleekk


Dengan mudah David membuka pintu kamar mereka, karena Hanum lupa menguncinya.


Tadi siang saat Hanum sampai dikamar, ia tidak lagi melanjutkan tangisan nya. Mungkin karena terlalu lelah dan kepalanya juga pusing ia langsung menjatuhkan diri nya ke tempat tidur dan tertidur lelap tanpa sempat mengunci pintu.


Seusai meletakkan tas kerja, serta melepas jas, sepatu dan dasi yang ia pakai, perlahan David mendekat kearah Hanum yang sedang tertidur lelap, kemudian ikut merapatkan tubuhnya seraya memeluk erat tubuh ramping sang istri dari belakang.


"Enghhh"


Hanum yang merasa tidur nya terganggu dan perlahan membuka matanya. Karena merasakan ada tubuh seseorang yang tengah memeluk dirinya, Hanum hanya memilih diam, karena ia tau orang itu pasti David. Dan ia masih sebal pada sugar daddy sekaligus suaminya itu.


Merasakan ada pergerakan pada tubuh istrinya David sedikit melonggarkan pelukannya.


"Babby kamu sudah bangun? Maaf saya menganggu tidur kamu" ucap David lembut.


Hanum tak bergeming


"Baby maafkan saya soal tadi siang. Saya terlalu cemburu melihat kamu tersnyum pada laki laki lain selain saya. Maaf ya" ucap David dengan intens mencium pucuk kepala Hanum.


Hanum kemudian membalikan tubuhnya, kini wajahnya berhadapan dengan wajah tampan sang suami. Ia menatap dalam dalam sorot mata David, dan disana ia dapat melihat ada guratan penyesalan.


Perlahan Hanum semakin mendekatkan wajahnya hingga bibir ranumnya bersentuhan dengan bibir lembut sang suami.


David awalnya shok, namun beberpa detik kemudian ia tersadar dan menikmati ciuman yang sugar baby nya mulai itu. Hatinya mulai merasa tenang, karena Hanum sudah menunjukan jika ia memaafkan dirinya.


Semakin lama ciuman itupun semakin panas, ada percikan percikan gairah yang mulai menguasai tubuh keduanya.

__ADS_1


"Baby kamu yang memulainya, maka kamu harus bertanggung jawab" bisik David dengan nafas beratnya mencoba mengendalikan diri.


"Lakukanlah daddyhh" erang Hanum karena tangan David mulai nakal menyusuri tubuhnya, .encari kenikmatan yang telah mereka reguk sebelumnya, dan kini mereka ingin mengulang nya lagi.


Detik demi detik mereka lewati dengan lenguhan nikmat yang menggelora, hingga sampai pada titik dimana mereka merasakan kepuasan satu sama lain. David ambruk diatas tubuh sang istri, setelah meledakkan lahar benih cinta pada tanah ladang milik istri kesayangannya. Berharap tak lama lagi benih benih cinta itu akan tumbuh menjadi buah cinta mereka.


.


.


Kini David tengah memeluk erat tubuh polos Hanum setelah percintaan panas yang telah mereka lakukan usai.


"Baby apa kamu masih ngambek dan marah sama saya?" tanya David


Hanum menggelengkan kepalanya.


"Hanya saja aku tidak suka dibentak kaya gitu tanpa memberikan aku kesempatan untuk menjelaskan" ucap Hanum dengan manja.


"Saya janji tidak akan begitu lagi" ucap David mengecup kening sang istri.


"Sebagai permohonan maaf saya, bagaimana kalau kita makan diluar" ajak David.


"Ayok!!!" ujar Hanum dengan mata yang berbinar, membuat hati David kembali menghangat melihat sorot mata ceria istri kecilnya kini telah kembali.


"Mari kita mandi dulu" ujar David seraya menggendong tubuh mungil Hanum untuk mandi bersama. Tak ada perlawanan dari Hanum, ia membiarkan saja sugar daddy nya itu melakukan kehendaknya.


.


.


Tiba tiba suara langkah kaki menuruni tangga membuyarkan kegelisahannya.


Dilihatnya David dan Hanum kini tengah berpegangan tangan dengan wajah yang ceria dan senyum yang merekah pada keduanya.


"Kalian sudah baikan???" tanya Sandra


"Emang mommy kira kami sedang berantem?" ujar David seraya menaikan sebelah alisnya.


"Ohhh jadi tadi kalian ngerjain mommy! Sengaja membuat mommy khawatir huh???" ujar Sandra berapi api.


Namun Hanum dan David hanya diam dan saling pandang.


"Jadi nyonya mami khawatir ya kalau kami bertengkar?" ujar Hanum polos


"Ehh tidak!" kilah Sandra.


"Kalian mau kemana?" ucap Sandra ketus mencoba mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Kami mau makan malam diluar mom" jawab David.


"Mommy ikut, enak aja mommy makan sendirian dirumah" ujar Sandra.


David mengernyitkan keningnya, ada yang aneh pada mommy nya yang angkuh ini.


"Kenapa tidak boleh ya?" ucap Sandra masih dengan wajah juteknya


"Boleh dong nyonya mami, ayo" ajak Hanum.


Ketiganya pun melangkah ke mobil menuju restoran paforit David, tak lain restoran tempat Hanum bekerja dulu.


"Daddy, nenek kapan pulang sih? Aku kan kangen sama nenek!" ujar Hanum saat mereka diperjalanan.


"Mungkin nenek betah disana baby" jawab David singkat.


"Biarkan aja nenekmu lama disana, toh disana juga sama sama cucunya" jawab Sandra sekenanya.


Dalam hati kecilnya ia ingin mengobrol dekat dengan putra semata wayangnya seperti dahulu. Namun karena keegoisannya, membuat David malah semakin menjauh darinya.


Saat ini Sandra mencoba mengalah dengan egonya sendiri karena ia merasa rindu dengan kedekatannya dengan David meskipun dengan terpaksa ia harus menerima Hanum sebagai menantu pilihan anaknya. Sudah ia renungkan jika Hanum tidak seburuk yang ia kira.


Selama ini Sandra selalu mengatur pasangan untuk David semata karena ia takut jika anak semata wayangnya itu hanya dimanfaatkan, itulah sebabnya Sandra tak terima jika David dekat dengan wanita yang derajatnya dibawah mereka.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa


LIKE


KOMEN


VOTE


Biar author semangat terus buat up.


Terimakasih.


BTW kalian lebih suka couple mana nih Vano dan imut, atau si sugar baby sama sugar Daddy nya? tulis di kolom komentar yaa.


.

__ADS_1


.


__ADS_2