My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.55 Mertua & Menantu


__ADS_3

"Wahhh!! Om jadi ini kamar aku??" tanya Hanum antusias saat memasuki sebuah kamar mewah bernuansa crem dan putih


"Bukan,! tapi ini kamar kita" ucap David santai mendahului langkah Hanum, ia kemudian membaringkan tubuhnya diatas ranjang king size miliknya dan perlahan memejamkan mata.


Kejadian semalam benar benar membuat dirinya merasa lelah, apalagi ia tidak dapat tidur dengan nyenyak dikamar sempit dengan kasur tipis milik Hanum.


Karena tak merasakan ada pergerakan, David kembali membuka matanya, mendapati istri kecilnya itu masih diam mematung didepan pintu.


"Kenapa masih disitu??? Ayo masuk" ucap David kemudian bangkit dari posisi tidurnya.


"Emmhh iyaa iya om" ucap Hanum kemudian menghampiri David dan duduk disebelahnya.


"Om, tidak ada kamar lain apa??"


David hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Hanum, kita ini kan sudah menikah ya memang sepantasnya kita tidur satu kamar" ucap David perlahan.


"Om, tapi Hanum belum siap jadi istri" ucap Hanum tertunduk.


David faham apa yang di fikirkan gadis kecil dihadapannya itu.


"Han.. Saya tidak akan memaksakan kehendak agar kamu menjadi istri sesungguhnya untuk saya. Tapi saya hanya ingin kamu merasa tenang dan nyaman saat bersama saya, hingga kamu bisa menerima kenyataan bahwa saya ini suami kamu" ucap David mantap lekat kedua mata sang istri.


Merasa ada ketulusan yang terpancar dari kedua mata David, Hanum hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Sekarang kamu tidak perlu lagi cape cape kerja buat menyambung hidup kamu, semua biaya kehidupan kamu sudah tanggung jawab saya, kamu cukup di rumah berdoa supaya rizki dan usaha suami kamu lancar terus, gimana kamu setuju gak?" ucap David dengan suara lembut dan senyum hangatnya.


Hanum mendongak menatap wajah tampan suaminya kemudian menganggukan kepalanya.


Hanum baru menyadari, ternyata suaminya itu sangat tampan meskipun usia keduanya terpaut cukup jauh.


"Kemana aja gue selama ini" rutuk Hanum dalam hati


Melihat Hanum yang terus menatap dirinya Refleks, David mengecup kening sang istri kemudian memeluknya.


"Ihhh om apaan sih" gerutu Hanum seraya mencoba melepaskan diri dari rengkuhan David.


"Peluk dikit doang pelit amat sih" ucap David masih enggan melepaskan rengkuhannya.


Hanum membiarkan itu untuk beberapa detik, namun tak kunjung lepas.


"Katanya dikit doang, tapi dari tadi gak lepas lepas" ucap Hanum dengan bibir yang mengerucut.


"Hahaha, yaudah kamu simpan barang barang kamu disana" tunjuk David pada satu ruangan yang masih didalam kamarnya.


"Hishh dasar nyebelin!!!" ucap Hanum mengentakkan kaki kemudian memasuki ruangan yang telah ditunjuk David


\*\#\*\#\*\#\*\#\*\#\*\#\*\#\*\#\*\#\*\#\*


Setelah selesai merapikan barang barangnya, Hanum mendapati suaminya itu tengah terlelap.


"Selama beberapa bulan ini aku mengenal dia, baik sih meskipun kadang nyebelin. Mudah mudahan pernikahan ini bukan hanya sesaat saja" Ucapnya dalam hati sambil menatap wajah lelap David.


Hanum menghembuskan nafas beratnya.


Kemudian ia duduk di single sofa yang beradaa dikamar itu.

__ADS_1


"Gimana ya reaksi ayah kalau ia tau aku sudah menikah?" tiba tiba saja Hanum teringat pada ayahnya yang berada dikampung.


"Halahh ngapain aku mikirin itu!!! jelas aja ayah tidak akan perduli dengan apa yang terjadi padaku, yang dia fikirin kan cuma si nenek lampir itu doang" ucapnya dengan suara pelan karena takut menganggu tidur David.


Karena merasa bosan, Hanum pun turun untuk mencari kegiatan apa aja yang bisa ia kerjakan agar tidak merasa bosan.


.


.


.


"Wah pas banget tuh" ujar Hanum kala mendapati seorang pelayan yang tengah menyapu lantai.


"Haii mbak" sapa Hanum.


"Ehh non" ujar pelayan yang berusia sekita empat puluh tahunan itu.


"Namaku Hanum" ucapnya dengan sneyum ceria seraya mengulurkan tangan kanannya pada sang pelayan.


"Nama saya mbak Siti non" ucap si pelayan ramah


Para pelayan sudah mengetahui jika dirumah Mahendra terdapat Menantu baru yaitu istri David, karena baru saja nek Mawar mengumumkannya.


"Mbak boleh gak kalau aku saja yang nyapu" pinta Hanum


"Tapi non, nanti den David marah" ucap Siti khawatir.


"Gak apa apa nanti biar aku yang ngomong, aku bosan mbak kalau tidak ngapa nagapain" ujar Hanum seraya mengambil sapu yang berada ditangan Siti.


"Mending mbak kerjakan kerjaan lain aja deh"


Karena Hanum terus memaksa, dengan berat hati mbak Siti pun menuruti keinginan sang nyonya muda .


Hanum sangat menikmati kegiatannya itu, karena badannya sudah biasa dipakai untuk bekerja. Jadi apapun yang ia kerjakan selalu ia lakukan dengan sepenuh hati.


"Baguss, orang kaya kamu tuh cocoknya emang jadi pelayan dirumah ini" ucap Sandra yang tiba tiba muncul dihadapan.


"Ehh mami" ujar Hanum dengan sengir kudanya.


"Mami mami, aku gak sudi yaa dipanggil mami sama kamu!!! Panggil saya nyonya" ucap Sandra angkuh.


"Tapi kan mami ini ibunya suami aku, jadi boleh dong aku panggil mami sama mertua aku!" ucap Hanum dengan santainya.


"Ehh bocah!!! Asal kamu tau yaa saya tidak sudi punya menatu dekil kaya kamu. Jadi jangan mimpi yaa kamu!!!" Sandra semakin emosi karena Hanum tidak takut dengan gertakkannya.


"Nyonya mami!!! Aku biarpun bocah gini udah bisa loh kasih cucu buat nyonya mami!! Umm pasti lucu lucu" ucap Hanum menahan tawanya.


"Sampai kapan pun saya tidak sudi punya menantu seperti kamu" ucap Sandra kemudian meninggalkan Hanum dengan perasaan yang dongkol.


David yang tak mendapati keberadaan istrinya dikamar, tak sengaja menyaksikan istri dan momy nya yang sedang berdebat hanya bisa tersenyum lebar.


"Dasa bocah!! Ada ada saja tingkahnya" ucapnya dalam hati dengan senyum yang tak luntur dari wajahnya.


David kemudian menghampiri Hanum.


"Han kamu apakan momy??" tanya David, membuat Hanum gelagapan. Ia takut jika tingkahnya tadi akan membuat suaminya marah.

__ADS_1


"Maaf om, tadi aku cuma becandain nyonya mami doang ko" ucap Hanum menunduk.


David kemudian mengangkat dagu Hanum dengan telunjuknya.


"Jangan takut, saya tidak akan marah. Justru saya suka cara kamu menyikapi momy, teruslah begitu. Sampai kamu bisa menyentuh hati momy" ucap David lembut


Hanum mengangguk kan kepalanya.


"Emmm Hanum" panggil David


"Kenapa om" Hanum mendongakkan wajahnya serius


"Saya dengar loh ucapan kamu sama momy tadi" ujar David.


"Terus??" Hanum mengangkat sebelah alisnya.


"Jadi kapan mau kasih cucu yang lucu lucu buat momy" bisik David dengan seringai jahilnya, membuat wajah Hanum seperti tomat masak.


"Ihhh dasar om


om mesum" ucap Hanum mencubit pinggang David.


"Awwhh" ringis Hanum.


"Kan saya yang dicubit, kenapa kamu yang meringis??" tanya David Heran.


"Pinggang om keras banget, itu pinggang apa kayu" ujar Hanum


"Kamu mau liat bentuknya tidak??, bahkan ada loh yang lebih keras lagi" goda David.


"Ihhh dasar om om nyebelin"


Hanum memindahkan sapu ditangannya ke tangan David, kemudian meninggalkannya menuju kamar.


David hanya terkekeh, ada kepuasan tersendiri bagi dirinya, melihat wajah kesal pada sang istri kecil karena ia berhasil menggodanya.


.


.


Bersambung...


Bunda bunda syantik yang baik hati dan tidak sombong. ayo dong semangatin author caranya


LIKE


KOMENTAR


VOTE


Biar authornha tambah semangat lagi buat up.


Maksih yaa buat yang udah setia baca sampai part ini 😊😊😊


.


.

__ADS_1


__ADS_2