My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.68 Tamu Kepo


__ADS_3

Mobil Devan kini telah memasuki areal rumahnya, disana sudah ada Lifia yang menunggu dengan wajah cemas.


Devan turun dari mobil dengan kedua tangannya menggandeng dua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya, nenek dan istrinya.


"Bunda.." ucap Tiara kemudian menyalami sang mertua.


"Alhamdulillah nak kalian selamat, kata bi Esih kamu sama nenek diculik bunda khawatir banget" ucap Lifia kemudian memeluk sang menantu


"Sama saya gak khawatir nih?" ucap Devan dengan alis yang terangkat sebelah


"Tentu saja bunda sangat khawatir" ucap


Lifia


"Ibu bagaimana???" tanya Lifia pada nek Mawar.


"Alhamdulillah tidak kenapa napa, penjahatnya masih amatiran hehe" ujwr nek Mawar.


Memang jika dibandingkan dengan penyekapan nek Mawar oleh musuh Dani dulu, kejadian hari ini belum ada apa apanya.


Mereka pun melangkah memasuki rumah.


"Ini bunda membuat puding coklat spesial buat kalian terutama cucu bunda" ucap Lifia seraya mengeluarkan dua kotak bingkisan.


"Wahhh makasih bunda, kebetulan Tiara lagi pengen makan yang manis manis ini" ucap Tiara, lelah yang ia rasakan seakan hilang melihat kue yang begitu menggoda, membuat liurnya seakan mau tumpah.


"Devan, tubuh nenek lelah sekali rasanya! Tolong antarkan nenek ke kamar" ucap nek Mawar lemas.


"Ibu tidak makan puding bersama dulu??" tanya Lifia.


"Tidak nak, badam saya lemas sekali, ingin segera rebahan aja" ucap nek Mawar


Tanpa berkata lagi Devan menggendong tubuh renta neneknya.


"Nenek hanya minta diantar bukan digendong Devan!!" ucap sang nenek


Devan tak bergeming, ia hanya memamerkan deretan gigi putihnya, dan terus melangkah menuju kamar neneknya.


.


.


*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#*#


Dikediaman Mahendra


Ting..tong..ting..tong


"Siapa sih siang siang gini pencet pencet bel rumah" gerutu Sandra, ia kemudian melangkah untuk membuka pintu utama.


Saat pintunya terbuka, matanya terbelalak melihat siapa yang datang.


"Kalian tumben sekali mampir kesini?" tanya Sandra pada ketiga teman sosialitanya tak lain salah Hellen, si A alias Amel ,dan si B alias Beti yang kemarin turut berkumpul di acara arisan dirumah Hellen.


"Kebetulan kami lewat sini jadi sekalian aja mampir! Ya kan jeng?" ucap Hellen


"Iya benar, by the way kita gak diajak masuk nih???" ujar Beti


"Ah ayo masuk" ajak Sandra kemudian diikuti oleh teman temannya.


"Sandra, mana menantumu! Kenalin dong pada kami" ucap Amel.


"Ohh jadi mereka ini datang kesini karena penasaran dengan ucapanku kemarin. Sial!" batin Sandra.


"Nanti aku panggilkan sekalian bikin minum untuk kalian" ucap Sandra dengan senyum masamnya kemudian beranjak meninggalkan ketiga temannya diruang tamu.


Kebetulan Sandra mendapati Hanum sedang berkutat didapur.

__ADS_1


"Heh bocah kau sedang apa??" ujar Sandra ketus.


"Ehh nyonya mami, ini Hanum sedang bikin kue, nanti mami cobain ya" ucap Hanum dengan mata yang selalu berbinar.


"Itu ada teman teman saya ingin kenalan dengan istri nya Dave, cepat rapikan penampilanmu dan temui mereka" ucap Sandra masih dengan nada sombongnya.


"Ohh gitu, baiklah nyonya mami" ucap Hanum sedikit merasa bingung.


"Sekalian buatkan minum untuk mereka, tiga orang" ucap Sandra kemudian melangkah pergi dari dapur


"Oke nyonya mami" ucap Hanum pelan namun masih terdengar oleh Sandra.


.


.


Hanum menyusul langkah mertuanya dengan membawa nampan minuman ditangannya.


Saat Hanum sedang meletakkan satu persatu minuman yang dibawanya


"Sandra mana menantumu, katanya tadi sudah dipanggil kenapa belum datang juga" ucap Beti


Tatapan Sandra langsung tertuju pada Hanum, dimana Hanum belum juga merapikan penampilannya yang sedikit berantakan karena habis memasak dan membuat kue.


"Astaga ini bocah benar benar mau membuat saya malu!" geram Sandra dalam Hati.


"Haii tante, perkenalkan nama saya Hanum istrinya mas David" ucap Hanum memperkenalkan diri sesuai instruksi dari mertuanya saat di dapur tadi dengan senyum ramahnya.


Namun ketiga teman Sandra hanya saling melempar padangan, membuat Sandra gusar.


"Sandra jadi ini menantu kamu, kami kira dia seorang pelayan" ucap Beti sarkas


"Astaga, aku lupa merapikan penampilanku dulu tadi, nyonya mami pasti marah dan malu" batin Hanum merutuki dirinya sendiri.


"Ohh kebetulan tadi dia sedang membuat kue di dapur makanya sedikit berantakan. Iya kan Han?" ucap Sandra dengan senyum terpkasa pada menantunya


"Sandra, ternyata anakmu doyan daun muda ya!" ucap Amel mengundang tawa temannya yang lain.


"Sialan!! Mereka kembali menghina putraku, ini semua gara gara bocah udik itu awas aja kau!" ucap Sandra dalam hati


"Pantesan aja anaknya Riana terus terusan ditolak rupanya ia lebih suka yang masih segar" timpal Beti membuat hati Sandra semakin panas.


"Ya biasalah, jangankan David yang masih muda kadang pria tua yang sudah beristri aja masih sangat hobi sama daun muda" ucap Sandra balik menyindir salah satu diantara tiga temannya yang bercerai karena suaminya selingkuh dengan perempuan yang jauh lebih muda.


Seketika ruangan itupun hening, tak ada tawa yang pecah seperti tadi.


Tak lama Hanum kembali dengan membawa potongan kue brownies buatannya.


"Wahh harum sekali" ucap Hellen memecah keheningan.


Dan diangguki oleh kedua temannya.


"Tente silahkan dicoba kue brownies buatan Hanum" ucap Hanum dengan mata yang berbinar dan senyum hangatnya.


Satu persatu teman Sandra pun memakan potongan kue yang dibuat Hanum.


"Wahh enak sekali, luarnya kering dalamnya lumer. Persis kue brownies yang sering saya beli di bakery, tapi ini masih hangat" ucap Hellen.


Sandra menatap tak percaya ucapan kawan sosialitanya itu.


"Iya benar, enak banget. Sandra kamu gak mau cobain?" ucap Amel.


Dengan ragu Sandra pun mencoba sepotong kue yang dibuat oleh menantunya itu.


"Gimana mami enak gak??" tanya Hanum tanpa embel embel nyonya, karena tak mau mempermalukan sang mertua dihadapan teman temannya.


"Emmm yaa enak sekali" ucap Sandra dengan senyum kecutnya.

__ADS_1


"Oh iya, Mami tante Hanum kebelakang dulu ya kebetulan sebentar lagi jam makan siang Hanum harus mengantar makan siang ke kantor mas David" ucap Hanum kemudian buru buru pergi dari kumpulan emak emak rempong itu.


" Sandra menantumu ternyata kecil kecil cabe rawit" ucap Hellen


"Maksud kamu??" tanya Sandra heran


"Nampak nya memang masih muda, tapi dia sudah mandiri. Pandai memebuat kue dan memasak perhatian sama suaminya, juga penampilannya yang sederhana" ucap Hellen.


Sandra hanya diam begitupun kedua temannya yang lain.


"Beda dengan menantuku, taunya make up, shoping, sibuk terus dengan pekerjaannya, sampai suami dan anaknya tak terurus, makanya cucuku sering aku yang asuh" lanjut Hellen.


"Kamu beruntung Sandra memiliki menantu yang sederhana, kalau aku punya menantu seperti Hanum aku akan senang sekali, ada partner memasak dan bikin kue " puji Hellen


"Benar, coba saja Hanum belum jadi istri anakmu, sudah ku nikah kan dia dengan putraku sekalipun Hanum cuma pelayan, karena di zaman sekarang susah cari perempuan muda seperti itu" timpal Beti.


"Sudahlah, kalian ini terlalu memuji menantuku, nanti kalau dia dengar bisa besar kepalanya!!" ucap Sandra ketus.


"Bukan memuji, tapi kenyataan nya begitu san. Yasudah kami gak berlama lama disini cuma mau memastikan ucapanmu yang kemarin aja" ucap Amel.


"Tuh kan benar dugaan ku" batin Sandra bola matanya mendelik sebal.


"Kalian memang menyebalkan!!" ucap Sandra, ketiga temannya itu hanya tertawa renyah.


"Oh iya San, ini brownies nya kami bawa ya. Enak banget soalnya" ucap Hellen, belum juga Sandra mengiyakan semua potongan kue sudah mereka ambil sampai habis.


"Lain kali kami mampir lagi kesini, babay Sandra" ucap Beti


Mereka bertiga pun akhirnya pulang.


.


.


"Dasar orang orang kepo!!! Astaga, kenapa kue nya dihabiskan aku juga kan masih mau" ucap Sandra pelan.


"Tenang aja nyonya mami, kuenya masih banyak ko. Itu Hanum taroh di lemari es biar tambah enak dimakannya" ucap Hanum yang ternyata sedari tadi berdiri dibelakangnya dan mendengar ucapannya.


"Heh bocah!! Kamu ngapain disitu???" ucap Sandra ketus, sebenarnya dia malu tertangkap basah menginginkan kue bikinan Hanum, hanya saja gengsi masih meraja dalam dirinya.


"Ehm Hanum kebetulan lewat aja, ini mau ke kantor sugar dady nya Hanum. Hanum pergi dulu ya nyonya mami. Assalamualaikum" ucap Hanum kemudian mulai melangkah meninggalkan Sandra yang diam mematung.


"Sugar daddy???" Sandra tercengang.


"Yah memang Dave cocoknya jadi sugar daddy si bocah tengil itu" ucap Sandra lesu kemudian berjalan ke dapur mencari sisa kue yang Hanum bilang.


.


.


.


Bersambung...


Maaf ya author up nya lama, soalnya kemarin sedang sibuk!!


Makasih untuk pembaca yang selalu setia.


Jangan lupa


LIKE


KOMEN


VOTE.


Terimakasih..

__ADS_1


.


__ADS_2