My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.42 Ikhlas


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 18.30 tandanya jam kerja sudah selesai sejak tadi.


Namun David masih betah duduk di kursi kebesarannya.


Angannya berkelana, mengingat setiap peristiwa yang ia rasakan akhir akhir ini.


Wanita yang sangat ia cintai selama ini malah berkahir menjadi adik iparnya. Jika berbicara tentang perasaan, sebenarnya cinta untuk Tiara masih menggebu di dalam hatinya. Namun, ia mencoba untuk mengikisnya, dan mengikhlaskan Tiara untuk Devan adiknya.


Karna tidak mungkin ia merusak kebahagiaan mereka. Apalagi ia sadar sejak kecil Devan jarang sekali mendapatkan apa yang diinginkannya. Hanya bersama Tiara lah David dapat melihat sorot kebahagiaan dari mata adik tirinya itu.


Devan memang bukan adik kandungnya, tapi David menyayangi nya sebagai mana sayangnya seorang kakak terhadap adiknya.


Waktu kecil dulu, David sering mendapati Devan menangis pada pengasuhnya karna ingin mobil mobilan mahal seperti milik David yang dibelikan momy nya. Namun bu Sandra sering melarang David meminjamkan mainan miliknya pada Devan.


Secara diam diam David masuk ke kamar Devan untuk mengajaknya main mainan nya bersama, tentu saja adiknya itu sangat bahagia mempunyai kakak sebaik David.


David juga dengan setia selalu mendengarkan cerita cerita Devan tentang teman mainnya dikampung bu Hilda pengasuhnya yang ia sebut Imut, yang belakangan ini David ketahui jika ternyata Imut kecil yang sering Devan ceritakan dulu ialah Tiara, wanita yang hampir saja menjadi istrinya.


Namun semenjak Devan kehilangan jejak Imut nya, Devan menjadi lebih dingin dan jarang bicara, yang mengakibatkan hubungan Devan dan David menjadi tak sedekat dulu hingga mereka dewasa.


.


.


David tersenyum sendiri mengingat masa kecilnya dengan Devan.


"Jika bahagiamu bersama Tiara, kakak ikhlaskan dia untukmu van" ucap David seraya menatap foto dua orang anak kecil yang tengah tersenyum saling merangkul. Ya, foto itu ialah foto dirinya dengan Devan waktu kecil dulu.


Untuk masalah Laura, David bersyukur dirinya tak perlu memaksakan perasaannya untuk gadis yang selama ini mati matian mendapatkan cintanya itu, karna kini Laura berada di tangan yang tepat. Orang yang pastinya akan menyayangi Laura dengan tulus.


Ia pun memutuskan pulang kerumah, sudah lama David tidak lagi tidur dikantor.

__ADS_1


Selain karena neneknya melarang, ia juga tak ingin teringat kejadian ia tertidur sangat lama dikamar itu hingga mengakibatkan ia harus melepas sesuatu yang memang bukan untuknya.


Namun baru setengah perjalanan mobil yang ia tumpangi tiba tiba berhenti.


"Sepertinya ban nya bocor" ucap David keluar dari mobilnya untuk memastikan apa yang terjadi. Dan benar saja, ban mobilnya bocor, tak hanya satu tapi sekaligus dua membuat David bingung karena ban serep dimobilnya cuma satu.


Ia mengedarkan pandangan disekelilingnya, sepi. Karena dia memilih jalan pintas, jadi jarang lalu lalang kendaraan di daerah situ.


Dari kejauhan, terlihat lampu motor mendekat ke arahnya.


"Kenapa om? Mobilnya mogok?" ucap suara perempuan menghentikan laju sepeda motor matic nya.


David menoleh kearahnya, dilihatnya perempuan yang tadi siang menyenggol dirinya, dan memanggil dirinya dengan sebutan om.


"Kamu?" Tunjuk David.


"Iyaa ini aku,, yang tadi siang nabrak om gk sengaja. Tadi siang saya buru buru om" ucap gadis itu cengengesan.


"Stop panggil saya om, saya bukan om kamu!" ucap David.


"Kalau kamu disini cuma mau ngatain saya, sebaiknya kamu pulang sana. Gak baik anak kecil keluyuran malam malam begini" ucap David kesal.


"Dihh, om aku itu bukan anak kecil, lagian ya aku tuh pulang kerja bukan keluyuran" jelas gadis itu tak terima.


David hanya diam tak memperdulikan gadis kecil disebelahnya itu.


"Mobilnya kenapa om??" tanya gadis bernama Hanum itu.


"Ban nya bocor dua, tapi saya hanya memliki ban serep satu" ucap David tanpa menoleh.


"Rumah om masih jauh ya" tanya Hanum.

__ADS_1


"Rumah saya di perum Kenanga" jawab David sekilas menoleh ke lawan bicaranya.


Hanum nampak berfikir.


"Kayanya gak jauh dari sini deh, gimana kalo aku antarin om aja. Besok om kesini lagi bawa ban serep lain" jelas Hanum


"Ide bagus" ucap David.


"Om bisa bawa motor gak?"


"Bisa" jawab David.


Setelah menghubungi orang suruhannya untuk mengurus mobilnya, Kemudian David mengambil alih kemudi motor matic milik Hanum.


Sebenarnya David bisa saja menolak tawaran Hanum, karna anak buah David banyak tentu saja dengan mudah mereka pasti akan datang menolongnya.


Hanya saja ada sedikit rasa penasaran pada gadis kecil yang baru saja dua kali ia temui hari ini.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa ya my reader klik gambar JEMPOL, gambar Love, gambar Kado dan vote buat author yaa biar authornya tambah semangat 😊


.


.

__ADS_1


Terimakasih


.


__ADS_2