
Yukas membukakan pintu mobil untuk wanita yang kini telah sah menjadi istrinya, diiringi seulas senyuman hangat ia mempersilahkan Sandra keluar dari mobil sedan hitam miliknya.
"Silahkan tuan ratu" ujar Yukas dengan mengedipkan sebelah matanya, membuat Sandra tersenyum malu malu menerima uluran tangan Yukas yang hendak merengkuhnya.
Keduanya pun berjalan dengan mesra memasuki salah satu restoran yang dipilih Yukas sebelum keduanya memutuskan untuk check ini hotel.
Baru saja sampai di pintu masuk, Sandra dikejutkan oleh suara cempreng seorang wanita yang sangat dia kenal. Dengan gerakan cepat Sandra langsung melepaskan tangan besar yang merangkul pinggangnya dengan posesive.
"Mamii.." ujar seorang wanita yang juga sedang makan direstoran itu seraya melambaikan tangannya pada Sandra dan Yukas, sedangkan pria yang bersama wanita muda itu tampak tersenyum jahil pada keduanya.
Apalagi saat ia mendapati wanita yang telah melahirkannya itu tampak salah tingkah dan langsung melepaskan diri dari pria yang sudah resmi menjadi pendamping hidupnya kini.
Ya, sepasang pria dan wanita muda yang sedang makan di restoran itu adalah David dan Hanum.
"Kebetulan ada anak kita disini, ayo kita kesana" bisik Yukas ditelinga Sandra.
Namun Sandra tetap diam, ada gurat kegusaran diwajahnya.
"Sampai kapan mau berdiri disini, kita sudah terlanjur berpapasan dengan anak dan menantu kita loh" lagi lagi Yukas menyebut kata 'anak kita' semakin membuat dada Sandra bergemuruh dengan hebatnya.
Melihat Sandra yang hanya diam dan salah tingkah Yukas menyeret tangan Sandra dengan perlahan menuju meja dimana David dan Hanum berada.
"Wah kebetulan sekali kalian juga ada disini" ujar Yukas menyapa anak dan menantu dari istrinya itu.
"Iya kebetulan sekali, mungkin alam mendukung agar kita merayakan keluarga baru kita ini dengan dinner disini" jelas David, ekor matanya mengarah pada sang mommy yang sedari tadi diam dan menunduk. Padahal sebelum mommy nya menyadri kehadiran dirinyanya dan Hanum di tempat ini sang mommy tampak enjoy bersama Yukas walau pun masih sedikit malu malu.
"Mom.."
"Dave mommy bisa jelaskan semuanya" ucap Sandra dengan wajah yang seakan penuh sesal.
David mengerutkan keningnya.
"Apa yang mau mommy jelasin lagi?" kekeh David dengan senyum tipis di bibirnya.
"Mommy dan dia.." ujar Sandra jari telunjuknya mengarah pada pria matang berjambang disebelahnya.
"Dia suami mommy, mungkin mulai saat ini Dave bia memanggilnya papa mungkin atau daddy" jelas David dengan senyum hangatnya.
__ADS_1
Mendengar penuturan dari David senyum dibibir Yukas pun merekah. Beda halnya dengan Sandra, ia masih merasa malu pada putra semata wayangnya itu.
Ya, Sandra malu karena tertangkap basah tengah berangkulan mesra dengan suami barunya, yang padahal awalanya ia mati matian menolak keputusan dari David. Sandra juga masih merasa malu pada sang putra karena menikah diakibatkan kedapatan tengah berduaan didalam kamar dengan posisi yang tidak bisa dikatakan normal, dan David bisa merasakan itu dia faham apa yang ada didalam fikiran mommy nya saat ini.
"Emm sepertinya mommy kurang nyaman kalau Dave dan Hanum berada disini, kalo begitu kami lebih baik pergi" ujar David.
"Tidak, tidak.! Bukan begitu Dave, kalian tetap disini saja" segah Sandra.
"Tidak mom, kami harus kembali kerumah Devan. Lagi pula Dave sama Hanum sudah selesai makannya iya kan baby?" ucap David.
"Iya mamih, kita udah selesai makan ko. Karena ini udah malam juga, kalo dikampungku mih perempuan hamil itu gaboleh berkeliaran diluar malam malam, lagian Hanum udah kangen aja sama baby Ryshaka" jelas Hanum.
"Yasudah mommy sama papa baru selamat menikmati dinner nya, kita duluan yaa, ayo sayang"
Tinggal lah kini Sandra berdua dengan Yukas.
"Kamu kenapa gak jelasin apa apa tadi sama Dave?" ujar Sandra dengan raut wajah yang jutek namun Yukas sukai.
Sejak awal Yukas menyukai Sandra karena sifat arogan, jutek dan mulut ceplas ceplosnya. Yukas sudah muak dengan wanita yang manis dibibir namun namun penuh dengan dusta. Wanita bermulut pedas dan terlampau jujur itulah yang akhirnya menggerakkan hati Yukas untuk dipilih menjadi pelabuhan terakhirnya, meski selalu kata kata pedas yang keluar dari mulutnya, namun ada sorot ketulusan dari manik berwarna hitam milik Sandra.
"Jelaskan apa sayang? David jelas jelas sudah menerima hubungan kita"
Yukas menggenggam tangan kanan Sandra kemudian mengecupnya dengan lembut, ada gelenyer aneh yang Sandra rasakan kala punggung tangannya mengenai bibir basah dengan bulu bulu halus disekitarnya.
"David pasti mengerti apa yang kamu rasakan, buktinya dia memilih pergi karena tak ingin kamu merasa tak nyaman dengan kehadirannya. Sayang, anak kita sudah dewasa dia pasti mengerti"
"Anak kita?? Dave anakku" ujar Sandra.
"Anakmu anakku juga, begitu pun Alena. Sekarang kamu juga ibu untuknya" Yukas kembali mengecup punggung tangan Sandra.
Sandra sadar jika saat ini usianya sudah tak lagi muda, namun ia seolah ditarik kembali pada masa beberapa puluh tahun lalu. Ia seakan menjadi remaja yang baru saja merasakan indahnya jatuh cinta.
Kemudian pesanan makan mereka pun datang.
"Ayo makan yang banyak sayang, kamu butuh tenaga banyak untuk mengahadapiku setelah ini" ucapan Yukas itu mampu membuat wajah Sandra memanas dan semerah tomat.
***
__ADS_1
"Akhhh.. Sakit" desah Sandra kala suatu benda tumpul menyeruak memasuki inti dirinya.
"Tahan sayang, punya kamu sempit banget" ujar Yukas masih berusaha menerobos gua kenikmatan yang sudah lama tidak terjamah itu.
Sepuluh tahun Sandra menyandang status janda secara resmi, namun lebih dari sepuluh tahun tubuhnya tidak pernah disentuh laki laki. Karena semenjak suaminya ketahuan selingkuh, hubungan rumah tangga mereka menjadi berantakan. Rasa cinta yang bersemi pun seakan mati begitu saja. Jangankan untuk berhubungan badan, bertegur sapa pun bisa dihitung jari dalam sebulan.
Saat ini, malam pertamanya bersama suami baru. Namun rasanya masih sama seperti malam pertama dengan mantan suaminya dulu.
Sakit, susah untuk dimasuki itulah yang Sandra rasakan, bedanya tidak lagi megekuarkan bercak merah. Mungkin karena sudah lama tidak dipakai ditambah Sandra selalu rutin senam kebugaran tubuh, membuat semua organ dalam tubuhnya tetap kuat dan kencang.
"Emhh.."
"Akhh, akhirnya masuk semua" Yukas menarik nafas kemudian menghembusnya perlahan.
Yukas membiarkan miliknya bersemayam didalam sana, membiarkan dua alat kenikamtan itu saling mengenal dan mengisi satu sama lain dan belum berniat untuk bergerak.
Sedangkan kedua tangannya tampak asyik memilin dua choco chips dipucuk bukit ranum milik wanita yang tengah memejamkan matanya meredam sensasi luar biasa yang mereka ciptakan.
"Sayang buka matamu" ucap Yukas dengan sensual.
Saat mata Sandra terbuka, Yukas langsung meraup bibir merah yang menganga menggodanya. Dengan bibir yang beradu dan saling membelit, Yukas tak bisa lagi menahan pingg*lnya untuk perlahan bergerak naik turun membuat wanita dibawahnya belingsatan tak karuan menerima kenikmatan yang sudah lama ia dambakan.
"Sayang kamu nikmat banget akhh.."
.
.
Bersambung....
...Jangan Lupa...
...LIKE...
...KOMEN...
...VOTE...
__ADS_1
...TERIMAKASIH :)...
.