
"Nenek Hanum kangen banget sama nenek tau" ujar Hanum seraya memeluk nek Mawar.
"Iya nenek juga kangen, tapi nenek masih betah disini Han. Hehe" nek Mawar terkekeh.
"By te way, Mommy mana nek?" tanya David.
"Mommy kamu ada di kamarnya tadi katanya dia kebelet, tapi lama sekali. Biar nenek panggilkan" ucap nek Mawar.
"Gak usah nek, biar Dave saja yang panggil mommy! Nenek tunggu disini saja" sanggah David.
"Semuanya saya permisi dulu mau nyusul mommy sebentar" ucap David pada seluruh keluarga yang tengah berkumpul itu, ia pun beranjak dari posisi duduknya.
"Astaga, mommy ini teledor sekali, pintu kamarnya ko gak ditutup" monolog David.
Baru saja satu langkah David memasuki kamar ibunya, kedua bola matanya membulat sempurna melihat apa yang terjadi didepn matanya saat ini.
"Oh my god mommy..!!" ujar David dengan suara yang tak bisa dibilang pelan, sehingga membuat semua anggota keluarga merasa penasaran dan menghampiri sumber suara untuk memastikan apa yang terjadi.
Mendengar suara yang sangat familiar baginya, Sandra langsung bangkit dari posisinya sejenak menatap sinis pada pria Turki yang baru saja ia tindih itu.
"Dave ini gak seperti yang kamu lihat nak" Sandra mencoba mayakinkan sang putra, namun David masih mencerna keadaan ia tak mau gegabah menyimpulkan sesuatu.
"Ada apa kak? Om Yukas sedang apa dikamar mommy" tanya Devan, disusul yang lainnya yang juga merasa penasaran.
"Devan kamu kenal pria itu?" tanya David
"Oh om Yukas kakaknya bunda Elifia kak, ada apa ini?" ucap Devan dengan wajah penasarannya .
"Astaga Sandra pantesan kamu lama dikamar ternyata sedang berduaan" ucap Nek Mawar seakan menabah panas suasana.
Sandra semakin gelagapan, semua orang kini tampak menghakiminya tanpa membiarkan ia menjelaskan yang sebenarnya.
"Yukas ngapain kamu ada dikamar nyonya Sandra?" tegas tuan Erdan.
"Saya hanya memenuhi panggilan nyonya Sandra ini ba, saya aja kaget pas saya masuk tiba tiba dia langsung mendorong saya ke tempat tidur" jelas Yukas dengan ekspresi wajah yang dibuat buat kemudian memasang kembali satu kancing kemejanya yang sengaja ia buka sebelum bangkit dari tempat tidur.
Semua orang tampak terkejut, tapi tidak dengan David. Melihat mommynya gelagapan saat tertangkap basah sedangkan pria dewasa itu terlihat santai dan malah terkesan mengada ngada membuat David terkekeh dalam hati. Ia jadi teringat kejadian dulu bagaimana dirinya bisa menikah dengan Hanum.
__ADS_1
"Mungkin ini saatnya mommy bahagia, biar gak terus terusan merecoki aku dan Hanum. Lagi pula pria itu masih keluarganya Devan" batin David, seulas senyum terbit di bibirnya.
"Oh jadi ternyata ini alasan mommy betah tinggal disini hmm?" ucap David dengan senyuman jahilnya.
"Dave sayang, dengarkan mommy nak ini gak seperti yang dia ucapkan. Pria tua itu bohong Dave mommy gak kaya gitu" ujar Sandra.
"Tapi Dave sudah melihat dengan mata kepala sendiri loh mom, gimana kalo kalian dinikahkan saja.!! Bukan begitu tuan Erdan nyonya Elifia? Kalo saya sih sebagai putranya mommy Sandra saya setuju, Devan juga kan??" jelas David.
"Daddy.." lirih Hanum dengan mata yang memohon pada David agar suaminya itu meralat ulang ucapannya tadi, Hanum merasa kasihan pada sang mertua. Ia dapat merasakan kegundahan Sandra karena ia juga pernah berada di posisi yang sama. Namun David hanya tersenyum pada istrinya pertanda bahwa keputusannya sudah bulat.
"Dave mommy gak mau menikah lagi, apa lagi sama pria tua itu nak" mohon Sandra.
"Yukas bagaimana dengan kamu?" tanya tuan Erdan.
"Saya akan menikahi nyonya Sandra, bagaimana pun kami sudah tertangkap basah begini mau gimana lagi" ucap Yukas pasrah.
David ingin tertawa melihat kelakuan Yukas.
"Dia benar benar mirip denganku saat ingin menikahi Hanum" batinnya.
"Mumpung keluarga besar sedang berkumpul semua hari ini, bagaimana kalo kita nikah kan mereka hari ini saja" usul nek Mawar.
Sedangkan yang lainnya hanya mengikuti saja keputusan dua orang tertua itu dan kembali ke ruang keluarga karena acara akan berlangsung disana.
Sebelum keluar dari kamar, Yukas menepuk pelan bahu David dan tersenyum samar. Yukas bukan tak tau kalau sebenarnya David mengetahui kekonyolannya. Tapi dia senang karena calon anak tirinya itu mendukung keputusannya.
Setelah semua orang pergi, kini tinggallah David, Hanum dan Sandra.
"Dave mommy mohon, mommy gak mau menikah lagi sayang"
"Mom, Dave yakin ini yang terbaik untuk mommy. Apa mommy mau kesepian dihari tua mommy nanti?" jelas David.
"Ada kamu dan cucu cucu mommy kelak sudah cukup untuk mommy nak" bujuk Sandra.
"No mom! Itu tidak cukup buat mommy. Dave sudah berumah tangga dan kami punya plan sendiri kedepannya, tidak bisa menjamin akan selalu ada untuk mommy. Jika mommy ada suami, Dave akan tenang mom setidaknya ada yang menjaga mommy saat Dave jauh dari mommy kelak" jelas David.
"Tapi Dave..."
__ADS_1
"Mom, Dave yakin om Yukas itu orang baik. Percaya sama Dave, kalau dia macam macam sama mommy Dave gak akan tinggal diam" David masih terus mencoba meyakinkan sang ibu.
"Selama ini mommy terus berjuang untuk kebahagiaan Dave sampai mommy lupa kalau mommy juga butuh bahagia, sekarang Dave sudah menemukan kebahagiaan Dave yang sesungguhnya. Dan kini saatnya mommy menjemput kebahagiaan mommy" David kemudian memeluk wanita yang sangat berarti dalam hidupnya itu.
"Ehh kenapa masih peluk pelukan disini? Ayo kesana, penghulu sudah datang tuh" ujar Nek Mawar.
David menatap mata mommynya kemudian menganggukan kepalanya dan melangkah menuju ruang kelaurga dimana penghulu dan kelaurga yang lain sudah menunggu untuk melangsungkan akad nikah sepasang dewasa yang tak lagi muda itu.
***
"Papa kamu ko ngeduluin kita sih sayang" bisik Riki ditelinga Alena.
"Kamu sih kurang gercep" kekeh Alena.
"Ale harap papa bahagia selamanya pa, setelah apa yang mama lakukan ke papa mungkin ini saatnya papa bangkit dan memulai hidup baru lagi, kebahagiaan papa adalah kebahagiaan Ale juga" ucap Alena dalam hati, senyum tipisnya tampak mengembang saat matanya bersibobrok dengan sang papa yang kini tengah duduk dihadapan penghulu.
.
.
"Saya terima nikahnya Sandra Winata binti Adi Winata dengan maskawin tersebut dibayar tunai" lapal Yukas dengan lantang.
Mendengar suara sah yang bersautan membuat tubuh Sandra bergetar.
"Aku sudah menjadi istri pak tua itu" ucap Sandra pelan, namun tiba tiba pandangannya menggelap, tubuhnya lemas dan ia pun jatuh terkulai alias pingsan.
"Mommy..!!" teriak Devan dan David secara bersamaan..
Bersambung...
...Jangan Lupa...
...LIKE...
...KOMEN...
...VOTE...
__ADS_1
...TERIMAKSIH :)...
.