
"Baby kamu sedang apa?" ucap David kala mendapati istri kecilnya sedang termenung dimeja makan.
"Daddy??? Tumben sudah pulang jam segini?" ucap Hanum terkejut dengan kedatangan mendadak suaminya itu.
"Yes beby!! Saya pulang untuk jemput kamu. Kita akan fitting baju untuk acara resepsi nanti" ucap David, matanya tertuju pada paper bag berukuran cukup besar yang terletak didepan Hanum.
"Baby itu apa???" Tanya David matanya tertuju pada benda dihadapan Hanum.
"Ah ituu...." sebelum Hanum melanjutkan ucapannya David sudah lebih dulu membuka tas yang terbuat dari kertas itu.
"Susu persiapan kehamilan???" ucap David dengan mata yang berbinar, membuat Hanum jadi salah tingkah.
"Baby jadi kamu membeli ini semua??" ucap David antusias kemudian duduk disamping sang istri.
"Tidak dad" ucap Hanum ragu.
"Lalu kamu dapat dari mana sebanyak ini?" tanya David mengerutkan keningnya.
"Nyonya mami yang membelikan" ucap Hanum dengan senyuman terbit diwajahnya.
"Mommy???" ucap David tak percaya.
"Daddy tidak percaya kan?"
David hanya menganggukan kepalanya.
"Awalnya aku juga gak percaya, tapi ini nyata dad. Nyonya mami yang memberikan ini secara langsung padaku, barusan" jelas Hanum dengan mata yang berbinar.
"Yasudah, sekarang kamu ganti baju sana. Saya tunggu diruang tamu ya" ucap David kemudian disetujui Hanum.
"Mommy?? Apa ini artinya mommy mulai terbuka hatinya untuk Hanum?" batin David .
David masih tidak menyangka dengan apa yang telah mommy nya berikan pada Hanum, padahal jelas tadi pagi David mendengar teriakan dari momynya itu jika dia belum siap dipanggil oma.
Tak mau terlalu memikirkan, David hanya tersenyum simpul.
"Semoga ini pertanda baik, semoga keinginan mommy untuk segera memiliki cucu segera terkabulkan. Amiin" ucap David.
"Dave tumben kamu sudah pulang?" ucap Sandra.
"Eh mommy, iya nih Dave mau ke butik tante Mira fitting baju untuk resepsi nanti" jawab David.
"Ohh.." ucap Sandra singkat
"Emmm mom, makasih ya mommy sudah perhatian sama istri Dave!" ucap David lembut.
"Maksud kamu?" ucap Sandra sedikit ketus.
"Mommy membelikan Hanum susu persiapan kehamilan kan?? Makasih yaa mom, David akan bekerja keras agar keinginan momy segera dapat Dave berikan" ucap David semangat.
Tak bergeming, Sandra pun langsung meninggalkan putra semata wayangnya itu dan mengacuhkannya.
David hanya tersenyum.
"Sehat selalu ya mom, selama ini mommy selalu bekerja keras untuk kebahagiaan Dave, meskipun kadang selalu memaksakan kehendak sendiri" ucap David menghela nafas beratnya.
__ADS_1
.
.
"Daddy ayo!" ucap Hanum
David menoleh, ia dibuat terpana dengan penampilan istrinya yang untuk pertama kalinya ia lihat, selain saat pesta pertunangan Yoga.
"Baby, kau cantik sekali" ucap David
Hanum menggunakan dress hitam dibawah lutut bermotif bunga bunga kecil, serta dipadukan dengan outer rajut dan flat shoes yang simpel, namun tetap terkesan indah jika Hanum yang mengenakannya.
"Helleehh gombal aja" ucap Hanum seraya memonyongkan bibirnya.
"Iya loh, istriku ini cantik, terlihat anggun jika memakai dress" ucap David seraya mengelus pucuk kepala Hanum.
"Aku terpaksa pakai dress ini" ucap Hanum cemebrut.
David menaikan sebelah alisnya seolah bertanya mengapa
"Kaki aku masih sulit dirapatkan, kalau aku pakai celana semua orang pasti tau kalo aku.." ucap Hanum terhenti.
"Iya baby saya faham" ucap David kemudian meraih tangan istrinya menuju mobil.
.
.
Kini mereka telah sampai dibutik yang sama saat David me make over Hanum saat akan ke pesta pertunangan Yoga dan Laura.
"Selamat datang nak David" ucap perempuan seumuran Sandra.
"Tante baik, jadi ini calon istri kamu?"
"Iya tante, perkenalkan namanya Hanum" ujar David
"Yakin pasti jadi gak nih? Jangan sampai batal lagi seperti yang kemarin" ucap Mira dengan nada bercanda.
Namun tidak bagi David, baginya itu bukan ranah Mira berbicara seperti itu apalagi dihadapan Hanum.
"Baby, mari kita lihat lihat gaun pengantin nya disana" ujar David dengan wajah masam tak menghiraukan sang pemilik butik.
Hanum hanya menurut saja apa yang diucapkan sang suami, ia sendiri pun tidak terkejut dengan ucapan Mira, karena sebelumnya David sudah cerita tentang masa lalu nya.
Mira hanya diam terpaku menyentuh bibirnya.
"Apa saya sudah salah berbicara??" batin Mira.
"Ah sudahlah..." tak mengambil pusing Mira langsung menyusul sepasang calon pengantin itu.
.
.
"Baby kau ingat gaun itu?" tanga David seraya menunjuk salah satu gaun simpel nan elegan yang berada di display.
__ADS_1
Hanum ingat, itu adalah gaun yang saat itu pertama kali ia lihat langsung jatuh hati dan berangan ingin mengenakannya saat pernikahannya kelak.
Hanum mengangguk pelan.
"Kamu suka?" tanya David
"Iya dad, aku sangat suka. Tapi sepertinya mahal" ucap Hanum lemah.
"Oke, kita pilih yang itu" ucap David.
"Tapi dad.."
"Ssssttt" David langsung menahan bibir Hanum dengan jari telunjuknya.
"Apapun yang kamu suka, selagi saya mampu maka akan saya berikan" ucap David tulus.
"Hmmm so sweet banget cii sugar daddy nya aku" ucap Hanum memeluk pinggang David.
.
.
Setelah selesai memilih dan fitting gaun pengantin, mereka memutuskan untuk tidak langsung pulang.
David mengajak Hanum ke salah satu mall terdekat untun mengajaknya nonton.
"Gimana? Kamu senang hari ini?" ucap David
"Senang sekali dad, terimakasih" ucap Hanum mengcup lembut pipi suami dewasa nya itu.
Mereka pun keluar dari gedung bioskop dengan terus bergandengan tangan.
Saat mereka akan menuju pintu keluar tiba tiba ada suara yang memanggil nam Hanum.
"Hanum...!!" ucap suara seorang pria.
"Kamu Hanum kan???" ucap pria itu menghampiri Hanum dan David.
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa
LIKE
KOMEN
VOTE
Terimakasih
__ADS_1
.
.