My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.35 Makan Malam Part 2


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Devan dan Tiara kini sudah hampir sampai di kediaman Mahendra. Sebelum memasuki gerbang, dari arah berlawanan sebuah mobil lebih dulu masuk yang kemudian disusul mobil Devan.


"Sepertinya itu mobil kak David" ucap Tiara.


"Ya, itu memang mobil kakak" jawab Devan, ia memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari mobil David.


Tak lama, keluarlah si pemilik mobil yang tak lain ialah David dan disusul seorang wanita cantik dari pintu satunya lagi.


Segera Devan akan membuka pintu mobilnya, namun ditahan oleh Tiara.


"Tunggu!!" ucap Tiara


Devan hanya menaikkan sebelah alisnya menatap Tiara seolah bertanya mengapa.


"Biarkan mereka masuk duluan sayang, agar kak David tidak canggung dengan kehadiran kita" ucap Tiara yang kemudian disetujui Devan.


David yang tidak menyadari kedatangan Devan dan Tiara langsung memasuki rumah bersama Laura.


"Ehh anak sama calon menantu momy sudah datang" sambut bu Sandra.


"Hallo tante, ini Laura bawakan kue kesukaan tante" ucap Laura seraya memberikan sebuah bingkisan.


"Makasih loh sayang, tante selalu suka kue buatan kamu" ucap bu Sandra. David masih tak bergeming melihat interaksi kedua wanita dihapadannya itu.


"Assalamualikum" ucap suara dari arah pintu utama, ketiga nya pun menoleh.


Bu Sandra nampak sumringah menyambut kedatangan anak tiri dan istrinya itu, karna dibalik itu ada sesuatu yang menjadi tujuannya.


"Wahh kalian nampak serasi sekali, ayok masuk nenek sudah menunggu kalian dari tadi" ucap bu Sandra.


Berbeda dengan David, sekilas ia menatap sepasang suami istri itu. Dadanya bergemuruh, hatinya sakit, entah mengapa rasanya emosinya seakan memuncak. Apalagi ketika momy nya bilang mereka sangat serasi.


Tak mau berlama lama ditempat itu, David kemudian beranjak pergi.


"Mom Dave mau mandi dulu" ucap David kemudian pergi.


Laura hanya menatap nanar pujaan hatinya itu. Meskipun saat ini ia sedang tersenyum lebar, namun dalam hatinya ia merasa sesak.


"David nampak sekali masih cinta sama Tiara" batin Laura.


"Oh iya Devan Tiara kenalkan ini Laura, calon istrinya David" ucap bu Sandra sarkas.


Pasangan suami istri itu hanya tersenyum ramah.


"Haii, aku Tiara" ucap Tiara seramah mungkin.


Jika saja dirinya tidak ikhlas menerima takdir, bisa saja Tiara melabarak Laura saat ini juga. Perempuan yang waktu itu mengirimkan vidio dihari pernikahannya. Sehingga ia berakhir menjadi istri Devan, yang seharusnya menjadi adik iparnya.


"Laura" ucap Laura, sejujurnya ia malu bertemu Tiara atas apa yang ia lakukan dulu. Tapi bagaimana lagi, keadaan memaksa keduanya berkumpul dalam satu moment ini.


"Kalian kapan datang??" ucap nek Mawar yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Baru saja nek" ucap Devan kemudian menyalami neneknya tersebut dan disusul Tiara.


********

__ADS_1


Diruang makan.


Setelah hidangan siap, kini mereka sudah berkumpul untuk memulai acara makan malam yang jarang sekali terjadi ini.


Seperti biasa, Tiara melayani suaminya dengan telaten. Hal itu tak lepas dari pandangan semua orang yang berada disana, terutama David yang sesekali melihat dengan tatapan tajam nya.


"Harusnya aku yang Tiara layanin seperti itu" batin David.


"Nenek senang sekali melihat kalian harmonis kaya gini" ucap nenek.


Mendengar itu, bu Sandra semakin melebarkan senyumnya.


Entah mengapa David merasa suasana diruanangan makan berubah menjadi panas seketika.


Melihat David yang intens menatap Tiara, membuat Laura tak nyaman. Kalau dulu sewaktu David masih pacaran dengan Tiara ia sebisa mungkin menghidari mereka, karna takut tak bisa menahan cemburunya. Kini ia harus melihat secara langsung tatapan mendamba David untuk Tiara, meskipun sedikit terhalang kabut cemburu di matanya.


"Baby mau aku ambilkan lauknya???" tanya Laura mencoba mengambil perhatian David.


"Tidak perlu!!! Aku bisa sendiri" jawab David ketus.


Laura hanya bisa menghela nafasnya, kemudian kembali tersenyum lebar.


Sedangkan Tiara dan Devan hanya saling menatap sambil tersenyum samar melihat tingkah David.


"Imut makan yang banyak" ucap Devan pada Tiara.


"Iya sayang, ini juga udah banyak ko" ucap Tiara.


David merasakan suasana semakin panas.


"Pasti mom!!" jawab Devan singkat.


"Devan, nenek senang sekali kamu sekarang sudah pandai berekspresi. Tidak lagi datar seperti dulu" ucap nek Mawar.


"Karna Devan sudah berhasil menemukan apa yang selama ini Devan cari nek" ucap Devan tersenyum samar.


"Apa itu Devan???" tanya Sandra penasaran.


"Tiara, anak perempuan kecil yang dulu Devan temui di kampung bu Hilda yang menghilang entah kemana, kini sudah menjadi istri Devan" jelas Devan.


Ukhuukkk ukhhukk


Penjelasan Devan membuat David tersedak.


"Itu tidak mungkin" batin David.


"Baby!! Kamu tidak apa apa? Ini minum dulu" ucap Laura menyodorkan segelas air putih.


"Aku tidak apa apa, aku sudah kenyang" ucap David setelah minum ia pergi meninggalkan ruang makan, kemudian disusul Laura.


Tiara yang merasa tak nyaman dengan situasi ini, ia menatap kearah suaminya.


Seakan faham Devan menggenggam tangan istrinya seolah berkata "semua akan baik baik saja.


*****

__ADS_1


Setelah selesai makan Tiara dan Devan pamit karna malam ini mereka akan tidur dirumah ayahnya Tiara.


"Kenapa kalian tidak menginap disini aja sih, nenek kan masih kangen sama kamu dan Tiara" ucap nek Mawar pada Devan.


"Tidak apa apa nek, lain kali saja kami menginap disini. Nenek jaga kesehatan yaa jangan lupa diminum vitamin nya" ucap Devan memeluk sang nenek.


Selesai berpamitan Devan dan Tiara pun meninggalkan kediaman Mahendra.


*****


Sedangkan ditempat lain, tepatnya di balkon kamar David.


David menatap mobil adiknya kini sudah jalan menjauh dari rumah utama.


Saat ia akan masuk ke kamar, ia terkejut dengan kehadiran Laura disana yang entah sejak kapan.


"Baby..." ucap Laura


"Cukup!!! Jangan panggil aku dengan sebutan itu" ucap David yang masih dibakar emosi api cemburunya.


"Dave.." ucap Laura ragu.


"Laura, sebenarnya apa maumu hah!! Kenapa kamu selalu menguntitku, padahal kamu sudah tau kan aku tidak cinta sama kamu dan tidak akan pernah!!" ucap David sarkas.


Laura tak bergeming, menahan sesak dihatinya yang kini seakan pecah berkeping keping.


"Aku tau Dave kalau kamu tak mencintaiku, tapi mendengar dari mulutmu langsung ini sangat menyakitkan" ucap batin Tiara.


Bibirnya masih kuat untuk memberikan senyuman lebar pada David. Meskipun matanya sudah berkaca kaca.


"Laura tolong ya, aku minta kamu jangan pernah menguntit aku lagi. Jangan berharap mendapatkan cintaku lagi, karna itu tidak mungkin. Cintaku hanya untuk Tiara seorang. Dan kamu??? Kamu telah sekongkol dengan momy memgagalakn pernikahanku. Kau licik sekali" ucap David tanpa menatap lawan bicaranya.


Laura masih enggan menjawab semua ucapan David, karna permintaan David sangat sulit baginya dan tuduhan yang David lontarkan itu benar adanya. Namun ia paksakan untuk masih tetap tersenyum.


"Kenapa masih disini??? Keluar dan aku minta jangan pernah menguntit atau menemuiku lagi dengan segala tingkah lebay mu itu" ucap David.


Tanpa berucap, Laura pun meninggalkan kamar David.


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan lupa, Like Komen dan Vote cerita author ya my readers!!


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2