
Ada yang kangen sama Hanum??? Eps ini kita bahas rumah tangga Hanum dulu yaa zheyenk.. Maaf author up nya lama, baisalah namanya emak emak banyak kesibukannya..
*************
Pagi hari di kediaman keluarga Mahendra.
Semua anggota keluarga telah duduk dimeja makan, kecuali Hanum yang sedang sibuk mengambil hasil masakan yang telah ia buat.
"Aduhh maaf ya, hari ini Hanum kesiangan" ucap Hanum dengan tangannya yang sibuk melayani sang suami yang kini sedang menatapnya intens dengan senyum manis diwajahnya.
Ya, yang membuat Hanum kesiangan adalah David. Setelah selesai melaksanakan ibadah subuh, David malah meminta jatahnya karena semalam Hanum ketiduran. Alhasil Hanum menjadi telat membuat sarapan pagi untuk mereka semua.
"Makanya kamu tuh jangan keras kepala, saya kan sudah bilang biar mbak Siti saja yang mengurus dapur, kamunya malah susah dibilangin" ucap Sandra tanpa menoleh kearah sang menantu.
Hanum hanya tersenyum menanggapi mertuanya itu. Dari dulu Sandra memang tidak berubah, masih saja jutek padanya. Namun Hanum sudah faham, jika karakter mertuanya memang begitu. Meskipun jutek, namun tetap ada kepedulian yang tersirat dibalik kata katanya.
"Oiya, nenek hari ini mau ke Desa, mau nginap disana untuk beberapa hari. Nenek sudah kangen sekali pada Devan dan Tiara" ucap Nek Mawar.
"Perlu Dave antar nek?" ucap David
"Tidak perlu, orang suruhan Devan sudah on the way kesini untuk menjemput nenek" ujar nek Mawar.
"Yaah, Hanum bakal kesepian dong kalo gak ada nenek, nenek jangan lama lama ya disananya" ucap Hanum dengan wajah yang memelas.
"Tenang saja, kan masih ada mommy kamu" ucap nek Mawar, ekor matanya melirik ke arah Sandra.
Namun orang yang dimaksud tetap tak bergeming, mereka pun kembali melanjutkan kegiatan sarapan paginya dengan khidmat.
.
.
Selesai sarapan, mobil jemputan nek Mawar telah tiba, karena sudah bersiap dari pagi nek Mawar pun langsung pergi ke Desa untuk mengunjungi cucunya yang satu lagi.
Kepergian nenek dari rumah disusul David yang akan berangkat ke kantornya. Kini dirumah tinggallah Hanum dan mertuanya, tak lain ialah Sandra.
"Gimana udah ada tanda tanda belum?" ucap Sandra pada Hanum yang kini tengah sibuk mencuci piring.
Hanum hafal betul arah pembicaraan sang mertua, karena hampir setiap hari Sandra menanyakan itu pada dirinya.
"Sepertinya belum nyonya mami" ucap Hanum dengan memaksakan senyumannya.
"Makanya kamu tuh kalo dibilangin jangan ngeyel, stop mengerjakan pekerjaan rumah. Biar para embak saja yang mengerjakan! Jangan terlalu lelah" ucap Sandra dengan wajah juteknya kemudian pergi dari dapur.
"Huffth.. Gimana mau hamil, haid ku aja tidak teratur, terakhir haid malah pas waktu nikah mendadak itu, sampe sekarang sudah hampir dua bulan malah belum dapet lagi" gumam Hanum seraya menghembuskan nafas kasarnya.
__ADS_1
Telat datang bulan memang sudah sering Hanum alami sejak ia masih duduk di bangku sekolah. Dan menurut pemikiran polos Hanum jika orang hamil pasti akan muntah muntah di pagi hari, sedangkan dirinya tidak. Makanya ia hanya beranggapan jika dirinya hanya telat haid biasa seperti yang sudah sudah.
Setelah selesai dengan kegiatan mencuci piringnya, Hanum bergegas dari dapur dengan wajah yang memelas.
"Kenapa non, pasti dapat pertanyaan itu lagi dari nyonya ya?" tanya mbak Siti yang kebetulan sedang mengepel lantai diarea dapur.
"Hu'um mbak" ucap Hanum seraya memonyongkan bibirnya kemudian mendudukan dirinya di kursi minibar dapur.
"Yang sabar ya non, nanti juga kalau sudah waktunya pasti Allah kasih ko" ucap mbak Siti.
"Amiin, oiya mbak kayanya aku harus nurutin ucapan nyonya mami deh, mulai besok urusan dapur aku serahin ke mbak Siti aja deh ya, huammm" ujar Hanum seraya membuka mulutnya dengan lebar karena kantuk yang menderanya.
"Mbak, aku keatas dulu ya mataku rasanya berat banget" ucap Hanum kemudian berjalan menuju kamarnya.
"Ngantuk banget sih, sampe perih nih mata, padahal semalam aku tidur cepat karena ketiduran. Bodo ah, masih ada waktu dua jam buat nganterin makan siang buat daddy, mending aku tidur dulu sebentar" ucap Hanum kemudian membaringkan tubuhnya diatas kasur.
.
.
Hanum mengerjapkan kedua matanya, tidurnya terganggu akibat kedatangan seseorang yang langsung meringsek memeluk tubuh Hanum yang tengah terlelap.
"Dadd.. Daddy???" Hanum tercengang karena yang memeluk dirinya saat ini adalah suaminya, David hanya menganggukkan kepalanya pelan dengan senyum hangat yang tak luntur dan malah menambah eratkan pelukannya.
"Kenapa pulang cepat?" ucap Hanum dengan kedua alis yang bertaut.
"Makan siang? memangnya sekarang jam berapa dad?" ucap Hanum kelabakan.
David menunjukan jam yang bertengger dipergelangan tangannya.
"Astagfirullah..! jam setengah dua!! Maaf dad aku ketiduran" ucap Hanum buru buru bangkit dari posisi tidurnya dan bergegas akan keluar dari kamar, namun gagal karena tangannya dicekal oleh sang suami dan ditarik kedalam pangkuannya.
"Babby.. kamu mau kemana?" tanya David lembut.
"Aku mau masak, daddy pasti laper banget kan? Maaf aku ketiduran" ucap Hanum dengan wajah yang penuh sesal.
"Babby, saya sudah membeli makanan untuk kita" ucap David, Hanum mengikuti ekor mata David yang magarah pada meja dibalkon kamar mereka yang sudah penuh dengan makanan.
"Daddy..." ucap Hanum lirih, ia merasa bersalah karena tidak membuatkan makan siang untuk sang suami.
"Kenapa babby, ayo makan saya tau kamu pasti laper kan?" ucap David kemudian menggendong tubuh istrinya menuju balkon kamar.
"Daddy maafin aku ya, janji besok aku gak akan jadi pemalas yang suka tidur lagi" ucap Hanum dengan wajah menggemaskannya.
"Iya babby! tenang saja, kamu bebas melakukan apa saja yang kamu mau. sekalipun itu hanya tidur seharian" ucap David mencium seklias bibir ranum milik Hanum.
__ADS_1
"Yasudah mari kita makan" ucap David, Hanum hanya mengangguk kemudian turun dari pangkuan sang suami.
******
"Wahhh nenek sudah datang, Tiara kangen banget" ujar Tiara berhambur kedalam pelukan nek Mawar kala nenek suaminya itu baru saja keluar dari mobil.
"Sama nenek juga kangen sama kalian" ucap nek Mawar kemudian nerlaih memeluk cucu lelakinya.
"Eh ini kalian mau kemana sudah rapi begini?" ucap nek Mawar memandang bergantian Tiara dan Devan yang memang nampak terlihat siap untuk bepergian.
"Nek, Kita mau jenguk kakeknya Devan kebetulan beliau juga akan pulang hari ini dari rumah sakit" ucap Tiara lembut.
"Nenek ikut ya, masa nenek ditinggal sendiri dirumah" pinta nek Mawar.
"Boleh dong, iya kan sayang" ucap Tiara mengedipkan sebelah matanya pada sang suami.
Mendapat kedipan manja dari Tiara, Devan malah salah fokus.
"Imut.." ucap Devan tak nyambung, karena ia malah terpana oleh wajah gembul milik istrinya.
"Sayang ihh" Tiara menggoyangkan lengan Devan
"Ah iya, tentu saja nenek boleh ikut" ucap Devan gelagapan kemudian melangkah mendahului dua wanita dihadapannya guna membuka pintu mobil untuk dua wanita spesial di hidupnya itu.
.
Bersambung...
Buat yang udah setia nunggu author up. terimakasih banyak muahh muahhh..
...Jangan Lupa...
...LIKE...
...KOMEN...
...VOTE...
...InsyaAllah author bakal up terus tiap hari....
...Terimakasih...
.
.
__ADS_1
.