My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.110 Usia Tua, Jiwa Muda


__ADS_3

Setelah acara akad nikah dadakan itu usai, para tamu pun satu persatu pulang kerumah masing masing.


"Ibu ayah kenapa gak nginep aja sih disini" ucap Tiara saat mengantar ayah dan ibunya yang akan pulang.


"Mumpung lagi di desa, ayah sama ibu mau nginep di cibungur aja ra. Lagian kan disini udah rame, nanti deh kapan kapan ayah sama ibu nginep disini" jelas ayah.


"Iya ra, ibu udah kangen banget suasana di cibungur" sambung ibu Tiara.


"Yaudah deh, hati hati yaa kalau sudah sampai kabarin kami" ujar Tiara kemudian menyalami kedua orang tuanya, begitu pun Devan.


Setelah mengantar orang tuanya, Tiara dan Devan kembali masuk kedalam rumah menghampiri David yang tengah duduk diruang tamu bersama Hanum yang tampak memanyunkan bibirnya, mereka pun duduk berjauhan.


"Heyy kenapa kakak ipar kenapa masam begitu mukanya?" tanya Tiara kemudian duduk disamping Hanum,


Devan mendaratkan pinggulnya disebelah sang kakak merasa heran istrinya sedang merajuk namun David malah senyum senyum gak jelas.


"Aku sebel banget tau kak sama daddy anakku itu, gara gara keputusannya untuk menikahkan mami, sekarang mami pingsan dan belum sadarkan diri, kasian mami pasti merasa tertekan" gerutu Hanum.


"Saya juga heran, kenapa kakak tiba tiba setuju mommy menikah dengan om Yukas? Saya yakin mommy gak mungkin seperti itu" timpal Devan, kedua tangannya berlipat di dada dan menatap heran sang kakak.


Mendengar ocehan dua orang itu David hanya terkekeh.


"Aku juga tau kok kalo mommy gak mungkin kaya gitu, tapi melihat tingkah om Yukas aku jadi teringat saat aku dinikahkan paksa dengan Hanum. Hahaha" jelas David dengan diiringi tawa ringannya.


Ketiga orang itu pun mengerutkan kening semakin heran.


"Maksud daddy gimana?" tanya Hanum.


"Malam itu kita aku sama Hanum gak ngapa ngapain, cuma berteduh aja karena mau pulang malah hujan deras. Terus saat digerebeg warga aku pasrah aja deh dinikahkan paksa. Padahal niatku memang ingin menikahi doi, hehe


Makanya babby kamu jangan khawatir mommy akan tertekan. Buktinya kamu aja sekarang bahagia kan sama suami dadakanmu ini" jelas David.


"Tiara, anakmu nangiss nih.." teriak nek Mawar dari pintu kamar, Tiara dengan sigap langsung bangkit menuju tempat dimana anak gemasnya itu sedang menunggunya dengan lapar.


"Kalian ngapain masih duduk disini, pilih kamar mana aja buat kalian istirahat. Saya mau nyusul Tiara dulu" ucap Devan meninggalkan David dan Hanum berdua diruang tamu.


"Dari pada mikirin mommy yang sebentar lagi juga lupa sama kita, mending kita keliling desa sini yuk. Didekat kebun teh milik Devan ada kebun bunga, kamu pasti suka" ajak David.


Wajah masam Hanum berubah cerah seketika mendengar ajakan dari sugar daddynya.


"Ayok my sugar daddy,! Lets go..."

__ADS_1


***


Disebuah ruangan, lebih tepatnya kamar tidur. Seorang pria dewasa berjambang namun tak terlalu lebat, hidung bangir, dan memiliki manik coklat terang tengah duduk menatap wajah terpejam wanita yang beberapa jam lalu ia halalkan.


"Cepat bangun sweety, malam pertama kita sudah menanti" bisik Yukas ditelinga Sandra yang kedapatan tengah pura pura tertidur itu.


Sandra memang sudah sadar sejak setengah jam yang lalu, namun karena ia masih belum menerima kenyataan jika sekarang ia sudah bersuami membuat ia malas membuka matanya. Apa lagi sedari tadi Yukas terus menatapnya dengan intens.


Mendengar sebuah bisikan suara berat seorang pria, yang mengatakan tentang malam pertama membuat Sandra refleks membuka kedua matanya lebar lebar.


"Ck tutup mulutmu" ujar Sandra dengan malas, kemudian mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping agar tak berhadapan langsung dengan Yukas.


"Saya hanya mengingatkan, tadi siang kita sudah menikah dan nanti malam adalah malam pertama kita sweety" ucapan Yukas itu mampu membuat wajah Sandra memerah bak tomat busuk.


"Omong kosong apa itu? Malam pertama itu hanya untuk pasangan muda, anda ingat usia dong!! sudah setengah abad pun"


Bukannya tersinggung, Yukas malah tertawa pelan kemudian membaringkan diri disebelah Sandra meringsek memeluknya dari belakang.


"Usia boleh saja tua, tapi jiwa masih muda sayang. Kamu mau berapa kali hmm malam ini? Sampai pagi pun saya kuat" ujar Yukas manja dengan tangannya yang mulai mermabat merabai tubuh sintal yang tengah dalam dekapannya.


"Hishh ini tangan bisa diem gak???"


Sandra menepis lengan pria tua nakal itu, namun Yukas terus mengulang ulang membuat Sandra akhirnya pasrah.


"Aku takut hamil, diusiaku saat ini aku gak mau memiliki anak lagi, kasian nanti anaku usianya baru tujuh belas tahun tapi mommynya sudah nenek nenek" lirih Sandra, akhirnya uneg uneg dalam hatinya keluar juga.


"Kamu tau, meskipun saya kuat diatas ranjang tapi saya ini mandul. Gak bisa punya anak" ucap Yukas, Sandra sontak membalikan tubuhnya dan kini keduanya berhadapan dengan posisi wajah sangat dekat.


"Are you seriuous???"


"Yes"


"Lalu anak perempuanmu itu?"


"Alena bukan anak kandung saya, selama ini mamanya Alena sudah membohongi saya bahkan dia sering affair dibelakang saya. Itulah alasan kami bercerai, namun saya menyayangi Alena lebih dari apapun karena sejak dia dalam kandungan saya menganggap Alena hasil dari benih saya" jelas Yukas.


"Astaga, ternyata bukan hanya laki laki saja yang baj*ngan, perempuan pun ada yang seperti itu" batin Sandra.


Sedang sibuk dengan segala pemikiriannya, tiba tiba kedua bola matanya membesar. Ada sesuatu yang basah dan kenyal menyesap bibirnya, yang ia tau itu adalah bibir milik Yukas suaminya.


Sandra hanya diam dan menerima serangan dari bibir suami barunya, entah kapan terakhir kali ia merasakan bibirnya disentuh seorang pria. Gesekan bulu bulu halus dari wajah Yukas, juga tangannya yang bergerliya kesana kemari membuat sesuatu yang sudah lama padam dalam dalam diri Sandra kini mulai terasa berkobar kembali.

__ADS_1


Semakin lama tubuhnya semakin terasa panas, hingga akhirnya ia pun mengakhiri kegiatan beradu lidah yang memabukan itu.


Plupp..!


Bibir yang sama sama basah itu terlepas hingga mengeluarkan suara.


"Kenapa udahan sih? Udah gak kuat nih" ujar Yukas dengan wajah tak rela.


"Aku.. Aku gak mau disini, malu sama anak anak dan cucu" ucap Sandra malu malu.


"Baiklah, ayok kita cari tempat lain" Yukas langsung bangkit dari pembaringannya, merapikan pakaiannya dan mengambil kunci mobil.


"Kemana?" tanya Sandra.


"Kita cari hotel terdekat sayang" ucap Yukas lalu mengedipkan sebelah matanya.


***


"Ehh pengantin baru mau kemana?" goda Nek Mawar saat melihat Yukas dan Sandra bergandengan keluar dari kamar.


"Mau cari angin dulu bu, sekalian mau makan malam diluar" jawab Yukas, sedangkan Sandra masih canggung dan merasa malu pada ibu mertuanya itu.


"Yaudah hati hati, selamat bersenang senang" ucap nek Mawar sedangkan keduanya hanya tersenyum samar.


"Dasar ya! Gayanya aja gak mau nikah lagi, udah sah aja langsung nempel kaya prangko" gumam nek Mawar menatap dua sejoli terus bergandengan tangan menuju pintu keluar.


Bersambung....


...JANGAN LUPA...


...TINGGALKAN JEJAK JEMPOL...


...LIKE...


...KOMEN...


...VOTE...


...TERIMAKSIH :)...


.

__ADS_1


__ADS_2