My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.114 Bertemu Tante Girang


__ADS_3

Setelah berdiskusi dan berpamitan pada tuan Erdan dan Lifia, Yukas dan Sandra pun bersiap untuk kembali melanjutkan perjalanan pulang kerumah utama milik keluarga Mehmed dikota B.


"Sayang apa kamu yakin gak mau ikut ke kota bersama papa dan mommy?" sekali lagi Yukas memastikan keputusan putrinya untuk tetap tinggal bersama tantenya Elifia.


"Tidak pa! Ale sangat betah disini, lagi pula kan sudah ada mommy Sandra jadi papa gak bakalan kesepian lagi dirumah, mommy Ale titip papa ya" ucap Alena kemudian berhambur kedalam pelukan Sandra.


"I..iya sayang" jawab Sandra singkat kemudian membalas pelukan anak dari suami barunya itu.


Mobil milik Yukas pun perlahan menjauh dari area rumah Elifia, namun sebelum ketiga orang itu masuk kedalam rumah sebuah motor KLX dengan si pengemudi berhelm fullface menghentikan niat mereka.


"Elif siapa itu?" tanya tuan Erdan


"Tidak tau ba"


Beda halnya dengan Alena, ia senyum senyum sendiri kala si pengendara motor mulai melepas helm full face nya.


"Ohh Riki, bunda kira siapa tadi" ujar Lifia setelah melihat pemilik motor itu menampakkan wajah.


Pria itu pun turun dari sepeda motornya kemudian menyalami Lifia dan tuan Erdan secara bergantian.


"Jadi begini Bunda, Tuan Erdan rencananya saya mau aja Alena untuk jalan jalan ke desa sebelah" ucap Riki menuturkan maksud dan tujuannya datang bertandang.


"Bagaimana saya bisa melarang, belum dikasih izin saja cucu saya ini sudah tersenyum senang begitu" tutur tuan Erdan melihat wajah Alena yang bersemu merah.


"Jadi tuan dan bunda mengizinkan?" tanya Riki memastikan.


"Tentu saja, tapi hati hati ya nak kalian kan pergi menggunakan motor pulangnya juga jangan terlalu malam, mengingat disini masih banyak perkampungan sepi dan hutan hutan" ucap Lifia.


"Terimakasih bunda, saya akan pastikan untuk berhati hati dan pulang tidak larut malam" Riki kemudian memberikan sebuah paper bag pada Alena yang didalamnya sebuah sweater boomber perempuan berwarna hijau army senada dengan jaket bomber yang dikenakan Riki.


"Tante opa, Ale pergi dulu ya sama Riki" ujar Alena yang diangguki oleh kedua orangtua itu.


Setelah memasangkan satu helm lain untuk Alena, Riki mulai melajukan sepeda motornya dan menjauh dari kediaman Lifia.


"Pantas saja dia tak ingin kembali ke kota B bersama papanya rupanya sesuatu yang membuat ia sangat betah disini ya cinta haha" kekeh tuan Erdan.

__ADS_1


"Ya begitu lah ba anak muda, baba juga kaya gak pernah muda aja. Ayo masuk kedalam sebentar lagi waktunya makan siang" ajak Elifia seraya menggandeng lengan renta milik cinta pertamanya itu.


***


"Sayang bangun, sebentar lagi kita sampai nih" Yukas berbisik ditelinga istrinya yang sepanjang jalan terus memejamkan matanya tertidur.


"Apaan sih mas, kamu ganggu aja udah tau semalam aku gak tidur gara gara kamu!" Sandra masih enggan membuka matanya karena terasa sangat berat.


"Kita makan dulu yu, biar nanti sampai rumah kita bisa langsung..." ucap Yukas sengaja digantung.


"Langsung apa? Jangan aneh aneh deh mas emang gak cape apa?" gerutu Sandra, kini ia sudah membuka kedua matanya lalu mengedarkan pandangannya memindai setiap penjuru kota yang baru pertama kali ia singgahi ini.


"Maksud mas langsung istirahat sayang, kamu ko mikirnya yang lain" Yukas tersenyum lebar karena berhasil mengerjai wanita judes yang berstatus istrinya itu. Sandra memilih tak menggubris ucapan pria berjambang yang dengan sengaja membuat wajahnya memanas akibat malu.


***


Yukas sengaja memilih restoran elit untuk makan siangnya bersama Sandra, sebagai bentuk penyambutan untuk istri barunya dikota tempat ia tinggal selama ini. Ia memilih tempat duduk yang berada diujung agar tidak terlalu dekat dengan pengunjung lain, demi kenyamanan Sandra tentunya.


Setelah selesai memesan makanan Sandra pamit ke kamar mandi untuk merapikan penampilannya yang sedikit kusut akibat teridur didalam mobil tadi.


"Iya sayang, jangan lama lama pesanan kita sebentar lagi tiba" jawab Yukas, Sandra hanya tersenyum tipis kemudian beranjak dari hadapan sang suami.


Baru saja akan memasuki pintu toilet, Sandra dikagetkan oleh dua orang laki laki dan perempuan yang sepertinya sepasang kekasih baru saja keluar dari salah satu pintu toilet yang sama secara bersamaan.


Pria yang Sandra perkirakan masih berumur dibawah tiga puluh tahun itu pun dengan langkah cepat keluar dari toilet wanita. Sedangkan siperempuan yang ia yakin usianya tak berbeda jauh dengan dirinya sedang mematut diri didepan cermin.


"Astagaa, mungkin ini kali ya yang dinamakan tante girang. Aku aja selama ini menjanda meskipun sering berfoya foya sama geng ku tapi mana pernah main berondong" batin Sandri sesekali melirik pada perempuan disebelahnya.


"Kenapa? Mau juga main sama berondong? Mau saya ajarin?" tanya wanita yang Sandra sebut tante girang itu.


"Tidak perlu! Saya punya suami" ujar Sandra kemudian masuk kesalah satu bilik demi menghindari tante tante yang menurutnya nakal itu.


"Ya tuhan, semoga anak dan keturuananku terhidar dari perempuan gatal seperti orang tadi" ujar Sandra dalam hati seraya mengelus dadanya dan menyandarkan punggungnya pada sandaran closet.


"Tapi kenapa wajah wanita itu tidak asing? seperti mirip dengan seseorang?" monolog Sandra.

__ADS_1


"Bodo amat deh, bukan urusan aku!"


**


Yukas duduk dengan tenang menunggu istrinya yang belum juga kembali dari kamar mandi, ada sedikit rasa cemas dalam dadanya hingga akan menyusul Sandra ketoilet sana.


"Hay mantan suami, ternyata kamu disini juga. Kamu semakin gagah saja honey" ucap suara perempuan yang sangat familiar bagi Yukas mampu menghentikan niatnya untuk menyusul sang istri, dan tidak salah lagi saat Yukas menoleh pada sumber suara ternyata Alisa sedang melangkah mendekat ke meja dirinya.


"Ngapain kamu disini?" tanya Yukas dingin.


"Aku habis kencan dengan pacar berodongku, tapi biar pun dia masih anak kemarin sore tapi mampu mengimbangiku seperti kamu honey" ucap Alisa, ia seolah lupa dengan dosa dosanya pada Yukas.


"Honey apa kamu tidak kangen dengan goyangan hot aku? kalau mau kita bisa cari hotel terdekat disini" Alisa mencoba merayu Yukas lagi, ia yakin bahwa Yukas pasti masih mencintainya. Setelah ia resmi bercerai dengan Yukas, hidupnya semakin tak terarah ia semakin bebas berhubungan dengan siapa saja asalkan mendapatkan uang.


Tak lama pesanan makanan Yukas datang.


"Honey kamu memesan makan dan minuman dua, apa kamu tidak sendiri? bersama siapa?" tanya Alisa penasaran.


Dari kejauhan, Sandra melihat wanita gatal yang ia temui sedang mesum dikamar mandi tadi sedang berbincang dengan suaminya.


"Ngapain dia berbicara dengan suamiku? apa dia sedang merayu? kenapa Yukas hanya diam saja dan tidak mengusirnya" batin Sandra bertanya tanya, dengan langkah cepat ia menghampiri suaminya yang sepetinya mengenal wanita itu.


"Perempuan ini siapa mas?"


Bersambung....


...JANGAN LUPA...


...LIKE...


...KOMEN...


...VOTE...


...TERIMAKSIH...

__ADS_1


.


__ADS_2