
"Om David!!! Om harusnya bantah dong tuduhan mereka??" ucap Hanum emosi karena David menyetujui begitu saja tuduhan para warga.
"Hanum, kita tidak bisa mengelak! Posisi kita juga memang salah. Saya minta maaf, tadi saya menutup pintu kamar kamu, karena air hujan nyiprat kedalam kamar jika dibiarkan lama lama akan basah semua" ucap David seolah dirinya pasrah.
"Tapi aku gak mau om dinikahkan secara begini, aku malu" ujar Hanum, air mata mulai jatuh dipipinya.
"Gimana lagi Han, sekarang kita sudah menikah! Lebih baik kamu kemasi semua barang barang kamu kita pindah kerumah saya, dan juga nanti kita akan menikah ulang sesuai yang kamu impikan" ucap David.
Ya, satu jam lalu akhirnya mereka dinikahkan secara paksa oleh warga.
Kejadian itu pun membuat gempar para tetangga.
Sebenarnya David bisa saja menolak, karena tidak ada bukti kuat jika dirinya dan Hanum berbuat mesum, selain pintu yang tertutup dan mereka dalam satu kamar yang sama.
Tapi karena David mempunyai tujuan lain, ia menyetujui begitu saja tuduhan tuduhan yang dilemparkan warga.
"Mungkin dengan cara begini aku bisa miliki kamu, dan momy juga tidak bisa menghalangi karena kita sudah sah" seringai David dalam hati.
"Tapi apa nanti kata keluarga om David?? Apa mereka tak akan menganggap rendah aku?" isak Hanum.
"Itu urusan saya" jawab David seraya menghapus air mata di pipi istri kecilnya.
Ada desiran aneh yang Hanum rasakan, kala tangan besar David menyentuh pipinya. Karena ini pertama kalinya ia disentuh oleh pria secara intens.
"Om aku ngantuk!!" ucap Hanum yang kemudian menidurkan dirinya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut yang tidak terlalu tebal miliknya, alasannya saja mengantuk padahal ia sedang mencoba menutupi kegugupannya.
David hanya tersenyum, kemudian membaringkan tubuhnya disebelah Hanum dengan beralaskan kasur tipis.
Setelah memastikan istri kecilnya itu terlelap, David pun turut memejamkan matanya namun sebelumnya ia memeluk tubuh Hanum yang memebelakangi dirinya.
******************************
Keesokan harinya
Hanum merasakan ada beban berat yang menindih perutnya.
Saat matanya terbuka, ia terlonjak kala mendapati David tengah tertidur disampingnya dengan posisi memeluk dirinya.
"Om? Om David bangun" ucap Hanum seraya membangunkan David.
David menggeliat, matanya pun terbuka.
"Kenapa Han? Apa sudah siang?" tanya David, ia masih mengumpulkan setengah kesadarannya.
"Om ngapain tidur disini? Sebaiknya pulang saja om, aku takut mimpiku semalam jadi kenyataan" ucap Hanum serius.
"Memangnya kamu mimpi apa??" David mengerutkan dahinya.
"Semalam aku mimpi di grebeg warga, terus kita dinikahkan secara paksa om" ucap Hanum dengan bibir yang mengerucut.
Tawa David pun pecah.
__ADS_1
"Hahaha!! Astaga Hanum, semalam itu kamu tidak sedang bermimpi, kita memang sudah menikah" ucap David serius.
"Jaa jadi semalam itu bukan mimpi om?" Hanum masih tidak percaya.
"He'em" ucap David lembut seraya mengusap pucuk kepala sang istri.
"Jadi kita sekarang suami istri??" tanya Hanum lagi
"Iyaa Silvya Hanum, kamu sekarang sudah menjadi nyonya David Mahendra" ucap David.
Hanum hanya mematung, ia tidak mengangka dalam waktu semalam saja takdirnya sudah berubah.
"Yasudah sebaiknya kamu mandi, terus kemasi semua barang barang yang perlu kamu bawa. Saya akan keluar dulu sebentar nyari sarapan untuk kita" ucap David kemudian keluar dari kamar kos Hanum.
*******
Setelah selesai sarapan David bersiap untuk membawa semua barang barang yang akan dibawa Hanum kerumahnya, tidak begitu banyak, karena Hanum memang tidak memiliki apa apa.
"Kenapa masih diam, ayok" ajak David karena dari tadi Hanum hanya diam mematung.
"Om apa aku boleh membawa mona kerumah om?" tanya Hanum ragu.
"Mona? Siapa dia?" tanya David heran.
"Itu motor matic miliku om, itu harta satu satunya yang berharga yang aku punya" ucap Hanum
"Oh tentu saja boleh, dimana dia? Kenapa tidak ada disini?" ucap David celingukan mencari motor matic milik istrinya.
"Ohh benar juga ya, yaudah nanti anak buah saya yang jemput sekalian mengajukan pengunduran diri kamu" ucap David santai.
"Apaa??? Tidak om aku tidak mau mengundurkan diri" bantah Hanum
"Kenapa?" tanya David
"Nanti saya mau makan darimana kalau tidak kerja" ujar Hanum.
"Astaga Hanum, kamu itu istri saya! Sudah tanggung jawab saya, apapun keperluan kamu akan saya cukupi" jelas David, ia masih tidak faham arah fikiran istri kecilnya itu.
"Emmm yaudah deh ayok" Hanum mendahului langkah David.
******************
Sesampainya di kediaman Mahendra.
"Dave kamu kemana aja, kenapa baru pulang?" ucap bu Sandra, setelah mengetahui acara pertunangan Laura, ia mempercepat kepulangannya.
"Momy kapan pulang?" ujar David.
"Semalam" ucap bu Sandra, matanya memandang sinis ke arah perempuan muda disamping David.
"Dave kamu dapat pembantu baru darimana?" tanya bu Sandra setelah menelisik penampilan Hanum dari atas sampai bawah.
__ADS_1
Hanum hanya tersenyum manis, hinaan dan cacian dari orang kaya sudah biasa ia terima ditempat kerjanya. Jadi tak ada sakit hati atau pun merasa terhina dengan ucapan sang mertua, karena hatinya sudah kebal oleh hinaan.
"Han, perkenalkan ini momy saya" ucap David, Hanum hanya tersenyum tulus.
"Mom perkenalkan namanya Hanum, dia bukan pembantu baru di rumah ini. Melainkan dia istri Dave" ucap David santai.
"Apaa? Istri?? Apa apaan kamu ini Dave!! Kamu mau mempermalukan momy dimata umum? Huh!! Kenapa kamu menikah tanpa memberi tau momy" ucap bu Sandra dengan emosi yang menyala nyala.
"Kalau Dave bilang ke momy, pasti momy gagalkan lagi seperti yang sudah terjadi" ucap Dave masih dengan santainya, ia tak perduli lagi dengan ucapan atau drama yang sering dibuat oleh ibunya.
"Mana menantu nenek" ucap nek Mawar yang sedari tadi sudah mendengar percakapan mereka.
Bagi nek Mawar, apapun yang membuat cucunya bahagia ia akan selalu mendukungnya.
"Haii nek, Namaku Hanum" ucap Hanum, ia senang karena nenek sang suami mau menerimanya dengan baik.
"Kamu cantik sekali nak, jadi kamu yang sudah berhasil mengembalikan keceriaan diwajah cucu nenek" ucap nek Mawar seraya merangkul bahu ramping Hanum.
"Benar nek, ini dia orangnya" ucap David tersenyum lebar.
Hanum hanya tersenyum kikuk, tak faham pembicaraan dua orang itu.
"Pokoknya momy tak sudi punya menantu seperti dia" ucap Sandra kemudian pergi ke kamarnya.
"Terserah momy!!" teriak David membuat Sandra semakin kesal.
"Jangan didengarkan ucapan mertuamu itu ya nak, dia memang begitu orangnya" ucap sang nenek menenangkan.
"Tenang aja nek, Hanum gak akan ambil hati ko" ucap Hanum.
"Nek, kami ke atas dulu ya" ujar David dan distujui sang nenek.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa
LIKE
KOMEN
VOTE
yaa bunda bunda syantik ☺
.
.
__ADS_1
.