
Sebelum berangkat ke kota, mobil Devan mampir sebentar ke gudang pengiriman buah miliknya.
"Sayang ini tempat apa??" tanya Tiara kala turun dari mobil, ia melihat sebuah bangunan berlantai 2 dengan banyak mobil pick up di depannya.
"Ini gudang pengiriman buah, kita akan mengambil buah buahan segar untuk nenek dan ayah nanti." ucap Devan kemudian memboyong istrinya memasuki gedung tersebut.
Tiara terperangah kala melihat berbagai macam buah dengan jumlah yang tidak sedikit dihadapannya.
"Sayang apa gudang ini milikmu?" tanya Tiara, dan hanya dibalas senyuman oleh Devan.
"Wahh pantesan dirumah tak pernah kehabisan stok buah buahan" ucap Tiara, karena setiap seminggu dua kali pasti ada yang mengantar berbagai jenis buah segar ke kediaman mereka.
"Nanti kalau ada waktu saya bawa kamu ke gudang pengiriman sayur, disana gedungnya lebih besar lagi" bisik Devan.
"Benar yaa, awas kalo bohong" ucap Tiara antusias.
"Mana berani saya bohong sama tuan putri imut" ucap Devan.
"Uummmn sayang" ucap Tiara manja.
Devan kemudian memerintahkan anak buahanya mengambil dua buah keranjang yang isinya sudah lengkap dengan berbagai macam buah segar untuk dibawa ke mobilnya.
Setelah itu mereka langsung melanjutkan perjalanan. Karena tak kuat menahan kantuk Tiara pun tertidur, dan Devan hanya tersenyum hangat melihat wajah lelah istrinya yang kini sedang terlelap.
"Maafkan saya yaa imut, karna tak mampu menahan keinginan saat bersama kamu sampai kamu kelelahan gini" ucap Devan seraya mangacak pucuk kepala istrinya, kemudian kembali fokus pada kemudinya.
*****************
Ditempat lain, yaitu kediaman Laura.
Laura sedang sibuk membuka roll rambutnya didepan meja rias dikamar mewah miliknya.
Tiba tiba sang ibu masuk tanpa mengetuk pintu.
"Laura mama mau bicara" ucap Riana kemudian duduk di sofa dekat meja rias anaknya.
"Mama ini, bicara aja masa harus minta izin Laura sih" ucap Laura masih sibuk dengan kegiatannya.
Riana tersenyum melihat tingkah anak gadisnya yang kini sudah tumbuh dewasa.
__ADS_1
"Ra kapan kamu mau menikah??? Usia kamu sudah memasuki kepala tiga loh" ucap Riana pelan takut anaknya tersinggung.
Laura menghentikan kegiatannya, ia terdiam dan tak tahu harus menjawab apa.
"Kalau menurut mama, sebaiknya kamu mundur saja dari David. Toh kamu sudah bertahun tahun perjuangin dia, tapi apa hasilnya?? Yang ada anak mama satu satunya ini hampir saja menjadi perawan tua" ucap Riana,
Ia bicara seperti itu karena kasihan terhadap putri tunggalnya, bertahun tahun memperjuangkan cintanya namun tak kunjung berbalas. Meskipun ia sudah mengalahkan Sandra di arena judi demi membantu keinginan anaknya, namun tetap saja sampai kini belum ada hasil.
Sejujurnya Laura pun sudah merasa lelah, namun entah kenapa hati kecilnya berbisik seakan masih ada sedikit harapan untuknya.
"Mama ngomong apa sih? Masa doain anaknya jadi perawan tua. Enak aja!!" ujar Laura mengelak.
"Ra dengerin mama, diluar sana masih banyak laki laki, dan mama yakin kamu tidak akan kesulitan mendapatkan jodoh kalau saja kamu mau menghapus si David itu dari hati kamu" ucap Riana mulai gemas.
"Anak mama ini cantik loh Ra, mama tidak terima kalau kamu terus terusan menjatuhkan harga diri kamu di depan laki laki yang sama sekali tidak memperdulikan kamu sayang" suara Riana kini mulai melembut.
Kemudian Laura memeluk mama tercintanya itu.
"Mama, tolong kasih Laura waktu sedikit lagi ya, Laura yakin my baby honey Dave
bakalan jadi milik Laura pada akhirnya" ucap Laura meyakinkan sang mama.
Walau sebenarnya ia sendiri pun kurang yakin.
Laura hanya mendelikkan dua bola matanya.
Kemudian kembali pada kegiatannya tadi, berhias.
Setelah Riana keluar, Laura lanjut mengganti pakaiannya. Karena malam ini ia akan datang ke kediaman David, memenuhi undangan bu Sandra tadi siang.
Setelah siap, ia kemudian keluar dari kamarnya.
Saat melewati ruang tamu, kedua bola matanya membulat, ada David disana.
karena tak percaya Laura kembali mengerjapkan matanya, namu tetap sama. David sedang duduk sambil menatap dirinya.
Kemudian ia mencubit lengannya, dan ternyata sakit. Saking tidak percayanya Laura bahwa David kini ada diruang tamu nya sampai sampai ia melakukan hal konyol itu.
"Baby!! Kamu ngapain disini???" ucap Laura tak percaya.
__ADS_1
Namun David tak merespon apa apa, hanya sedikit tersenyum, sedikit banget malah.
Kemudian beranjak keluar dan diikuti oleh Laura.
"Ayo masuk" ucap David.
Laura yang masih tak percaya dengan kedatangan David, kini dibuat terkejut lagi pasalnya David membukakan pintu mobil untuknya.
Tak lama Laura pun menuruti perintah David.
"Aku disuruh momy buat jemput kamu" ucap David.
Keduanya kini sudah berada didalam mobil. Laura hanya menganggukan kepalanya saja.
"Tuhh kan!!! untung aku belum kepedean parah!! Mana mungkin Dave dengan sukarela mau menjemput aku" rutuk laura dalam hati.
"hehe tapi aku seneng banget baby" ucap Laura. Lain di mulut lain dihati.
Begitulah cara Laura selama ini jika berhadapan David, selalu berwajah ceria meskipun sering diacuhkan David, padahal didalam hatinya diam diam nyesek gaes :D
***********
Mobil David kini sudah memasuki pelataran rumah utama Mahendra. Namun mobilnya tak sendiri, karena disusul oleh kedatangan mobil Devan bersama Tiara.
.
.
.
Bersambung...
Wahhh kira kira apa yang bakalan terjadi jika couple Devan Imut bertemu David yang terlanjur belum move on???
Suport terus author biar tambah semangat dengan cara like, komen dan vote!!
terimakasih buat yang udah baca sampai sini dan selalu mensuport author!!!!
.
__ADS_1
.
.