My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.44 Bunda part 1


__ADS_3

Devan dan Tiara kini telah bersiap untuk tidur, tidak ada kegiatan panas malam ini. Sebab, dari tadi sore Tiara mengeluh pinggangnya sakit membuat Devan tak tega jika harus tetap menggempurnya.


"Imut, gimana udah mendingan pinggangnya??" ucap Devan yang sedari tadi memijat pinggang sang istri.


"Udah mendingan sayang, makasih yaa udah mijitin aku" ucap Tiara manja.


Devan kemudian merengkuh tubuh Tiara kedalam pelukannya.


"Imut, kamu itu istri saya, tanggung jawab saya jadi apapun yang terjadi sama kamu sayalah yang akan berada dalam barisan paling depan" ucap Devan.


"Sayang boleh kah aku tau sesuatu??" tanya Tiara.


"Euum???" David menaikan sebelah alisnya.


"Sayang tolong jelaskan hubungan kamu dengan kak David? Emang iya ya kamu sama kak David adik kakak? Tapi kok yang mirip cuma posturnya doang" ucap Tiara penasaran, karena selama ini ia belum mengetahui cerita dibalik kehidupan suaminya itu.


"Yakin mau mendengarkan??" tanya Devan.


"Hu'umm" angguk Tiara.


"Jadi saya sama kak David itu satu ayah beda ibu, jelas kami tidak mirip, karena wajah kami dominan ke ibu masing masing sedangkan postur tubuh, baru mirip ayah" ucap Devan.


"Sayang kalo boleh tau ibu kamu dimana?" ucap Tiara pelan karena takut suaminya tersinggung.


"Bunda saya sudah meninggal beberapa hari setelah melahirkan saya" ucap Devan datar.


Mata Tiara membulat sempurna, ia semakin memper erat tautan kedua tangannya pada perut rata sang suami.


"Apa sudah puas dengar ceritanya??? Tanya Devan sambil menatap manik mata Tiara.


Tiara menggelengkan kepalanya.


"Ceritakan tentang Bunda yang kamu tahu" pinta Tiara.


Flashback on


Namanya Elfia Eyse, ia merupakan keturan Indo-Turki. Tak salah ketampanan yang dimiliki Devan melebihi rata rata karena merupakan titisan dari ibunya.


Pertemuan dirinya dengan ayah Devan, Dani Mahendra yaitu kala dirinya menjadi mahasiswi KKN di desa Mekar wangi, yaa!! Desa yang saat ini Devan tinggali bersama Tiara.


Karena usaha perkebunan dan pertaninannya sedang pesat, Dani memutuskan untuk stay di Desa tanpa Sandra, karena Sandra kebanyakan gengsi sehingga ia menolak mengikuti suaminya untuk stay di Desa. Sedangkan urusan kantor, Dani serahkan pada orang kepercayaannya.


Karena seringnya bertemu, membuat benih benih cinta tumbuh diantara merka. Kecantikan yang dimiliki Elif mampu manaut pesona Dani yang saat itu sudah beristrikan Sandra, meskipun mereka dijodohkan tapi dari hasil pernikahannya mereka memiliki seorang anak laki laki berusia dua tahun yaitu David Mahendra.

__ADS_1


Hari demi hari dilewati, sebelum KKN Elif selesai Dani memutuskan untuk menikahinya tanpa memberi tahu status dirinya yang sebenarnya.


Mereka menikah meskipun tanpa restu dari keluarga Elif, bukan karena masalah sosial. Namun mereka menyayangkan dengan keputusan Elif yang menikah saat usianya baru menginjak 20tahun dan Dani yang saat itu berusia 35tahun. Bahkan keluarga Elif sempat menduga jika Dani adalah pria beristri, namun karena dibutakan oleh cinta Elif tidak mendengar ucapan keluarganya dan tetap memilih Dani .


Karena Elif terus bersikeras untuk tetap menikah dengan Dani, dengan berat hati orangtunya menyetujui, dengan syarat ia harus keluar dari rumah orang tuanya, dan itu disanggupi oleh Elif.


"Tenang sayang, aku akan selalu ada untukmu" ucap Dani mencoba menenangkan kala Elif diusir dari rumah orangtuanya,


Bagaimana pun jua itu semua karena dirinya.


Setelah menikah, mereka tinggal dirumah milik Dani, rumah yang saat ini Devan tinggali.


Pernikahan mereka pun sangat bahagia, apalagi tak lama Elif langsung mengandung. Meskipun Dani sering bolak balik antara desa dan kota tapi tak sedikit pun Elif menaruh curiga, karena ia tau kalau suaminya memiliki perusahaan dikota, meskipun untuk detail usahanya Dani tidak memberitahu.


Beda halnya dengan Sandra, ia semakin curiga pada suaminya karena kerap kali ia melihat gelagat aneh pada Dani, ditambah Dani yang semakin sering pergi ke desa.


Hingga pada suatu malam, saat itu waktunya Dani bersama Sandra, namun ditengah malam telfon nya berbunyi.


"Halo mas, ahhh sepertinya aku akan melahirkan" ucap suara disebrang sana.


Dengan cepat Dani langsung pergi ke desa tanpa memperdulikan Sandra yang sedari tadi memperhatikannya.


"Pah kamu mau kemana???" teriak Sandra


Hal itu tak lepas dari pandangan nek Mawar, yang saat itu sedang di dapur untuk mengambil minum.


"Dani!!! kamu mau kemana tengah malam begini???" ucap nek Mawar


"Perkebunan mah, sedang ada masalah besar" ucap Dani dengan buru buru mengendarai mobilnya.


Sejak kejadian itu, sudah dua hari Dani tidak pulang ke kediaman Mahendra, semakin membuat Sandra curiga.


****


"Mas anak kita tampan yah??" ucap Elif menatap wajah mungil bayi dalam gendongannya, kala itu mereka sedang menikmati mentari pagi didepan rumahnya.


"Iya sayang" ucap Dani bahagia seraya mengecup pucuk kepala istri keduanya itu.


"Namanya Devano Mahendra" ucap Elif pada suaminya.


Dani tertegun


"Bagaimana bisa namanya persis anak pertamaku" ucap Dani dalam hati.

__ADS_1


Namun karena tak ingin Elif curiga, ia pun menyetujui nama itu.


"Kamu bahagia mas memiliki anak pertamaku dariku??" tanya Elif.


"Tentu saja sayang, mas sangat bahagia" ucap Dani.


Tiba tiba muncul seorang perempuan menghampiri mereka.


"Papah tega kamu ya mengatakan itu anak pertamamu sedangkan David kau anggap apa hah?? oh aku lupa bahkan aku saja istrimu kau lupakan" ucap Sandra dengan emosi yang menyala nyala.


Memang sedari tadi Sandra telah mengintai mereka berdua, mendengarkan kata demi kata yang mereka bicara kan. Namun ketika membahas anak, ia tak terima. Dan akhirnya keluar dari persembunyiannya.


Dani seketika menegang.


"Mas dia siapa??" tanya Elif heran melihat perempuan yang tiba tiba datang memarahi suaminya.


"Kau tanya siapa aku??? Aku adalah istri dari laki laki bajingan ini!!! asal kau tau Dani sudah memiliki putra dariku" Ucap Sandra seraya meneunjuk kearah suaminya.


"Sandra biar aku jelaskan semuanya" ucap Dani.


"Tidak perlu!! saat ini juga aku akan bilang ke mama kamu semua kelakuan bejatmu ini! dan semua aset perusahaan dan perkebunan akan pindah ke tanganku" ucap Sandra kemudian pergi dari rumah itu.


"Sayang nanti aku jelaskan yaa" ucap Dani pada Elif kemudian pergi mengejar Sandra, Meninggalkan Elif dan bayinya yang masih berumur dua hari.


"Papa, ternyata ucapanmu benar!! Mas Dani sudah memiliki istri Hiks" Elif pun menangis menatap wajah merah putranya.


"Nyonya tidak apa apa??" tanya bi Esih menghampiri Elif.


yaa, bi Esih memang sudah bekerja dirumah itu sejak Devan dilahirkan hingga sekarang.


"Tidak bi, tolong bawa anak saya kedalam" ucap Elif seraya memindahkan bayinya kedalam gendongan bi Esih.


.


.


.


Bersambung..


Jangan Lupa yaaa, LIKE, KOMENT, GIFT, dan VOTE untuk author niar tambah semangat lagi up nya.


Buat yang masih setia baca cerita halunya author, Terimakasih yaa 😉

__ADS_1


.


__ADS_2