My Cold Husband

My Cold Husband
Bab.28 Alasan Sebenarnya


__ADS_3

Sejak saat itu Devan jadi sering ikut pulang kampung bersama Hilda.


Jika setiap libur sekolah, kakaknya David akan diajak berlibur ke luar Negeri oleh bu Sandra. Beda dengan Devan, ia selalu mengajak Hilda pulang kampung hanya untuk bertemu Tiara kecil. Lagipula ia merasakan kasih sayang yang tulus dari Hilda serta bu Halimah.


Tak pernah ada libur sekolah satu semester pun yang terlewat kan oleh Devan demi menemui wanita kesayangannya.


Yaa, Devan menyayangi Tiara entah sebagai adik atau mungkin lebih. Ia tak faham akan perasaan nya, karna saat itu ia masih anak anak. Yang ia tahu, ia selalu ingin bersama Tiara. Bahkan ia bertekad, jika ia sudah besar nanti dan punya rumah sendiri ia akan mengajak Tiara untuk tinggal bersamanya.


Hilda dan bu Halimah pun tahu, jika Devan sangat senang bertemu dan bermain dengan Tiara.


Apalagi bu Halimah sudah menganggapnya seperti cucunya sendiri, ia akan merasa senang jika Devan datang.


Sampai akhirnya...


Devan sudah memasuki liburan semesternya, saat itu ia sudah ditahap kelas 2 Sekolah Menengah Pertama.


Dan sekarang ia sedang diperjalanan bersama Hilada menuju kampung Cibungur.


Dengan antusias ia membawa boneka beruang berukuran besar untuk Tiara.


Ia sudah tidak sabar melihat ekspresi senang wanita imutnya.


Namun Devan harus merasakan kekecewaan.


Pasalnya saat telah tiba dikampung, ia mendapati rumah Tiara sudah diisi oleh orang lain.


Menurut cerita bu Halimah, setelah kakek dan nenek Tiara meninggal orangtuanya menjual rumah itu lalu pindah ke kota 4 bulan lalu.


Devan memandang sedih boneka beruang yang dibawanya.


"Aden jangan sedih, nanti kita sama sama cari Tiara di kota yah" bujuk Hilda.


Devan pun mengangguk.


"Cucu ganteng nenek jangan sedih, sebelum pergi Mutia menitipkan ini pada nenek untuk dikasihkan ke cucu nenek yang ganteng ini" ucap bu Halimah seraya memberikan sebuah kotak berukuran kecil pada Devan.


Devan pun sedikit tersenyum, lalu mengambil kotak itu lalu berjalan ke kamar sambil membawa boneka beruang yang ia siapkan untuk Imutnya.


Dirumah bu Halimah Devan memang sudah memiliki kamar sendiri, karna sekarang ia sudah remaja maka tidurnya sudah tidak ditemani Hilda lagi.

__ADS_1


Setibanya dikamar, ia membuka kotak berwarna biru muda itu.


Didalamnya ada gelang yang terbuat dari kayu berukirkan inisial nama mereka yaitu I&V, juga ada selembar surat yang berisi.


"Hai kak Vano!! Maaf yaa imut pergi tanpa pamit dulu sama kakak. Tapi imut janji, suatu hari nanti kita pasti akan bertemu lagi. Itu ada kenang kenangan dari imut, gk bagus sih kak, tapi imut bikin sendiri lohh!! Imut sengaja bikin gelang itu dua, satu buat kakak satu buat imut. Biar suatu hari nanti kalau kita ketemu lagi, kita bisa langsung saling mengenali. Imut akan selalu menunggu janji kakak, untuk menjaga dan melindungi imut selamanya. Dan menjemput imut untuk tinggal bersama kakak. Kakak baik baik yaa. Imut sayang kak Vano"


Mata Devan berkaca kaca setelah membaca surat tersebut.


"Kakak juga sayang kamu imut! kakak janji akan temuin kamu imut, dimanapun!!!!" tekad Devan.


**************


Hari pun terus berganti, kini Devan sudah dewasa namun belum juga ia menemukan jejak Tiara.


Ia bertekad, takkan ada wanita manapun yang akan menggantikan Tiara dihatinya. Meskipun banyak wanita yang mengejar cintanya, namun tak pernah menadapat balasan dari Devan. Ia selalu menunjukan sifat dinginnya pada semua wanita yang ia temui, demi menjaga hatinya yang hanya untuk Tiara seorang.


Sampai akhirnya ia berhasil menemukan jejak Tiara.


Berawal dia yang mengunjungi agen sayur yang bekerja sama dengannya. Tak sengaja ia melihat orang yang mirip dengan pak Munawar, seorang juragan beras dipasar itu. Ia pun mencoba bertanya pada orang disekitar, dan ternyata benar orang itu adalah pak Munawar ayah kandung Tiara.


Tak sabar Devan langsung menguhubungi anak buahnya untuk menyelidiki tentang keluarga pak Munawar. Namun lagi lagi Devan harus menelan pil pahit, ternyata wanita yang selama ini ia cari telah menjadi kekasih sang kakak, David Mahendra.


Setiap ada kesempatan, Devan selalu mengikuti kemana saja Tiara pergi. Bahkan saat Tiara sedang kencan dengan David ia hanya bisa menatap dari kejauhan.


Sampai pada saat ibu tirinya memberikan penawaran pada dirinya, untuk menggantikan David dihari pernikahannya.


Membuat Devan bimbang, disisi lain ia takut mengecewakan kakaknya dan di sisi lain ini kesempatan ia untuk mendapatkan cinta pertamanya kembali.


Namun kali ini Devan memilih egois, dia menyetujui penawaran dari sang ibu tiri.


Jadi sebenarnya Devan melakukan itu bukan karena ia benar benar ingin di anggap anak oleh bu Sandra, ia sadar itu sangat mustahil. Tapi karena Tiara adalah perempuan yang selama ini ia cari cari dan ia tidak mau kehilangan kesempatan lagi.


Falshback off


"Tiara!!!" Ucap Devan yang baru saja kembali dari dapur dengan membawa dua gelas minuman dingin.


Tiara telonjak dari lamuananya, ia pun kembali meletakan pigura itu ketempat asalnya.


"Sayang kamu lama sekali" ucap Tiara lalu duduk di sebelah Devan.

__ADS_1


Entah mengapa Susana hatinya berubah melow setelah melihat foto kenangannya bersama Vano dulu.


Devan hanya memandang lembut wanitanya itu.


"apa kau mengenali dua anak didalam pigura itu" tanya Devan menatap manik mata coklat Tiara.


Tiara pun hanya menganggukan kepalanya, lalu disandarkan pada pundak sang suami.


"Siapa mereka???" selidik Devan.


"anak yang perempuan itu aku sayang" ucap Tiara lesu.


"lalu yang disebelahnya???" tanya Devan lagi.


Namun Tiara hanya diam, ia tak mau menceritakan siapa Vano pada suaminya, ia takut akan berpengaruh pada hubungannya dengan Devan. Karna bagaimana pun Vano adalah laki laki pertama yang Tiara cintai, sampai akhirnya ia lelah menanti karna Vano tak kunjung mencari dan menemukannya.


"Laki laki yang disebelah kamu difoto itu adalah saya Tiara" ucap Devan.


Tiara pun mengangkat kepalanya dari bahu Devan, memandang lekat sang suami. Ia tak percaya dengan apa yang diucapkan Devan barusan.


"Sayang kamu jangan bercanda, itu tuh bukan kamu, jelas saja nama kalian beda" ucap Tiara.


"Memangnya nama anak itu siapa??" tanya Devan dengan senyum manisnya.


"kak Vano" ucap Tiara lirih.


"Bukankah nama suami kamu Devano Mahendra???"


Ucap Devan dengan senyum devilnya.


Tiara membulat sempurna, ia masih belum percaya dan lebih memilih membuang muka ke arah lain.


"Selama ini aku memang sangat berharap akan bertemu dengan cinta masa kecilku itu, tapi apa iya kak Vano dan Devan itu orang yang sama" batin Tiara.


"Tiara coba kau lihat ini..!!!" ucap Devan sambil membawa bahu Tiara agar menghadap padanya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2