Namamu Rahasia

Namamu Rahasia
Ucapan Aneh


__ADS_3

"Apa yang bisa aku bantu?" tanya Niken begitu sudah berdiri disebelah Andre yang dengan cekatan memasukkan martabak kedalam kotak.


"Kamu antar ke pelanggan depan itu aja ya, kotak martabak ini." Perintah Andre yang langsung diangguki Niken.


Niken menyerahkan kotak-kotak berisi martabak yang sudah jadi kepada pembeli yang duduk-duduk di kursi yang memang disediakan. Ada yang langsung memakannya saat itu juga dan tak banyak pula yang langsung beranjak pergi begitu pesanan mereka sudah jadi.


Begitu terus kegiatan Niken sampai jarum jam sudah menunjukkan angka sembilan. Niken harus pulang karena gerbang kos yang akan ditutup dan harus berbesar hati karena tidak sempat mengobrol dengan Andre.


"Kak, aku pulang dulu ya? Gerbang keburu tutup," pamit Niken sembari menyimpan ponsel kedalam clutch bag nya.


"Maaf Nik, nggak bisa nganterin pulang. Kamu lihat sendiri kan, pembeli ramai. Atau kalo kamu mau nunggu Anjas, biar diantar dia."


Niken menggeleng karena paham sekali dengan kondisi mereka. Ia datang sendiri dan pulang juga sebisa mungkin jangan merepotkan. Anjas saat ini tengah mengantar pesanan. Sedari ia datang, Anjas sudah sibuk mondar-mandir mengantar pesanan pelanggan. Mereka hanya sempat bertegur sapa sebentar.


"Aku naik ojek aja kak. Anjas juga masih repot kan. Aku justru yang minta maaf karena nggak bisa nemeni sampai gerai tutup."


"Nggak papa. Kamu langsung tidur setelah sampai rumah. Besok pagi kan harus kerja." Andre mengelus rambut Niken sekilas membuat Nova yang masih anteng duduk dibawah melipat kotak kertas memutar bola mata jengah melihat keromantisan tetangganya itu.


"Kamu nggak pulang Nov?" tanya Niken bermaksud mengusir tetapi Nova justru mendengkus kasar.


"Besok hari minggu, jadi malam ini suka-suka aku mau pulang jam berapa. Udah sana, kakak pulang aja. Nggak baik disini malam-malam," ucap Nova dengan mengibaskan tangan, seakan mengusir Niken.


Gantian Niken yang mendengkus, "Nggak baik anak sekolah pulang terlalu larut walaupun besok nggak sekolah."


"Cerewet," cetusĀ  Nova jutek.


Niken lebih memilih meninggalkan Nova dan segera manaiki ojeknya begitu ojek yang ditunggu sudah tiba. Diperjalanan Niken termenung, apa selama sebulan ini, Nova selalu menemani Andre berjualan? Disaat hubungan mereka sedang hambar? Niken juga merasa kedatangannya malam ini ke gerai tak berpengaruh apa-apa pada hubungan mereka dan justru menimbulkan cemburu yang bersemayam di hati.

__ADS_1


Niken menggelengkan kepala, menepis pikiran-pikiran buruk yang mulai berseliweran di kepalanya. Kebiasaan Niken bila sedang di terpa masalah pasti pikiran negatif selalu merasuki membuat Niken sebisa mungkin menepisnya.


Sudah sampai?


Itu adalah pesan masuk dari Andre begitu Niken memasuki kamarnya. Segera saja Niken membalasnya walau setelah itu sepi, tak ada balasan yang datang kembali. Padahal Niken menanyakan apakah gerai masih buka disaat jam sudah hampir menunjukkan pukul sepuluh lewat.


Niken kembali menghela napas. Tidak tau akan bermuara kemana hubungan ini. Firasat Niken mengatakan hal-hal buruk dan Niken berharap semoga saja ini semua hanya sekedar firasat semata.


Pagi hari Niken bangun lebih segar. Pikiran-pikiran negatif yang kemarin malam sempat hinggap kini perlahan mulai menghilang. Niken akan menjalani hubungan ini seperti air yang mengalir. Bila memang ia dan Andre berjodoh, Niken yakin akan dipermudah jalannya.


Bila memang Andre selalu beralasan tidak bisa melamarnya hingga tahun depan, Niken akan merelakan semua. Niken akan mencari cinta yang baru. Sakit memang, tapi Niken yakin bisa melaluinya. Sakit hati karena Bayu dan Nabila saja Niken bisa melewatinya walau harus terseok-seok dengan meratapi pengkhianatan mereka dengan menangis di setiap malam.


"Nik, ada yang nyariin tuh di bawah." Seperti biasa, Cindy datang menyampaikan pesan dari tamu yang menunggu di bawah.


"Siapa?" tanya Niken sembari memperbaiki ikatan rambutnya yang sebenarnya sudah sangat rapi.


Segera Niken turun dan tak lupa sembari menyambar tas selempangnya yang hanya berisi ponsel dan dompet serta kaca kecil.


Ternyata benar yang dikatakan Cindy. Andre sudah duduk di kursi tunggu dan tersenyum dengan sangat manis begitu melihat kedatangan Niken.


"Pagi pacar!" sapa Andre yang dibalas Niken dengan ucapan yang sama dan tak lupa senyum juga menghiasi bibirnya.


"Kok tumben?" tanya Niken tidak dapat menutupi keterkejutannya.


"Iya, pengen ngajak pacar sarapan bareng-bareng, biar kuat menjalani hari," gombal Andre.


Niken mencebik, "Kemarin-kemarin kemana aja? Nggak sarapan bareng aku juga kuat menjalani hari."

__ADS_1


Andre hanya tertawa mendapati kekasihnya menggerutu, "Mau sarapan apa?" tanya Andre begitu mereka sudah membela jalan raya.


"Apa aja sih aku."


Akhirnya Andre membelokkan motornya kesebuah warung bubur yang tak jauh dari tempat Niken bekerja dan memesan dua porsi bubur ayam.


"Makasih ya!" ucap Andre tiba-tiba.


"Makasih untuk apa?" tanya Niken heran.


"Makasih tadi malam udah menyempatkan datang ke gerai nemeni kakak jualan. Maaf, kita justru nggak bisa ngobrol dan ngantar kamu pulang kerumah," sesal Andre.


"Nggak papa kak, aku tau kok, gerai tadi malam juga ramai banget. Aku justru senang. Omset penjualan pasti lumayan kan. Lagian ada Nova yang nemenin kakak disana." Niken tak sengaja mengeluarkan nada suara yang kurang enak di dengar.


"Nova? Kenapa jadi lari ke Nova? Tapi emang sih, selama ini Nova jadi rajin ke gerai. Alasannya karena dia udah selesai masa ujian dan tinggal tunggu kelulusan, udah nggak ada lagi yang sibuk nyuruh pulang di jam delapan malam katanya."


Ucapan panjang lebar Andre membuat Niken pusing. Jadi selama ini Nova selalu datang ke gerai?


Niken ingin sekali menanyakan tentang Nova, tentang kehadirannya yang selalu menemani Andre di gerai. Tetapi lidahnya terlalu kelu untuk menanyakannya. Niken takut Andre akan berpikir macam-macam dan tidak percaya kepadanya. Akhirnya pertanyaan itu urung Niken tanyakan dan hanya ia pendam dalam hati saja.


Ketika sudah menghabiskan bubur di mangkuk masing-masing, mereka beranjak, menuju ketujuan masing-masing. Niken yang bekerja dan Andre yang katanya akan berbelanja kebutuhan gerai.


"Nik, kalau ada apa-apa dengan hubungan kita. Kakak minta tolong, jangan kembalikan uang yang kita simpan di tabungan bersama ya!" ucap Andre begitu Niken turun dari motor yang mereka kendarai. Saat ini posisi mereka berada persis di depan butik Salwa.


"Maksudnya gimana kak?" tanya Niken benar-benar tidak mengerti dengan maksud pertanyaan Andre.


Andre hanya tersenyum dan mengacak rambut Niken lembut. Setelah itu ia buru-buru pamit meninggalkan Niken dengan tanda tanya.

__ADS_1


__ADS_2