Namamu Rahasia

Namamu Rahasia
Bertemu Bayu


__ADS_3

"Bang Bayu?" Niken sempat terkejut karena mendapati Bayu yang tengah tersenyum dan kini melangkah pelan ke arahnya.


Semenjak penolakan 2 tahun lalu, hubungan Bayu dan Niken memang merenggang. Mereka bahkan tidak pernah bertemu kembali dan tidak pernah bertukar kabar walau hanya melalui pesan singkat ataupun telepon. Niken bahkan tidak pernah pergi ke fotocopy Bayu bila ada tugas, Niken lebih memilih pergi ke fotocopy lain. Nabila juga tidak pernah membahas Bayu dihadapan Niken begitupun sebaliknya. Tetapi hubungan Niken dan Nabila masih baik hingga sekarang.


"Kok bisa di sini?" tanya Bayu begitu sudah berdiri sejajar dihadapan Niken.


Niken garuk-garuk rambut dan berdiri canggung, "Aku kerja disini kak, di butik Salwa."


"Wow keren," komentar Bayu dengan mata berbinar takjub.


Dapat bekerja di butik Salwa memang bukan perkara mudah, harus mempunyai bakat mendesain baju yang mumpuni yang dapat diterima menjadi karyawan. Niken sendiri bila tidak ada koneksi dari bude Dewi, akan sangat sulit menjadi karyawan disana.


"Abang kok ada di sini?" tanya Niken, menghiraukan komentar takjub dari Bayu.


"Lagi belanja kebutuhan toko. Kamu mau kemana? Kok jalan sendirian?"


Niken melirik toko yang saat ini halamannya ia pijak, ada toko besar yang menjual segala jenis ATK disana. Minimarket yang Niken tuju tepat berada di sebelah toko ini.


"Mau ke minimarket ini Bang, ada keperluan yang mau aku beli," jelas Niken sambil menunjuk sesaat minimarket tujuannya.


"Mau Abang temenin? Kebetulan Abang udah selesai belanja." Niken sempat terbengong sebentar mendengar tawaran Bayu.


"Hmm, nggak ngerepotin bang?" tanya Niken kikuk, walau bagaimanapun hubungan mereka bisa dibilang tidak baik sebelumnya. Niken sebenarnya ingin menolak tapi Niken bingung sendiri bagaimana cara menolaknya.


"Nggaklah, kamu sendirian atau sama temen?" tanya Bayu sambil matanya mengedar, siapa tau ada teman Niken yang sedang bersamanya.


"Aku sendirian bang," sahut Niken melangkah pelan ke dalam minimarket dan diikuti Bayu.


"Abang apa kabar?" Niken mencoba memecah kecanggungan diantara mereka karena sedari mereka memasuki minimarket hingga mulai berkeliling dan memilih barang, tidak ada percakapan sama sekali diantara mereka.


Bayu menoleh menatap Niken dan mengusap leher. Matanya beredar tak berani menatap langsung mata Niken.

__ADS_1


"Kabarku baik. Kamu gimana? Udah lama nggak keliatan?"


"Aku baik," jawab Niken singkat, tak menjawab pertanyaan lain yang diajukan Bayu.


"Udah lama kerja di butik Salwa?" tanya Bayu yang sepertinya sudah mulai bersikap biasa, tidak menunjukkan sikap canggung lagi.


"Udah sekitar 3 bulanan," jawab Niken sembari memasukkan makanan ringan di troli belanjanya.


Mereka kembali terdiam. Bingung mau memulai percakapan apa lagi. Mungkin efek karena sudah lama tidak bertemu membuat mereka seperti orang yang baru pertama kali bertemu.


Setelah dirasa semua kebutuhannya sudah lengkap, Niken menuju ke kasir, masih dengan Bayu yang setia mengikuti langkahnya. Niken mengeluarkan dompetnya begitu penjaga kasir menyebutkan nominal belanjaannya tetapi belum sempat Niken mengeluarkan uang, ada tangan terjulur menyerahkan kartu sakti. Niken menoleh dan ternyata Bayu yang melakukannya.


"Bayar pakai ini aja mbak."


"Eh nggak usah mbak, pakai tunai aja." Niken panik dan terburu-buru mengeluarkan lembaran uang dari dalam dompetnya.


Bayu mencegah dan sempat terjadi perdebatan diantara mereka. Tanpa sepengetahuan mereka, si mbak penjaga kasir sudah menggesekkan kartu milik Bayu untuk membayar semua belanjaan Niken.


Dengan cemberut Riska melangkah keluar dari minimarket dan bermaksud memesan ojek online untuk mengantarkannya pulang tanpa memperdulikan Aris yang lagi-lagi masih setia mengikuti langkahnya.


Niken tau seharusnya ia mengucapkan terima kasih kepada Bayu karena sudah membayar semua belanjaannya tetapi entah mengapa rasa jengkel dihatinya membuat mulutnya bungkam untuk mengucapkan terima kasih.


Niken masih fokus melihat layar ponsel ketika Bayu tiba-tiba mengambil belanjaan di tangan Niken dan langsung dimasukkan kedalam mobilnya yang masih terparkir di depan toko ATK yang tepat berada di samping minimarket.


"Aku antar kamu pulang." Niken terbengong dengan sikap semena-mena Bayu.


"Eh aku pulang naik ojek aja bang," ucap Niken panik dan terburu-buru menuju ke mobil Bayu.


Sedangkan Bayu sendiri sudah menutup pintu belakang mobilnya dimana belanjaan Niken disimpan disana dan segera membuka pintu penumpang agar Niken dapat segera masuk. Namun bukannya masuk, Niken justru terdiam didepan Bayu yang masih memegang handle pintu.


"Aku pulang naik ojek aja bang," sahut Niken lagi dengan pelan serta wajah memelas.

__ADS_1


"Anggap aja ini ojek. Nggak perlu bayar, simpan aja uangnya untuk tambahan bayar uang kos atau keperluan kamu yang lain."


"Nanti kirim nomor rekening Abang, biar aku ganti semua uang belanja dan biaya ojek ini." Setelah mengucapkan itu Niken langsung masuk kedalam mobil meninggalkan Bayu yang sempat terdiam sejenak dan menutup pintu.


"Nggak usah dibayar uang belanjaan itu, anggap aja itu untuk ungkapan rasa suka cita Abang karena bisa ketemu lagi sama kamu," ucap Bayu sesaat setelah dia masuk mobil dan menggunakan sealbelt.


Niken menoleh menghadap Bayu, tidak mengerti apa maksud dari perkataannya.


"Kalo cuma mau ketemu aku itu sebenarnya urusan gampang, Abang tau sekolah ku, tau alamat rumahku, tinggal Abang datangin pasti Abang bakalan jumpa aku."


Gantian Bayu yang menoleh menghadap Niken setelah Niken mengucapkan kalimat itu. Diusapnya tengkuk sambil tetap berusaha fokus menghadap jalan.


"Abang malu mau ketemu kamu, belum siap mental. Jujur aja waktu kamu nolak Abang, Abang berharap kita nggak akan pernah ketemu lagi dan ternyata doa Abang dikabulin."


Niken terdiam mendengar ucapan Bayu begitupun Bayu yang terus melirik Niken karena tak ada respon dari perempuan yang sudah mengisi hatinya sejak pertama kali bertemu di 2 tahun yang lalu itu.


Niken jadi mengingat kejahatannya dulu sewaktu menolak Bayu. Apakah sebegitu parah efek yang ditimbulkan sehingga Bayu sampai berdoa agar mereka tidak berjumpa lagi?


Bayu menghentikan mobilnya tepat didepan kos Niken begitu Niken memberi petunjuk alamat kosnya. Niken sempat melirik Bayu yang terang-terangan memperhatikan kos-kosan Niken.


"Amankan kos-kosan ini?" tanya Bayu dengan nada sangsi.


"Maksudnya?" Niken balik bertanya karena sungguh tidak paham dengan maksud pertanyaan Bayu.


"Nggak sembarangan laki-laki boleh masuk kedalam kos kan?"


"Oh, nggak kok, kos ini khusus perempuan. Kalo ada laki-laki yang mau bertamu harus tunggu di luar, kecuali keluarga baru boleh masuk kedalam," jelas Niken geli sendiri dengan pertanyaan nyeleneh Bayu.


"Syukurlah kalo begitu." Lega Bayu mendengarnya.


Niken turun dari mobil Bayu begitupun Bayu yang ikut turun untuk mengambil belanjaan Niken dan menyerahkan kepada pemiliknya.

__ADS_1


"Abang pernah berdoa supaya jangan pernah ketemu kamu lagi dan Abang menyesali doa itu karena begitu doa itu terkabul justru Abang makin rindu sama kamu," ucap Bayu tiba-tiba sambil mengacak rambut Niken pelan dan segera masuk mobil meninggalkan Niken yang terbengong.


__ADS_2