Namamu Rahasia

Namamu Rahasia
Bayu Mulai Berjuang


__ADS_3

Bayu masih melayani pembeli ketika ada kurir makanan mengantarkan paket. Sempat heran karena merasa tidak memesan tapi tetap menandatangi nota pembelian karena abang kurirnya menunggu.


Bayu membuka paper bag hijau itu dan mendapati kotak makanan rumahan. Dibukanya kotak berwarna bening itu dan mendapati nasi beserta gulai ikan patin, bolu kemojo dan kue coa, bola ubi isi bangkoang di kotak berbeda.


Begitu mengeluarkan semua isi kotaknya dari dalam paper bag, Bayu mendapati selembar surat dengan amplop bunga-bunga berwarna kuning. Kening Bayu mengernyit heran. Belum tau siapa yang mengirim makanan ke tokonya kini sudah didapatinya surat ala jaman dahulu. Bayu membalik-balikkan lembar surat itu sembari mengingat kapan terakhir kali ia mendapat kiriman surat.


Sepertinya sudah lama sekali. Sejak alat komunikasi telepon semakin canggih, surat seperti hilang ditelan bumi dan kini Bayu kembali mendapati sepucuk surat yang mengingatkannya pada masa lalu saat ia masih menempuh bangku sekolah.


Bayu membuka surat itu daripada penasaran sendiri dan terdapat lipatan kertas origami berwarna kuning didalamnya.


Makasih atas ungkapan rasa suka citanya yang menurutku anti mainstream dengan bayarin belanjaan ku.


Karena Abang nggak mau aku ganti uangnya, sebagai gantinya aku kirim makanan untuk Abang.


Itu hasil masakan ku kecuali bolu kemojo karena jujur aku nggak bisa buat.


Semoga Abang suka.


Kalo nggak suka, kasih kucing aja.


Ttd \= Niken


Selama 23 tahun Bayu menghirup napas di dunia ini dan puluhan kali mendapat surat, sepertinya ini surat terindah yang pernah Bayu terima.


Niken memang makhluk unik. Disaat jaman sudah canggih dan tinggal kirim SMS untuk berbagi pesan, Niken justru menggunakan media surat. Bayu memandang 2 kotak makan dihadapannya dengan senyum yang hampir merobekkan bibirnya dan berjanji akan menghabiskan semua makanan kiriman Niken ini seorang diri serta akan tetap menelannya walaupun pahit rasanya.


Bayu sampai mendapatkan tatapan heran dari 2 karyawannya yang memperhatikan tingkahnya senyum-senyum sendiri dan sesekali mengipasi wajahnya dengan amplop surat ditangan.


Bayu membuka tutup bekal itu sembari matanya melirik ponsel. Begitu satu suapan masuk kedalam mulutnya, Bayu dibuat takjub dengan rasanya. Ini tidak sesuai ekspektasinya. Bayu kira makanan ini akan aneh rasanya tetapi makanan ini sangat layak untuk dimakan karena rasanya yang enak.

__ADS_1


Bayu iseng membuka ponselnya dan mencari kontak Niken. Seingat Bayu, dia tidak pernah menghapus kontak Niken walaupun mereka tak pernah berkomunikasi dan bertukar sapa lagi.


Begitu kontak Niken ditemukan dan tombol panggil ditekan, Bayu terkejut karena nomor itu masih aktif. Terbukti dengan nada dering yang terdengar. Bayu sampai melihat kembali layar ponselnya untuk memastikan bahwa memang nomor Niken yang ia panggil. Sudah 2 tahun berlalu dan Niken masih menggunakan nomor yang sama.


"Halo." Ponsel ditangan hampir jatuh karena Bayu terkejut dengan sapaan Niken di ujung sana.


Suara ini? Suara yang lama tidak Bayu dengar. Suara yang sangat Bayu rindukan.


"Halo," panggil Niken sekali lagi karena Bayu yang masih tergagap bego, tidak merespon sapaan Niken.


"Halo Niken," lirih Bayu pelan dan bersyukur suaranya tidak terbata-bata. Padahal sewaktu bertemu langsung kemarin, Bayu lancar menyapa Niken bahkan sampai bisa mengajaknya berbelanja bersama. Mengapa via telepon Bayu justru tergagap dan salah tingkah tak menentu.


Bayu menunduk dan memandang kotak makan yang isinya tinggal separuh. Menggelengkan samar kepalanya. Tidak mungkin kan Niken mengirimkan pelet lewat makanan untuknya?


"Iya Bang. Ada apa? Udah nyampek kan makanan yang aku kirim?" Pertanyaan yang diajukan Niken lagi-lagi membuat Bayu terdiam terpaku.


Setelah 1 tahun berlalu dan tidak ada komunikasi diantara mereka.


Setelah 1 tahun berlalu, dirinya tidak pernah berani menemuinya.


Setelah 1 tahun berlalu tidak ada kisah diantara mereka.


Setelah 1 tahun berlalu yang mungkin saja Niken sudah berpacaran dengan laki-laki lainnya.


Setelah 1 tahun berlalu, Niken masih menyimpan nomornya.


Dan Bayu syok dengan fakta itu.


***

__ADS_1


Bayu nekat mengunjungi rumah kos Niken setelah melihat sepertinya Niken masih mau membuka pintu pertemanan diantara mereka. Ya, walaupun Bayu berharap hubungan mereka dapat lebih dari teman. Karena sejujurnya Bayu belum menyerah untuk mendapatkan hati Niken setelah sebelumnya pernah ditolak.


Bayu akan terus berjuang mendapatkan hati Niken apalagi setelah 1 tahun Bayu tak pernah bertatap muka dengan Niken, Niken semakin cantik dimatanya. Aura dewasanya semakin terlihat walaupun wajah imut nya masih seperti anak-anak dan membuat Bayu gemas ingin mencubit kedua pipinya.


Begitu sampai dirumah kos Niken, Bayu terkekeh geli karena mendapati Niken begitu terkejut melihatnya duduk diruang tunggu yang di khususkan untuk tamu.


Niken jadi melirik celana pendek dan kaos lusuh yang dikenakannya. Sungguh bukan pakaian yang sopan untuk menjamu tamu tapi Niken malas sekali kalau harus naik ke lantai 2 untuk ganti baju. Jadilah Niken masa bodoh dengan pakaian yang dikenakannya.


Teman Niken hanya memberi tau ada tamu ingin bertemu yang Niken pikir tamu itu adalah Nabila sehingga Niken cuek saja turun kebawah tanpa berganti baju. Nabila sering berkunjung ke kos Niken bahkan sesekali ikut menginap.


"Sama siapa bang?" Niken melirik ke halaman kos dan mendapati sepeda motor asing terparkir disitu dan Niken menebak itu pasti motor Bayu.


"Sendirian. Aku ganggu waktu istirahat kamu, ya?" Bayu bertanya sambil sesekali melirik pakaian Niken. Celana pendek yang dikenakan Niken membuat konsentrasi Bayu terganggu.


"Nggak kok, lagi santai aja aku. Aku kira Nabila tadi yang datang."


"Nabila sering main kesini?"


Niken mengangguk menjawab pertanyaan Bayu, "Malah dia minggu depan mau pindah kos disini."


"Loh kenapa sama tempat kosnya?" tanya Bayu terkejut. Bayu dan Nabila sudah saling mengenal jauh sebelum Bayu membuka toko. Mereka cukup akrab dan sering berbagi kabar. Bayu juga tau kalau Nabila melanjutkan kuliah di kota ini tapi masalah kepindahan Nabila ketempat kos Niken, Nabila tidak pernah bercerita.


"Katanya sih kosnya sepi dan kurang nyaman karena tamu bebas keluar masuk."


Bayu manggut-manggut dengan info yang dibawa Niken dan melanjutkan obrolan tanpa memasukkan Nabila didalam obrolan mereka.


Bayu mengangguk dan membunyikan klakson, berpamitan untuk pulang kepada Niken setelah hampir 2 jam dirinya menjadi tamu. Mengobrol dan tertawa menceritakan hal-hal random yang terlintas dipikiran mereka.


Bayu pulang membawa hati yang bahagia dan semakin yakin untuk membuat Niken kali ini mau menerima cintanya. Segala bayang-bayang indah masa depan menari-nari didalam angannya.

__ADS_1


Sebegitu Bayu berlalu dari pandangan, Niken langsung melesat ke lantai 2 dimana letak kamarnya berada dan segera mencari ponsel. Mencari kontak Juna dan meneleponnya.


__ADS_2