
Setelah Zorya pergi, Deep pun beristirahat. Deep teringat akan sesuatu dan terbangun kembali.
"Tadi yang aku belanja taruh mana ya? duh lupa lagi!, apa masih di luar ya? coba deh, daripada besok ribet"
Deep keluar kamar untuk mencari barang-barang yang tadi ia beli.
Deep mencari ke sekeliling tempat ia menyekap bi Rika.
"Hm di sini gak ada, apa di kamar papah ya?" tanya Deep.
Deep naik ke atas untuk mencari barang-barangnya.
"Akh akhirnya ketemu! ternyata tadi aku taruh di kamar papah, tapi kapan aku taruhnya ya? oh iya aku ingat! tadi kan pas mau ke bawah aku taruh di sini dulu, kalau aku bawa ke bawah banyak banget, berat kalau diangkat, aku tarik aja deh!" ucap Deep menarik barang bawaannya ke kamar yang ada di bawah kamar Dark.
Bi Rika terus memperhatikan Deep sedari tadi dan Deep pun menghampirinya.
"Ada apa?" tanya Deep.
"Itu apa tuan?"
"Ini barang-barang sekolah ku, besok kan aku udah mulai masuk sekolah"
"Oh gitu, boleh bibi bantu?"
"Gak usah! kamu tidur saja!"
"Gak apa-apa tuan, lagi pula bibi belum ngantuk kok"
"Oh ya sudah bantu aku saja"
Deep membuka kembali rantai tangan dan kaki bi Rika.
Bi Rika membantu Deep membawa ke dalam kamarnya. Bi Rika membantu Deep memasangkan sampul bukunya. Deep memperhatikan bi Rika dan mencobanya. Setelah memperhatikan dan meniru bi Rika, akhirnya Deep bisa melakukannya sendiri. Bi Rika membantu memasangkan tali sepatu Deep yang Deep ikuti.
"Udah selesai tuan, besok tuan mau bawa buku berapa?"
"Gak tahu, biasanya berapa?"
"Bawa tiga aja tuan"
"Tiga? entar kalau kurang gimana? hm lima aja deh"
"Ya udah bawa lima aja tuan"
"Hm oke! makasih ya udah bantuin aku, ya udah kamu tidur saja sudah malam, karena kamu sudah baik padaku, malam ini aku bebaskan kamu dari rantai-rantai itu, tapi ingat, kamu tidak boleh meninggalkan ruangan ini!"
"Hm baik tuan, terima kasih tuan"
__ADS_1
"Iya sama-sama, ya sudah tidur, hm sebentar kamu tunggu di sini dulu, aku mau ke luar sebentar, jangan ke mana-mana!"
"Baik tuan!"
Deep pergi meninggalkan bi Rika dan mengambil guling yang ada di kamar Dark ayahnya. Deep mendorong kasur bi Rika masuk ke dalam kamarnya.
Deep kembali dengan membawa guling ayahnya dan juga kasur serta bantal bi Rika.
"Kamu pakai guling ku saja ya, guling papah buat aku, ini ambillah!" pinta Deep memberikan gulingnya pada bi Rika.
"Makasih tuan!"
"Ya sudah tidur sana, sudah malam"
"Iya tuan"
Deep pun mengunci pintu kamarnya dan tertidur. Bi Rika tersenyum kecil menatap kebaikan Deep dan memejamkan matanya.
Keesokan harinya bi Rika terbangun lebih dulu dan membangunkan Deep yang masih tertidur pulas.
"Tuan bangun!" ucap bi Rika menepuk-nepuk pundak Deep.
"Hm!"
"Tuan bangun! nanti kesiangan aja!"
"Jam berapa sekarang?"
"Ya udah aku mandi dulu"
"Setrika di mana ya tuan? biar bibi setrika dulu baju tuan"
"Sebentar aku carikan dulu, kayaknya aku pernah lihat deh!"
"Hm ini setrikaannya bi"
Bi Rika menyetrika baju Deep sembari menunggu Deep mandi.
Deep selesai mandi, bajunya pun siap. Bi Rika membantu memasangkan kancing baju Deep dan juga dasi beserta gespernya. Bi Rika menyisir rambut Deep agar rapih. Deep si bocil kematian kali ini hanya terdiam menuruti bi Rika.
"Oh iya sarapannya, kamu ikut aku aja ke atas, tapi ingat jangan beritahu siapapun jika aku menyekap mu semalam!"
"Baik tuan"
"Jika sampai ada yang tahu soal semalam, bukan hanya kamu yang akan aku beri pelajaran seperti mbak Ruby dan mas Gemini, tapi juga keluarga mu, karena aku tidak menerima satupun pengkhianatan di rumah ini!"
"Baik tuan!"
__ADS_1
"Ya udah ayok ikut aku, kita ke dapur buat sarapan"
Bi Rika berjalan di belakang Deep.
"Eh bi Rika, semalam ke mana saja? semalam tuan Deep mencari bi Rika" ucap pak Jaka.
Deep menatap tajam bi Rika.
"Hm semalam aku pulang ke rumah, soalnya anak aku nangis terus, tapi tadi aku udah jelasin kok ke tuan Deep"
"Oh gitu, kapan baliknya? kok aku gak lihat kamu masuk ke dalam rumah tuan Deep ya? semalam aku kan berjaga sampai jam sebelas malam main kartu sama mereka di pos, tapi kok aku gak lihat kamu pulang ya?"
"Hm..."
"Akh mata lu aja ke mana-mana ya mana lihat! semalam kan kita asik main kartu ya mungkin gak sadar kali kalau bi Rika pulang, makanya kita gak lihat kapan dia masuk ke rumahnya" sambung pak Farel.
"Hm iya sih, mungkin aja kita gak sadar ya?"
"Nah iya! ya udah lah yang penting orangnya udah sampai di rumah tuan Deep lagi"
"Iya!"
Bi Rika membuatkan susu untuk Deep dan menyiapkan beberapa lembar roti dengan selai dan meletakkannya di piring. Sedangkan anak buah Deep beserta bi Rika menyiapkan sarapan sendiri. Deep beserta para pekerjanya pun sarapan bersama di meja makan.
"Hm pak Panji, nanti antarkan saya ya ke sekolah" pinta Deep.
"Baik tuan!"
Setelah selesai sarapan, bi Rika menyiapkan bekal makanan dan minuman untuk Deep dan memasukkan ke dalam tas Deep.
"Aku berangkat ya semua, assalamualaikum" ucap Deep tersenyum menoleh ke belakang dan melambaikan tangannya.
"Wa'alaikumsalam" ucap para pekerja Deep kompak.
Deep pergi ke sekolah diantarkan oleh pak Panji.
"Aku gak tahu nanti pulang jam berapa, kalau bisa sih nanti kamu jam sepulu aja ke sini jemput aku, atau nanti kalau jelas pulangnya jam berapa aku wa kamu aja, biar kamu gak kelamaan nunggu di sini" ucap Deep.
"Baik tuan"
"Ya udah aku masuk dulu ya assalamualaikum" ucap Deep tersenyum menganggukkan kepala.
"Wa'alaikumsalam tuan, belajar yang pintar ya tuan!"
"Oke siap!"
Pak Panji tersenyum dan masuk ke dalam mobilnya. Pak Panji pun pergi meninggalkan sekolah Deep.
__ADS_1
Deep masuk ke dalam kelas dan meletakkan tasnya. Deep melihat ke sekelilingnya. Deep memperhatikan setiap sudut kelasnya.
"Hm, bagus juga desain kelasnya, gak ngebosenin, ya semoga aja anak-anak di sini tidak membosankan, apalagi seperti Zorya dan teman-temannya yang suka bully aku dulu, hm jadi kangen Nora deh! ya udahlah entar juga ketemu, kalau gak ketemu ya bukan jodohnya, malas juga aku lama-lama nungguin dia datang, yang ada nanti aku bisa tambah gila kalau mikirin Nora terus, mending aku fokus aja sama kehidupan aku dulu, perihal cinta nanti saja!" batin Deep.