
Deep sedang senyam-senyum sendiri di taman kecil yang ada di rumahnya. Ada beberapa kanvas dan pewarna yang ia letakkan disana.
Dark membuat sebuah taman dengan sesuatu diatasnya yang bisa dibuka tutup kapan saja dengan remot kontrol. Deep menjadikan taman itu sebagai ruangan untuknya melukis.
Deep tersenyum membayangkan sesuatu dan mulai melukis. Deep melukiskan sebuah sekolah yang di sekelilingnya tertutup oleh asap. Di kanvas lain Deep melukiskan banyak manusia tergeletak dan tertutup oleh kabut asap.
Setelah lukisannya jadi, Deep terlihat sangat puas melihat hasilnya yang memukau itu.
Belum ada yang menyadari jika satu sekolah tewas di dalamnya.
Deep membuka lelang dengan harga start satu milyar rupiah. Kedua lukisan barunya akhirnya laku terjual senilai dua puluh milyar dengan masing-masing satu lukisannya laku terjual sepuluh milyar rupiah. Kedua lukisan Deep di lelang dengan harga tertinggi oleh seorang pengusaha sukses yang berasal dari Dubai. Pengusaha itu rela jauh-jauh terbang dari Dubai ke Indonesia untuk mengambil hasil lukisannya karena Deep tidak bisa mengantarkannya langsung mengingat usianya yang masih kecil.
Walaupun lukisan itu masih ada di tangan Deep, pengusaha Dubai itu telah mengirimkan semua uang yang telah mereka sepakati untuk harga lukisan itu.
__ADS_1
Senyum bahagia terpancar dari wajah Deep, Deep tidak menyangka jika lukisan dia akan terjual dengan harga segitu besarnya.
Kini usia Deep baru menginjak dua belas tahun, tapi ia sudah berhasil mendapatkan uang sebesar dua puluh dua milyar rupiah hasil dari menjual ke empat lukisannya saja.
"Harga yang sangat fantastis, pantas saja ayah lebih sering melelang lukisannya kalau tahu harga lelang sebesar ini, kemarin kenapa gak aku lelang aja ya? ya udah deh nanti aku jualnya lelang aja biar dapat untung lebih banyak lagi" kata Deep tersenyum dan menganggukkan kepala.
Mendapatkan uang dengan jumlah yang sangat fantastis pun membangkitkan hasratnya untuk membunuh banyak orang lagi untuk acuan dia dalam melukis, karena Deep bukanlah seorang seniman seperti Dark yang dapat menciptakan ide lukisan fantastis di otaknya. Dark pada awalnya memanglah seorang seniman, namun hasil lukisannya tidak laku sebesar harga saat ia membunuh seseorang lalu di lukis olehnya, karena saat Dark membunuh Yasmin dan melukisnya lalu lukisan itu laku sebesar satu milyar rupiah menyebabkan Dark menjadi seorang pembunuh sekaligus seorang pelukis terkenal. Harga lukisan terakhir Dark semasa hidup laku sebesar dua puluh milyar rupiah per satu lukisannya seiring dengan melambungnya nama Dark Aharnish. Melambungnya nama Dark Aharnish itulah yang membuat harga lukisannya juga sangat fantastis. Kini bakat itu menurun pada putra satu-satunya Deep Akhtara.
Deep mengambil bingkai foto ayahnya yang ada di atas lemari dan tersenyum meneteskan air matanya lalu memeluk bingkai foto ayahnya.
Setelah curhat dengan foto ayahnya Deep malah ketiduran. Malam harinya Deep terbangun dan langsung pergi keluar rumah untuk mencari korban selanjutnya di gang senggol karena hasratnya melihat darah menetes dari tubuh seseorang kini kembali bangkit. Deep memakai jaket dan sarung tangan agar tidak meninggalkan bekas sidik jari di anak panah yang akan ia luncurkan untuk korban berikutnya.
Deep tak segan-segan membawa beberapa anak panah dan menggendongnya di punggungnya. Deep melemparkan anak panah pada setiap orang yang melintas di gang itu. Deep melemparkan anak panah tepat di kening korbannya dan menekan anak panah itu hingga menembus ke belakang. Deep juga melemparkan anak panah tepat di bagian jantung serta menekannya hingga tembus ke punggung belakang. Malam itu ia hanya mendapatkan lima orang pria dan satu orang wanita bayaran yang tengah berbahagia di gang buntu yang minim cahaya itu. Deep menyusun mayat mereka sesuai dengan keinginannya. Deep membuka lebar mulut mayat wanita itu dan memasukkan salah satu anu sang pria ke dalam mulutnya lalu menjahit mulut dengan anu sang pria agar tidak terlepas. Deep memasukkan dua anu mayat pria ke dalam depan dan belakang milik sang wanita lalu menjahitnya. Deep memegang tangan sang wanita dan mengarahkannya ke anu mayat pria satu lagi lalu menjahit tangan sang wanita dengan anu sang pria.
__ADS_1
Ketika Deep melelang lukisannya, ia membuka ponsel ayahnya, dan membuka akun ayahnya yang tidak terkunci. Deep mendapatkan inspirasi itu dari hasil karya ayahnya yang laku sebesar dua puluh milyar rupiah dan dibeli oleh seorang pengacara terkenal di Amerika yang merupakan seseorang pecinta seni.
Melihat hasil lukisan ayahnya yang seperti itu memancing imajinasi Deep yang akhirnya melakukan hal itu kepada mereka.
Deep mengeluarkan buku gambarnya untuk menggambar mayat mereka sebelum akhirnya nanti ia pindahkan ke atas kanvas. Deep juga mengambil foto mayat itu, agar ketika hasil di buku gambarnya tidak jelas, Deep bisa melihat hasil fotonya.
Deep pun pergi meninggalkan para manusia yang telah menjadi mayat yang tadi tengah bersenang-senang mengumpulkan dosa.
Deep bangkit dan tersenyum sejenak menatap mayat para pengumpul dosa itu lalu pergi dari sana meninggalkan mereka untuk melanjutkan adegannya lagi dalam mengoleksi dosa diatas kesenangan yang kini telah dibantu oleh Deep agar mereka selalu bersama selamanya dan tak pernah terpisahkan lagi karena Deep telah menjahit tubuh mereka menjadi satu.
Deep menghampiri satu orang anak laki-laki yang tengah berjalan sambil memainkan lato-lato miliknya. Dengan cepat dan tak manusiawi, Deep melemparkan pisau ke arah kepala belakang anak itu. Anak itu akhirnya terjatuh dan tak sadarkan diri karena mengeluarkan banyak darah. Deep melihat kedua telinga anak itu dan melihat lato-lato yang masih terpegang oleh anak itu.
Deep mengambil lato-lato itu dari anak kecil yang nampaknya telah tewas itu. Deep menempelkan lato-lato itu di kedua telinga anak itu. Deep melubangi telinga anak itu seukuran lato-lato dan memasukkan lato-lato itu ke kedua telinga anak itu. Anak itu terlihat seperti tengah menggunakan headphone dengan kedua bola di telinganya dan tali yang ada diatas kepalanya. Deep melebarkan bibir anak itu agar terlihat seperti seseorang tengah tersenyum. Deep mengambil foto anak laki-laki itu lalu pergi begitu saja setelah merenggut nyawa seseorang yang tak bersalah.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Deep langsung melukis korbannya ke atas kanvas kosong sembari tersenyum menatap hasil fotonya. Setelah lukisannya selesai, Deep pun tertidur di atas kursi yang biasa ia gunakan untuk melukis.