
"Dasar cowok kurang ajar!" ucap Zellyn kesal menunjuk James yang sudah pergi meninggalkannya.
"Hati-hati, jangan terlalu benci sama cowok, karena biasanya cewek yang terlalu membenci cowok pasti ujung-ujungnya bakal nikah sama dia" ledek teman wanita Zellyn.
"Gw nikah sama dia?" tanya Zellyn menunjuk dirinya sendiri.
"Iya"
"Amit-amit jabang bayi, jangan sampai itu terjadi!"
"Ku tunggu undangan pernikahan mu dengan James Andrew Efrain ya Zellyn Marizta"
"Idih! amit-amit deh kalau sampai gw jadi nikah sama dia! itu gak mungkin terjadi!"
Zellyn kini sedang senyam-senyum sendiri mengingat apa yang ia katakan kepada temannya jika dia tidak akan pernah menikah dengan James dan kini ia menikah dengan James.
"Aku tidak menyangka jika perkataan Cheryl akan menjadi kenyataan, dulu aku sangat membenci mas James, tapi kini aku sangat mencintainya, aku juga tidak tahu mengapa aku bisa jatuh cinta kepada musuh ku sendiri, aku menganggap mas James dulu sebagai musuh ku, tapi kini aku malah menganggapnya sebagai pasangan hidup ku" ucap Zellyn tersenyum menatap ke atas dan memeluk kakinya yang ia tekuk di depan dada.
"Karena sejatinya cinta tidak membutuhkan alasan Zellyn" ucap James tersenyum dan berjalan menghampiri Zellyn.
"Eh mas James" ucap Zellyn menatap ke belakang.
"Cinta tanpa alasan adalah sebenar-benarnya cinta, tetapi jika cinta dengan alasan itu tidak pantas disebut sebagai cinta, cinta karena fisik bukan cinta namanya melainkan hanya nafsu semata, cinta karena sikap, kepintaran, popularitas itu juga bukan cinta namanya melainkan rasa kagum terhadap seseorang, tetapi ketika kita tidak mempunyai alasan mengapa kita jatuh cinta kepada seseorang itu barulah cinta, aku akui, awalnya memang kamu bukan tipe ku, aku hanya ingin mendekati mu hanya untuk membuktikan pada Axcel, Gerry, dan Andika jika setiap wanita di kampus pasti akan tertarik dan jatuh cinta padaku"
"Jadi aku bukan tipe wanita idaman mu mas?"
"Iya, awalnya aku tidak memiliki perasaan apapun pada mu, aku bahkan tidak menyukai wanita yang mempelajari taekwondo atau bela diri lainnya, karena aku lebih tertarik dengan wanita yang soft, tetapi karena terus berantem sama kamu, kamu selalu menolak ketika aku mendekati mu, lama-lama cinta itu tumbuh di hati ku, aku tidak tahu mengapa aku bisa mencintaimu padahal awalnya kamu bukanlah wanita yang aku inginkan, tetapi aku mengerti apa arti cinta yang sesungguhnya, cinta yang sesungguhnya tidak memiliki alasan mengapa kita jatuh cinta pada seseorang, dulu kita seperti musuh, selalu bertengkar, tidak ada yang mengira jika kita akan menikah dengan musuh kita sendiri, hm tapi sekarang aku sadar jika takdir selalu punya rencana dalam mengatur percintaan seseorang" ucap James tersenyum menatap Zellyn.
Mendengar perkataan James membuat hati Zellyn tersentuh dan meneteskan air mata, seketika James langsung memeluknya.
"Sudahlah jangan menangis lagi, lebih baik sekarang kita makan, ini makan" ucap James memberikan apel yang ia temukan di dalam hutan.
__ADS_1
"Apel sebanyak ini kamu menemukannya dimana mas? apa kamu memanjat pohon apel?"
"Bagaimana caranya aku memanjat pohon apel sedangkan pohon apel itu sangat pendek dan tidak bisa dipanjat"
"Hah? apa iya mas? masa pohon apel pendek sih?"
"Iya sayang, pohon apel itu pendek, kalau yang tinggi itu pohon kelapa, pohon jambu juga lumayan tinggi"
"Oh gitu, aku kira tinggi" kata Zellyn tertawa kecil.
"Ya udah kamu makan"
"Iya mas"
Ketika sedang makan bersama, Zellyn menanyakan kembali kehidupan mereka selanjutnya akan seperti apa.
"Mas" panggil Zellyn.
"Iya sayang, ada apa?"
"Hm, perkataan mu itu ada benarnya juga, hm begini saja, setelah makan nanti kita cari jalan keluar dari dalam hutan ini, mumpung masih terang, ada cahaya matahari"
"Tapi sepertinya aku nyaman di dalam hutan ini mas, disini udaranya sejuk, dan sepi juga, aku ingin hanya ada kita di dalam sini"
"Jadi kamu ingin tinggal di dalam hutan ini Zellyn?"
"Hm iya mas, kalau bisa kita bangun rumah saja di dalam hutan ini dan juga mata air untuk kita mandi, buang air, mencuci dan memasak, di dalam hutan kita bisa menanam sayuran, dan buah-buahan, sesuatu yang sangat sulit kita lakukan di ibukota, karena pekarangan rumah kita disana tidak cukup untuk menanam sayuran dan buah-buahan, hanya cukup untuk menanam bunga saja"
"Hm, kamu benar juga, disini jauh lebih nyaman daripada di rumah kita sendiri, kalau begitu kita keluar sementara saja dari dalam hutan ini, untuk membeli barang-barang yang akan kita pakai untuk membangun rumah dan mata air di dalam hutan ini, melengkapi semua kebutuhan kita, bagaimana?"
"Aku setuju sama ide kamu mas, kalau begitu kita jalan sekarang aja mas"
__ADS_1
"Tapi apel ini belum habis"
"Taruh di dalam rumah pohon saja mas, atau taruh disini aja juga gak apa-apa"
"Hm, ya udah ayok"
"Iya mas"
James dan Zellyn menyusuri luasnya hutan agar bisa keluar dari dalam hutan untuk membeli barang-barang yang mereka butuhkan untuk hidup berdua di dalam hutan.
Setelah usaha yang cukup panjang, kini mereka berhasil keluar dari dalam hutan dan mereka bertemu dengan Andika, Axcel, dan Gerry teman-teman James ketika di kampus.
"James, Zellyn, kalian gak apa-apa, gw dengar berita di tv kalau pesawat yang kalian tumpangi terjatuh, terus gimana kondisi kalian saat ini?" tanya Gerry panik.
"Gw gak apa-apa kok, Zellyn juga gak apa-apa, tadi kita udah mengobati luka kita dengan ramuan obat dari tanaman yang ada di dalam hutan, Zellyn yang meracik ramuan obat itu" ucap James tersenyum kecil.
"Alhamdulillah deh kalau kalian gak apa-apa" ucap Gerry tersenyum.
"Kalian mau bantuin gw dan Zellyn gak?"
"Bantuin apa?" tanya Andika.
"Gini bro, Zellyn pengen tinggal berdua di hutan sama gw, karena katanya Zellyn mau menanam buah-buahan dan sayur-sayuran, di rumah kita yang ada disana cuma cukup untuk menanam bunga, tidak cukup untuk menanam buah dan sayuran, gw sama Zellyn rencananya mau bangun rumah sama pipa air gitu, karena di dalam hutan sana tidak ada mata air sama sekali, sungai juga tidak ada, mau gak kalian bantuin gw sama Zellyn?" tanya James menatap Zellyn lalu menatap teman-temannya bergantian.
"Kita bantuin, yang terpenting bagi kita itu lu bisa hidup bahagia bersama dengan Zellyn istri lu" ucap Axcel tersenyum.
"Iya bener tuh kata Axcel" sambung Andika.
"Kita pasti bakal bantuin lu sama Zellyn kok" sambung Gerry tersenyum menepuk pundak James.
"Ya udah ayok kita cari bahan-bahan bangunannya" ajak James.
__ADS_1
"Gas!" kata Gerry, Andika, dan Axcel kompak.
Gerry merangkul pundak James, Andika merangkul pundak Gerry, Axcel merangkul pundak Gerry dan James merangkul pundak Zellyn istrinya. Mereka berlima pergi bersama.