
Setibanya di pantai, hasrat Deep mulai bangkit dan melihat para wisatawan hanya daging merah segar saja tanpa adanya kulit.
"Ramai sekali orang disini, jika aku membunuh semuanya aku akan untung besar, tapi bagaimana caranya? gimana caranya biar bi Rika dan yang lain gak tahu, tapi bi Rika kan juga ingin aku habisi, tapi kalau di pikir-pikir nanti kalau aku bunuh bi Rika, siapa yang akan menjadi waliku? papa dan mama kan udah lama meninggal, dan bi Rika yang menjadi waliku, jika aku membunuhnya, siapa yang akan menggantikannya? bagaimana jika nanti ada berkas-berkas lain yang harus dia urus? kan aku juga nanti yang ribet cari alasannya, hm bi Rika, selamat ya bi, aku tidak jadi membunuh mu, karena aku masih menganggap mu menguntungkan bagiku, jika tidak, mungkin aku sudah langsung membunuh mu, aku harus membuat bi Rika dan yang lain pergi dari sini, agar aku bisa mengeksekusi semua wisatawan yang ada di pantai ini, hm James, apa aku minta bantuan James aja ya? tapi gak ada salahnya juga sih, bagaimana jika dia tidak mau kesini? selama ini mereka kan tinggal di hutan, apa mereka mau keluar hutan? hm James bercerita, jika dia menjual dagingnya ke restoran, itu artinya dia juga sering keluar dari hutan itu, aku harus meminta bantuannya, tidak mungkin wisatawan sebanyak ini bisa aku eksekusi sendiri dengan cepat, mungkin mereka bisa mati secara bersamaan, tapi bagaimana aku akan memotong-motong dagingnya, menguliti tubuh mereka, jika aku hanya sendiri melakukannya, pasti akan memakan waktu yang lama, keburu ada yang tahu, ya sudah, aku minta bantuan James dan keluarganya saja, lumayan untuk mempercepat waktu pemotongan" batin Deep yang langsung mengeluarkan ponselnya.
"Hm bi, aku ada urusan sebentar, bibi dan yang lain tunggu disini dulu ya" ucap Deep tersenyum kecil.
"Iya tuan"
Deep langsung berlari meninggalkan bi Rika dan anak buahnya.
Deep membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam untuk menelepon James.
"Hai James"
"Hai Deep, ada apa kamu menelepon ku?"
"Aku butuh bantuan mu sekarang juga"
"Katakan saja, apa yang bisa saya bantu untuk mu, rekan kerja ku"
"Saat ini aku sedang di pantai, tak jauh dari kediaman mu, aku ingin membunuh semua wisatawan disini, agar aku mendapatkan untung yang berlipat-lipat ganda"
"Lalu, apa yang bisa saya lakukan untuk mu?"
"Apa kamu dan keluargamu itu bisa ke pantai sekarang? aku butuh bantuan kalian untuk menguliti, memisahkan daging dari tulangnya, dan juga menampung darah mereka, jika aku melakukannya sendiri akan memakan waktu yang lama, aku takut nanti jika terlalu lama ada yang melihat ku menghabisi mereka semua, kamu bisa membantu ku kan?"
"Iya, aku kesana sekarang, aku akan siapkan alat-alatnya dulu"
"Oke baiklah, aku tunggu secepatnya"
"Oke baiklah, kamu eksekusi mereka semua dulu saja, sembari menunggu kedatangan ku"
"Oke baiklah, jangan lama-lama"
"Oke!"
__ADS_1
"Semua berjalan lancar sesuai dengan rencana ku, sekarang aku hanya perlu membuat bi Rika dan yang lain pergi dari pantai ini, agar aku bisa membunuh mereka semua, tapi sebelum itu aku harus mematikan kamera pengawas yang terpasang disana, aku tahu jika disana terdapat kamera pengawas, tapi aku tidak tahu mereka menyembunyikannya dimana, aku bisa mematikannya dari tempat itu langsung, aku harus kesana sekarang" ucap Deep yang langsung menyalakan mobilnya.
"James, aku akan pergi sebentar untuk mematikan kamera pengawas yang terpasang disana, jangan buat gegabah dulu sebelum aku tiba disana, apa kamu mengerti?"
"Oke baiklah, aku tidak akan melakukan hal apapun sebelum kamu datang"
"Good!"
Deep kembali memfokuskan pandangannya ke depan.
Deep menyelinap ke ruang CCTV dan mematikan semua CCTV yang terpasang di pantai ataupun di dalam tempat itu.
"Hei, mau apa kamu di ruang CCTV?" tanya petugas penjaga memergoki Deep.
Deep mengatur pernafasannya dan mengeluarkan pisau yang ia sembunyikan di balik jaketnya.
"Kamu mau apa disini?" tanya petugas itu memegang pundak Deep.
Deep memegang tangan petugas itu dan langsung membalik tangan petugas itu ke belakang, dengan cepat Deep menyayat leher petugas itu hingga kepalanya nyaris putus. Petugas itu akhirnya tewas di tangan Deep.
"Sial! jika aku hanya menghabisi dia saja, nanti yang lain akan mencurigai ku, aku harus membunuh mereka semua, agar tidak ada lagi saksi yang melihat ku, aku tidak bisa menghabisi mereka semua dengan menggunakan pisau ini" ucap Deep yang langsung melipat pisau yang tadi ia gunakan untuk menyayat leher petugas yang memergokinya.
Deep mengirimkan lokasi pada James.
"Cepat kamu ke lokasi yang telah aku kirimkan itu, bantu aku untuk mengeksekusi korban ku"
"Oke baiklah"
Beberapa menit kemudian James dan keluarganya sampai.
"Aku sudah di depan lokasi yang kamu kirimkan, cepat buka pintunya!" notifikasi WhatsApp dari James.
"Oke baiklah!"
"Cepat masuk!" pinta Deep.
__ADS_1
Ketika James dan keluarganya masuk, Deep langsung mengunci pintunya. James dan keluarganya menatap sekelilingnya.
"Wow! kamu menghabisi mereka sendiri?" tanya James.
"Iya, cepat lakukan!"
"Oke!"
Deep dibantu oleh James dan keluarganya memotong-motong korbannya, menguliti, memisahkan daging dari tulangnya dan menampung semua darahnya di sebuah bak besar.
Setelah beberapa jam mengeksekusi, akhirnya semua selesai. Mereka memindahkan darah itu ke dalam galon yang telah keluarga James persiapkan.
"Kalian membawa galon?" tanya Deep terkejut saat menyadari mereka membawa banyak galon.
"Iya, galon ini untuk menampung darah mereka agar tidak ada yang tumpah, dan ini tutupnya, agar terlihat seperti air isi ulang yang baru saja di isi, padahal sebenarnya di dalam ini adalah darah"
"Hm, oke juga ide mu itu"
"Thanks"
"Yeah!"
"Oke, sekarang kita pindahkan semua darah ini ke dalam galon itu, agar kita bisa secepatnya pergi dari sini, dan kembali ke pantai itu untuk mengeksekusi semua wisatawan, untuk bagian kalian tenang saja, aku akan memberikan bagian kalian nanti, aku 60% dan kalian 40% bagaimana hm?"
"Oke tak apa, lagipula juga kamu yang membunuh mereka semua dan mematikan seluruh kamera pengawas di tempat ini maupun di pantai, jadi sudah seharusnya kamu mendapatkan bagian yang jauh lebih besar daripada kami"
"Kalian sudah menyetujuinya, jadi kita percepat semua ini"
"Oke"
Setelah semua darah masuk ke dalam galon, mereka mengangkat galon bergantian, sedangkan Zellyn membersihkan noda darah yang tersisa di setiap tempat.
"Sudah selesai semua, dan kurang satu lagi" ucap Deep mengambil papan tulisan "tutup".
Deep menggantungnya di depan pintu dan mengunci pintu itu.
__ADS_1
"Ayok kita pergi sekarang" ajak Deep.
"Oke!"