Pain Is Art

Pain Is Art
Deep Jatuh Cinta?


__ADS_3

Deep yang belum terlalu jauh pergi masih bisa memantau para pekerjanya melalui CCTV.


"Oh jadi selama ini aku mempekerjakan seorang pengkhianat! lihat saja kau! kau pasti akan mati di tangan ku! aku tidak akan pernah sudi membiarkan seorang pengkhianat sepertimu hidup bebas begitu saja!" ucap Deep yang langsung menghentikan mobilnya karena melihat pak Zainal berjalan ke arahnya.


Deep segera keluar dari mobilnya dan mengambil palu yang mas Data berikan padanya. Deep bersembunyi di balik pohon dan membiarkan mobilnya begitu saja.


Deep melihat pak Zainal yang sedang berjalan sendirian. Deep melihat sekelilingnya dan tidak ada orang di sana, situasi itupun dimanfaatkan oleh Deep untuk membunuh pak Zainal. Deep melemparkan palu tepat ke kepala pak Zainal. Pisau itu mendarat tepat di kepala kiri pak Zainal. Pak Zainal pun terjatuh.


Deep keluar dari persembunyiannya dan menghampiri pak Zainal.


"Kenapa pak? sakit ya?" tanya Deep.


"Tuan" ucap pak Zainal lemah.


"Ikut saya yuk pak" ucap Deep memapah pak Zainal ke dalam mobilnya.


Deep membawa pak Zainal ke rumahnya. Deep sengaja membeli rumah itu hanya untuk membantai seseorang. Rumah mewah yang berada di pemukiman tak berpenghuni yang angker dan dipenuhi oleh pepohonan lebat layaknya hutan.


"Ayok turun" ucap Deep tersenyum memapah pak Zainal.


"Tunggu sini dulu ya!" ucap Deep melemparkan pak Zainal ke tanah.


Deep berlari mengambil stok minyak yang ada di belakang rumahnya dan juga korek api. Deep menyiram tubuh pak Zainal dengan mungak tanah lalu melemparkan korek api ke atas tubuhnya. Api mulai membakar tubuh pak Zainal dan pak Zainal pun berteriak-teriak dan berguling-guling, namun suara teriakan pak Zainal itu seperti sebuah lantunan lagu yang indah di telinga Deep Akhtara yang membuatnya tersenyum bahagia sembari menepuk-nepuk tangannya seperti sedang menonton sebuah konser musik.


"Ayok terus menarilah dan berteriaklah untukku! aku menyukai tarian dan suaramu itu!" ucap Deep tersenyum menatap pak Zainal.


Deep memejamkan matanya dan tersenyum sembari menggelengkan kepala dan menepuk-nepuk tangannya.


Deep mengambil ponselnya dan merekam pertunjukan pak Zainal yang sedang kesakitan itu.


"Wow! It's very good on camera! lanjutkan baby! aku suka melihatmu terbakar seperti itu! kamu telah membakar api amarah dalam diriku dan aku hanya tinggal memperbesar api yang sudah kamu nyalakan saja! apa kamu menyukainya? aku harap kamu menyukainya, karena aku sangat suka melihatmu seperti itu!" ucap Deep tersenyum menatap ke ponselnya.


Deep merekam pak Zainal hingga tubuh pak Zainal beserta bajunya menjadi abu. Deep mematikan rekaman videonya dan menyiram abu pak Zainal dengan selang air. Deep masuk ke dalam rumahnya dan mengunci pintu pagarnya. Deep memasukkan mobilnya ke garasi lalu masuk ke dalam. Deep tinggal seorang diri di rumah itu, tapi rumahnya terlihat bersih dan rapih.


Deep mengambil air dingin lalu meminumnya. Deep mengambil cemilan di dalam kulkas lalu pergi ke kamarnya. Deep yang merasa bosan scroll tiktok pun mulai terpancing kembali hasratnya untuk membunuh seseorang. Deep memakai masker hitam karena sudah terbiasa mengenakannya dan lebih merasa tampan jika sedang mengenakan masker hitam.


Deep melihat ada lima orang turis sedang membuat vlog dan ia pun bersembunyi di balik pepohonan. Deep mengendap-endap dan menggunting kabel mobil turis itu agar mereka tidak bisa ke luar dari tempat itu. Deep segera pergi dan kembali ke rumahnya.


Turis pertama bernama Ramida Jane Lorelei atau kerap disapa Jane oleh teman-temannya.



Turis kedua bernama Rebecca Gracia Livni atau kerap disapa Becky.



Turis ketiga bernama Rachanun Queentha Paulina atau kerap disapa Acha.



Turis 4 bernama Primily Beatrice Ximena atau kerap disapa Prim oleh teman-temannya.



Turis kelima bernama Prima Ainsley Angelina atau kerap disapa Rima.

__ADS_1



Deep berada di ruang CCTV dan melihat lima orang turis yang tadi ia temui berjalan masuk ke rumahnya, karena mereka berpikir jika rumah Deep sudah tidak berpenghuni seperti rumah-rumah lain yang ada di sana.


Turis itu mengelilingi rumah Deep dan saat mereka tiba di ruang CCTV mereka terkejut karena melihat adanya CCTV yang terpasang. Jane yang memegang kamera pun segera menghentikan videonya.


"Rumah ini masih berpenghuni?" tanya Rima.


"Sepertinya begitu karena CCTV di rumah ini masih terpasang" jawab Jane.


"Jika rumah ini masih berpenghuni, lantas di mana penghuninya? Kita daritadi bikin vlog di sini gak ada orang kan?" tanya Acha.


"Ya mungkin aja penghuninya lagi ke luar, kalau di rumah ini gak ada penghuninya gak mungkin sih kayaknya, rumah ini masih tertata rapi, barang-barangnya juga masih pada bagus-bagus, cat rumahnya juga masih bagus belum ada yang terkelupas, beda banget sama rumah-rumah lain yang tadi kita temui" jawab Becky.


"Halaman rumahnya juga belum ada ilalang dan sebagainya, fix sih ini rumah masih ada penghuninya" sambung Prim.


"Apa kalian mencari ku?" tanya Deep dari belakang mereka.


Mereka pun menoleh ke belakang karena mendengar ada suara seorang pria yang berbicara. Mereka saling menatap satu sama lain ketakutan karena telah lancang memasuki rumah orang lain tanpa permisi terlebih dahulu, karena mereka berpikir itu adalah rumah kosong.


"Mau apa kalian ke rumah ku?" tanya Deep.


"Ngomong lu!" bisik Prim ketakutan menggigit bibir bawahnya menyenggol lengan Rima dengan lengannya.


"Enggak ah! lu aja!" jawab Rima.


"Jane lu aja ngomong!" bisik Prim menatap Jane.


"Lah kok gw sih?" tanya Jane berbisik menatap Prim.


"Kamera itu juga kan lu yang pegang, jelasin sana!" suruh Acha.


"Hm iya iya!" jawab Jane.


"Ada apa? kenapa kalian bisik-bisik seperti itu? aku hanya bertanya pada kalian, bukan mengancam kalian bukan? jawablah pertanyaan ku! mau apa kalian ke rumah ku?" tanya Deep.


"Hm, maaf nih sebelumnya kalau kita lancang masuk ke rumah kamu, kita tadi bikin vlog di sini karena katanya di sini angker dan rumah-rumah lain tidak berpenghuni, jadi kita masuk ke rumah kamu karena kita berpikir kalau rumah ini tidak berpenghuni lagi, sekali lagi maaf ya" ucap Jane menundukkan kepala dan memejamkan matanya serta menggigit bibir bawahnya ketakutan.


Deep pun berjalan menghampiri Jane.


"Tenang saja! tidak usah takut seperti itu!" ucap Deep menepuk pundak Jane tersenyum.


Jane pun membuka matanya perlahan dan menatap Deep perlahan.


"Kamu gak marah sama kita?" tanya Jane menatap Deep dan menatap teman-temannya.


"Hm enggak kok, lagipula memang aku tinggal di pemukiman terbengkalai kan? wajar aja sih kalau kalian pikir rumah aku itu rumah tidak berpenghuni seperti rumah yang lainnya" jawab Deep tersenyum menatap Jane.


"Terima kasih ya"


"Iya sama-sama"


"Ya udah kita pamit pulang ya, untuk video rumah kamu nanti akan kita cut kok kamu tenang aja, soalnya kita kan cuma ambil video rumah terbengkalai" ucap Jane tersenyum menatap Deep.


"Iya" jawab Deep tersenyum menatap Jane.

__ADS_1


Mereka pun pergi meninggalkan rumah Deep. Jane sesekali menoleh ke belakang dan tersenyum menatap Deep, nampaknya Jane menyukai Deep Akhtara dan begitupun dengan Deep Akhtara yang nampaknya menyukai Jane, karena sedari tadi tersenyum menatapnya.


Kelima turis itu sampai di depan dan Acha pun menyalakan mobilnya, namun mobilnya tidak menyala. Mereka tidak mengetahui jika Deep adalah penyebab mobil mereka tidak bisa menyala itu. Mereka pun ke luar dari dalam mobil dan Acha memeriksa mobilnya.


"Kenapa mobil lu?" tanya Becky.


"Mati nih! gak tahu kenapa! kagak ngerti mesin mobil gw!" jawab Acha.


"Terus kita pulangnya gimana dong? malah udah mau malam lagi" ucap Prim.


"Pesen mobil online aja!" perintah Rima.


"Tapi mobil online kalau muat, kalau cuma muat empat orang aja gimana? kan kita berlima? masa pesan dua sih?" tanya Acha.


"Bisa sih, duduknya rapat, muat itu gampang! pesan aja!" perintah Jane.


"Hm oke!" jawab Acha mengeluarkan ponselnya.


"Haduh! gak ada sinyal lagi!,hp lu pada ada sinyalnya kagak?" tanya Acha berusaha mencari sinyal di sana.


Jane, Rima, Prim, Becky pun mengecek ponselnya, apakah terdapat sinyal atau tidak.


"Hp gw juga gak dapat sinyal nih!" ucap Becky.


"Sama hp gw juga gak ada sinyal!" sambung Rima.


"Hp lu ada kagak Jane, Prim?" tanya Acha.


"Kagak ada juga!" jawab Jane.


"Sama, gw juga gak ada sinyal"


"Terus gimana kita pesannya kalau gak ada sinyal kayak gini?" tanya Acha memegangi kepalanya yang terasa pusing.


"Ada apa? katanya kalian mau pulang? kok masih di sini?" tanya Deep menghampiri mereka.


"Mobil gw mati nih! gak tahu kenapa!" jawab Acha.


"Oh gitu" jawab Deep.


"Kamu mau ke mana?" tanya Jane.


Mendengar pertanyaan Jane pada Deep sontak membuat teman-temannya terkejut dan menatap Jane.


"Gak ke mana-mana sih, cuma lagi lari-lari aja, olahraga gitu, enak di sini sepi, gak ada yang ganggu" jawab Deep tersenyum kecil.


"Hm di rumah lu ada sinyal gak? daritadi kita di sini kagak dapat sinyal, kali aja di rumah lu ada sinyal" ucap Acha.


"Ada kok, kalau gak ada ya gak mungkin aku betah tinggal di sana" jawab Deep tersenyum.


"Boleh numpang gak? buat pesan mobil online" ucap Acha.


"Boleh kok" jawab Deep menganggukkan kepala.


Mereka pun kembali ke kediaman psikopat tampan Deep Akhtara.

__ADS_1


__ADS_2