
"Bangku di sebelah kamu kosong ya?" tanya salah satu siswa menunjuk bangku di samping Deep.
"Hm iya kosong, duduk aja kalau mau duduk"
"Makasih"
"Sama-sama"
"Nama kamu siapa?" tanya Deep.
"Namaku Alby Fachri Syahreza Khan panggil aja Alby, kayaknya muka kamu gak asing deh, kayak aku sering lihat kamu tapi di mana aku lupa, oh iya nama kamu siapa?"
"Aku Deep"
"Deep?"
"Iya, kenapa?"
"Aku kayak pernah dengar nama itu deh, tapi aku lupa di mana"
"Hm ya udah lupakan saja, nanti juga pasti ingat sendiri kok, kalau di ingat-ingat malah gak ingat"
"Iya kamu benar!"
Alby mengeluarkan ponselnya dan membuka sosial medianya.
"Aku boleh minta nomor wa kamu?" tanya Deep.
"Boleh kok"
Alby menyebutkan nomor wa-nya pada Deep.
"Hai, salam kenal!" ucap seorang siswa yang duduk di depan Deep bersalaman dengan Deep dan Alby.
"Iya!" jawab Deep dan Alby.
"Nama lu siapa?" tanya siswa yang duduk di depan Deep.
"Gw Deep"
"Gw Alby"
"Wait! Deep? Gw kayak pernah dengar nama lu deh, sebentar gw cari dulu di google, soalnya nama lu gak asing di telinga gw"
Deep Akhtara (lahir di Jakarta, 11 November 2011). Deep Akhtara merupakan seorang anak dari pelukis ternama yaitu "Dark Aharnish". Deep juga merupakan seorang pelukis terkenal di usia mudanya. Deep menjadi seorang pelukis di umurnya yang baru menginjak dua belas tahun. Hasil lukisan Deep tidak jauh memukau dari hasil lukisan ayahnya Dark. Deep baru-baru ini membuka sebuah restoran mewah yang ia beri nama "The Deep Restaurant" dan sebuah galeri seni yang ia beri nama "The Deep Art". Dark ayahnya dijatuhi hukuman mati oleh pihak kepolisian karena dinyatakan bersalah dan ditemukan bukti fisik telah membunuh banyak orang dan Dark sendiri mengakui para korbannya ia jadikan sebagai bahan acuan dalam dia melukis, sedangkan "Yasmin Yesinta" ibu kandung Deep tewas di tangan suaminya yaitu "Dark Aharnish" yang merupakan ayah kandung Deep Akhtara, oh jadi lu anak pelukis terkenal itu, wih keren!" ucap siswa yang mengajak Deep berkenalan.
"Ikh keren! aku satu kelas sama pelukis terkenal ternyata!" ucap siswa lain.
"Nama ku Arsa Daniswara, panggil aja Arsa!"
"Deep" ucap Deep tersenyum berjabat tangan dengan teman sekelasnya.
"Oh iya nama gw Ardhani Fajrin, panggil aja Ardha!" ucap siswa yang duduk di depan Deep tadi.
"Gw Deep!"
"Eh boleh minta nomornya gak?" tanya Arsa.
"Gw juga dong!" sambung Arsa.
Deep menyebutkan nomor wa-nya pada teman-teman barunya itu.
"Oh oke makasih ya, itu udah aku chat" ucap Ardha.
"Nomor mu yang mana?" tanya Deep.
"Yang belakangnya 37" jawab Arda.
__ADS_1
"Ini yang belakangnya 77 nomor siapa?" tanya Deep.
"Nomor gw" jawab Arsa.
"35 lu ya By?" tanya Dimas.
"Iya" jawab Alby.
"Hm oke, nomor kalian udah gw save"
"Oke"
"Kamu Deep Akhtara ya?" tanya salah satu siswi menghampiri Deep.
"Iya" jawab Deep.
"Ikh seneng banget deh bisa satu kelas sama artis, ternyata kamu ganteng banget ya aslinya, boleh minta foto gak?"
"Boleh kok"
"Apa sih alay banget deh!" ucap Ardha.
"Biarin sih! sirik banget lu jadi orang!" ucap siswi itu berpose dengan Deep.
Siswi itu mengambil beberapa foto dengan Deep.
"Oh iya nama aku Chanel Alfanisa"
"Aku Deep"
"Alaiwah? Chanel? Itu beneran nama lu?"
"Iya, nama gw Chanel, emang kenapa? lu mau lihat akte kelahiran gw hah?" tanya Chanel ketus.
"Unik sekali ya nama lu! gak pernah dengar sih gw ada orang yang namanya Chanel"
"Gak apa-apa lah bagus, berkelas, gak kayak lu hm!"
"Naksir sama lu? mending gw naksir sama unta daripada naksir sama lu!"
"Lu mau pacaran sama unta? monggo! silakan!"
"Itu hanya perumpamaan! lu ngerti kagak sih perumpamaan?"
"Enggak! gak mau tahu maksudnya!"
"Ngeselin banget sih lu jadi cowok! dasar bekicot!"
"Bekicot gak tuh?!" sambung Alby menahan tawa.
"Mirip sih muka lu sama bekicot!" sambung Arsa.
"Dih! ganteng gini disamain sama bekicot! ya beda jauh lah!"
"Idih sok kegantengan lu bekicot! udah lemot kepedean lagi!"
"Lu jadi cewek ngapa ngeselin banget sih?"
"Udahlah! daripada diajakin berantem, mending lu pacarin aja Da!" ucap Arsa tersenyum kecil mengangkat alisnya.
"Nah iya tuh gw setuju!" sambung Alby.
"Ogah banget gw pacaran sama dia, yang ada nanti gw mati darah tinggi gara-gara pacaran sama dia!"
"Hati-hati! benci kan bisa jadi cinta! nanti jadi cinta beneran lu sama dia!" ucap Deep.
"Gw? suka sama dia? mustahil!"
__ADS_1
"Hm affah iyah?" tanya Arsa.
"Iya lah! cewek ngeselin kayak dia ngapain dipacarin!"
"Lho! gak bahaya tah?" tanya Alby.
"Korban tiktok lu berdua!"
"Udahlah gak jelas lu pada! bye!" ucap Chanel mengibaskan rambutnya.
"Iklan shampo lu?" tanya Ardha mengangkat alisnya.
"Wangi kan?"
"Bau codot!" jawab Ardha.
"Lu kali yang bau codot!"
"Dih gw wangi ya! lu mau cium? nih cium!" ucap Ardha mendekatkan bajunya ke wajah Chanel.
Chanel pun langsung mendorong Ardha menjauhinya.
"Berantem mulu lu berdua! mending pacaran aja deh kalian!" ucap Alby.
"Nikah aja gak sih sekalian?" tanya Deep menahan tawanya.
"Ikh gak mau! aku maunya nikah sama kamu!" jawab Chanel.
"Deep! kode tuh! mau kagak lu?" tanya Arsa.
"Hm, gimana ya? entahlah!" jawab Deep.
"Hm penolakan secara halus" jawab Alby tertawa kecil.
"Kok kamu gitu sih sama aku? tapi gak apa-apa, aku bisa membuatmu, jatuh cinta kepadaku, meski kau tak cinta kepadaku!" ucap Chanel dengan nada lagunya.
"Nyanyi lu? jangan nyanyi! fals bego suara lu!" ucap Ardha.
"Lebih jelek juga suara lu!"
"Lah emang lu pernah dengerin gw nyanyi hah? sok tahu banget jadi orang!"
"Terus! ku suka keributan!" ucap Alby tersenyum kecil menepuk kedua tangannya.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! selamat pagi anak-anak!" ucap wali kelas.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh!" jawab seluruh siswa kompak berlarian ke bangku masing-masing.
"Ganggu aja sih ini guru! orang lagi seru juga ada pertunjukan!" ucap Alby melirik pada Deep.
"Hust udah!" jawab Deep berbisik padanya.
Chanel yang duduk di depan pun melirik ke belakang dan memberikan kiss bye. Ardha merasa kegelian melihat tingkah Chanel yang absurd itu.
"Itu dia ngapa sih?" tanya Alby.
"Entahlah!" jawab Deep.
"Kayaknya dia beneran suka sama lu deh Deep!"
"Biarin aja lah! gw gak suka sama dia!"
"Alhamdulillah deh kalau lu gak suka sama dia! tingkahnya aneh banget! sehat gak sih dia?"
"Entahlah! udah biarin aja! mending lu dengerin tuh bu guru ngomong apaan! ngomong mulu!"
"Ya aneh aja gw liat dia!"
__ADS_1
"Udah biarin aja!"
"Hm iya!"