Pain Is Art

Pain Is Art
Rencana Healing Geng Psikopat


__ADS_3

Para psikopat kini telah tiba di pantai.


"Kalian tunggu di mobil dulu, pembantu sama bodyguard aku ada di pantai, aku mau cari cara dulu biar mereka pergi dari pantai" ucap Deep.


"Kenapa kita tidak membunuh mereka sekalian saja?" tanya James.


"Tidak! tidak ada yang boleh untuk menyentuh mereka! aku yatim piatu, dan pembantu ku yang menjadi wali ku"


"Oke, lantas apa fungsi bodyguard mu itu? kamu bisa cari bodyguard baru nantinya, kalau ganti wali kan ribet nanti, tapi bodyguard kamu gak ada gunanya, untuk apa pertahankan mereka?"


"Hm, benar juga, tapi nanti siapa yang akan membawa mobil ketika aku ingin pergi, aku tidak mungkin membawanya sendiri"


"Kenapa? kamu tidak bisa mengemudikan mobil mu sendiri?"


"Bukan itu, aku bisa membawa mobil, tapi aku belum cukup umur, nanti kalau diminta surat-suratnya gimana? aku juga gak bisa bikin surat itu sekarang"


"Belum cukup umur? memangnya berapa umur mu sekarang?"


"Dua belas tahun"


"What? dua belas tahun?"


"Iya, ada apa? apa kamu tidak tahu siapa aku sebenarnya?"


"Tidak! kita bertemu secara tidak sengaja di dalam hutan"


"Buka saja hp mu dan ketik nama "Deep Akhtara" kamu akan tahu siapa aku sebenarnya, dan juga histori keluarga ku" ucap Deep tersenyum.


Deep Akhtara (lahir di Jakarta, 11 November 2011). Deep Akhtara merupakan seorang anak dari pelukis ternama yaitu "Dark Aharnish". Deep juga merupakan seorang pelukis terkenal di usia mudanya. Deep menjadi seorang pelukis di umurnya yang baru menginjak dua belas tahun. Hasil lukisan Deep tidak jauh memukau dari hasil lukisan ayahnya Dark. Deep baru-baru ini membuka sebuah restoran mewah yang ia beri nama "The Deep Restaurant" dan sebuah galeri seni yang ia beri nama "The Deep Art". Dark ayahnya dijatuhi hukuman mati oleh pihak kepolisian karena dinyatakan bersalah dan ditemukan bukti fisik telah membunuh banyak orang dan Dark sendiri mengakui para korbannya ia jadikan sebagai bahan acuan dalam dia melukis, sedangkan "Yasmin Yesinta" ibu kandung Deep tewas di tangan suaminya yaitu "Dark Aharnish" yang merupakan ayah kandung Deep Akhtara" ucap James membaca artikel biodata Deep.


"Wow! jadi kamu juga pelukis?" tanya James.


"Iya"


Andika membuka topeng wajahnya dan menghirup udara segar.


"Apa psikopat itu turunan?" tanya Andika menatap teman-temannya.


"Kenapa kamu buka topeng mu itu?" tanya Gerry.


"Buka saja, kita ada di dalam mobil, tidak ada yang bisa melihat kita, jangan terlalu kaku, sesekali bolehlah menghirup udara bebas seperti ini tanpa perlu memakai topeng" ucap Andika tersenyum.

__ADS_1


"Hm, kalau dipikir-pikir benar juga!" ucap Axcel membuka topengnya.


Gerry yang melihat Andika dan Axcel pun jadi mengikuti mereka untuk membuka topengnya.


"Kalian kenapa buka topeng?" tanya James.


"Buka aja sih James, Zellyn, emang kalian gak pengap apa pakai topeng terus" ucap Andika.


"Hm, oke" ucap James membuka topengnya diikuti oleh Zellyn.


"Oh iya, soal tadi itu psikopat bisa dari keturunan?" tanya Andika.


"Apa maksud mu itu?" tanya Deep ketus.


"Ayah mu adalah psikopat dan kamu juga menjadi seorang pembunuh" ucap Andika.


"Aku ataupun papa ku bukanlah psikopat!" ucap Deep menggelengkan kepala.


"Hanya psikopat yang bisa dengan tega membunuh seseorang bahkan menguliti tubuhnya, hanya psikopat yang punya pemikiran luar biasa yang bisa mengubah darah amis dan asin menjadi sirup yang wangi dan manis" ucap Andika.


"Tapi aku bukan psikopat!"


"Hm, oke baiklah! terserah kamu ingin berkata apa, kamu mengakuinya atau tidak, aku tahu jika kamu dan ayah mu adalah keluarga psikopat"


"Iya, aku tidak bilang ibu mu itu pembunuh bukan? aku hanya mengatakan kamu dan ayah mu adalah pembunuh"


"Tapi aku tidak merasa telah membunuh mereka"


"Lalu apa yang kamu rasakan ketika menyayat dan menguliti mereka?"


"Entahlah! aku tidak merasakan apapun ketika aku menyayat mereka, tapi ketika mereka jatuh, ada sebuah kesenangan di dalam hati ku"


"Hanya psikopat yang bahagia setelah menyakiti seseorang, akui saja Deep Akhtara, karena kita pun juga sama seperti mu yang mempunyai otak psikopat, jadi kamu tidak perlu mengelak lagi hm" ucap Andika tersenyum kecil.


"Hm, terserahlah apa katamu itu!" ucap Deep.


"Guys, kalian ingat gak sih kebersamaan kita di kampus?" tanya Andika tersenyum dan menundukkan kepala.


"Sudah lama kita tidak bahagia" ucap James menghembuskan nafas.


"Iya benar, semenjak di hutan kan kita gak pernah kemanapun, selain ke restoran jual daging"

__ADS_1


"Mumpung kita lagi di pantai kita healing aja sekalian, gimana hm?" tanya Axcel tersenyum mengangkat alisnya.


"Boleh juga" jawab Gerry.


"Apa kalian lupa apa tujuan kita kesini hm?" tanya Deep.


"Kita tidak lupa, dan kita tidak akan mengingkari janji kita, tapi tidak bisakah setelah kita membunuh mereka lalu kita bersenang-senang di pantai sejenak hm? kita tidak pernah ke pantai, ke mall, kita hanya keluar masuk hutan - restoran untuk menjual daging, hanya ada aroma darah di sekeliling kita, tidak bisakah kita menghirup udara pantai hm?" tanya Andika.


"Hm, silakan saja, tapi bagaimana jika ada yang melihatnya?"


"Kan sudah ku bilang tadi, kita selesaikan semuanya dulu, kita bersih-bersih, ganti baju, lalu kita bersenang-senang di pantai seolah-olah tidak pernah terjadi apapun di pantai" ucap Andika tersenyum.


"Hm oke, kalian tunggu disini saja"


"Oke!"


Deep keluar dari dalam mobil untuk mengatur rencana agar bi Rika dan bodyguard-nya bisa pergi dari pantai terlebih dahulu, supaya Deep dan geng psikopat bisa melancarkan aksinya dalam membunuh semua wisatawan yang ada di pantai.


"Hm, bi Rika, pak Jaka, pak Farel, pak Panji, pak Zainal, pak Rudi, apa saya boleh minta tolong sesuatu sama kalian?" tanya Deep tersenyum kecil.


"Bisa tuan, tuan butuh apa?" tanya pak Zainal.


"Hm begini, bisa tolong kalian belikan saya steak?"


"Saya akan membelikannya tuan" jawab pak Zainal.


"Oke, jangan daging babi ya, itu haram, cari restoran yang tidak menjual steak dari daging babi, beli tujuh aja ya sekalian, sama minumannya"


"Siap tuan"


"Ini uangnya makasih" ucap Deep tersenyum.


"Sama-sama tuan" jawab pak Zainal tersenyum menganggukkan kepala.


"Kalian bantu pak Zainal aja cari restoran yang menjual daging sapi bukan daging babi, kayaknya disini rada susah deh, jadi kalian bantuin pak Zainal aja ya" ucap Deep tersenyum.


"Baik tuan" jawab mereka kompak.


Bi Rika berjalan sembari menatap Deep kebingungan.


"Ada apa sebenarnya? apa yang tuan Deep rencanakan? sampai-sampai kita semua harus pergi dari pantai ini" batin bi Rika.

__ADS_1


"Ada apa bi Rika? kenapa bibi menatap saya seperti itu?" tanya Deep.


"Tidak tuan! saya permisi!" ucap bi Rika tersenyum kecil menganggukkan kepala.


__ADS_2