Pain Is Art

Pain Is Art
Bertemu Lagi Dengan Jane dan Rima


__ADS_3

Deep nampak sangat bahagia karena Jane mau memberikannya kesempatan kedua.


"Kalian mau ke mana?" tanya Deep.


"Hm mau pulang sih" jawab Jane.


"Kalian tinggal di mana sekarang?"


"Kita tinggal di rumah abangnya Prim, karena keluarganya yang minta kita buat tinggal di rumahnya aja, soalnya orangtuanya tinggal sendirian di rumah setelah kematian Aaron abangnya Prim dan juga Prim"


"Aku minta maaf ya, aku gak bermaksud bunuh mereka" ucap Deep menundukkan kepala dengan ekspresi wajah sedih.


"Ya gak apa-apa kok!"


Jane yang sudah terlanjur jatuh cinta pada pandangan pertama saat pertama kali mereka bertemu pun tidak menghiraukan kesalahan-kesalahan yang pernah Deep lakukan dengan membunuh teman-temannya. Rima pun hanya bisa pasrah akan takdirnya nanti akan berakhir seperti apa, apakah ia dan Jane juga akan berakhir seperti Acha dan yang lain atau tidak, karena ia tahu jika Deep dan Jane saling mencintai satu sama lain, dan Rima tidak ingin mengacaukan kebahagiaan mereka.


"Mau aku antar pulang?" tanya Deep.


"Hm gak usah deh Deep, lagian juga udah dekat kok" jawab Jane.


"Hm oke deh kalau gitu, kalian hati-hati ya"


"Iya!"


"Oh iya aku boleh minta nomor kalian?"

__ADS_1


Jane menatap Rima dan Rima pun mengiyakannya. Jane dan Rima menyebutkan nomor wa masing-masing pada Deep. Deep pun langsung menelepon mereka secara bergantian.


"Itu nomor aku, save ya" pinta Deep.


"Hm iya" jawab Jane.


"Ya udah kita pamit pulang ya assalamualaikum" ucap Jane.


"Iya wa'alaikumsalam"


Jane berjalan sembari memegangi tangan Rima, nampaknya Jane masih begitu ketakutan melihat Deep, mengingat deepp telah membunuh teman-temannya secara sadis. Deep pun kembali ke dalam mobilnya dan melanjutkan perjalanannya dalam mencari rombongan James. Ketika melewati Jane dan Rima, Deep membuka kaca mobilnya dan tersenyum sembari menggelengkan kepala, Jane dan Rima pun membalasnya. Mobil Deep sudah pergi jauh meninggalkan mereka dan mereka pun mulai berbincang-bincang mengenai keanehan Deep.


"Gw gak yakin sih sama dia" ucap Jane.


"Gw emang pernah ngobrol sama dia dan emang kayaknya dia kelihatan tulus banget sama lu, ya terserah lu juga sih gimana"


"Ya soal itu gw gak tahu gimana, kalau memang amit-amit ya! jangan sampai terjadi! ya kalau memang dia beneran suka sama lu sih gw yakin bakalan aman"


"Tapi emang psikopat punya hati ya?"


"Ya punya lah! setiap manusia diciptakan Allah ya punya hati, punya perasaan suka, tertarik terhadap seseorang, gak mungkin kalau Allah menciptakan manusia tanpa adanya rasa ketertarikan terhadap seseorang"


"Iya gw ngerti, tapi kalau emang dia hati kenapa dia setega itu? gw yakin masih banyak orang di luar sana yang menjadi korbannya"


"Dia itu sakit mental, ya gw yakin kalau lu bisa terus membuat dia bahagia, penyakitnya gak akan kumat lagi, ya lu harus bisa bujuk dia biar dia mau menjalani pengobatan biar dia sembuh, gak psiko lagi"

__ADS_1


"Hm tapi gimana caranya? gw udah takut duluan mau ngomong sama dia, apalagi nyuruh dia berobat ke psikiater"


"Ya takut gak takut harus berani, mau gimana lagi? nyawa banyak orang ada di tangan lu Jane"


"Kok di tangan gw sih? emangnya gw salah apa? sampai-sampai psikopat bisa suka sama gw!" ucap Jane dengan raut wajah sedih.


"Ya gak tahu! mungkin ini karma lu kali karena suka menginjak semut di lantai sampai mati"


"Ya gw mana tahu ada semut, kan kalau kita jalan main jalan aja, itu semut kan mungil banget, kagak kelihatan dia lewat, ya ke injak mati bukan salah gw! salah dia kenapa mungil banget? eh kok jadi bahas semut sih?"


"Ya kan sama aja membunuh makhluk hidup namanya, semut sama manusia kan sama-sama makhluk hidup, ya mungkin si semut yang mati itu atau keluarganya dendam kali sama lu, makanya sekarang lu dapat karmanya disukai sama seorang pembunuh sadis"


"Astaghfirullahaladzim! udahlah ayok balik aja!"


"Iya!"


Jane dan Rima pun kembali ke kediaman Prim setelah membahas persemutan tapi bukan kesemutan ya kalau kesemutan tinggal selonjoran aja di kasur masing-masing.


"Assalamualaikum" ucap Jane dan Rima kompak saat pintu dibuka oleh Jane.


Beralih ke bocil tampan gabut tapi psiko sekaligus berbakat dalam hal seni dan juga kulineran, setelah cukup jauh mengendarai mobil dan tidak kunjung menemukan keberadaan rombongan James, akhirnya Deep memutuskan untuk pergi ke bandara dan membeli tiket ke Bali dengan harapan mereka ada di sekitar tempat pertama kali mereka bertemu yaitu di salah satu hutan yang ada di Bali.


Melihat keramaian bandara membuat jiwa psikopat Deep kembali bergejolak, namun Deep mengabaikannya dan segera berlari untuk membeli sebuah tiket. Penerbangan Deep dua jam lagi, dan karena Deep malas pulang lagi ke rumahnya untuk mengambil pakaian, akhirnya ia menunggu di bandara saja dan memutuskan untuk membeli pakaian baru ketika tiba di Bali nanti. Deep mampir sejenak ke warung makan yang tak jauh dari bandara untuk mengisi kekosongan hatinya, maksudnya perutnya guys bukan hatinya walaupun hatinya juga kosong, tapi cacing-cacing di perut sudah bergejolak minta makan.


Deep nampak seperti seorang hantu yang sedang sangat kelaparan hingga piringnya penuh oleh makanan dan juga lauk yang menumpuk. Deep juga memesan dua es teh, sepertinya Deep habis gali kuburan makanya pesan makanan dan minuman sebanyak itu, entah siapa kuburan siapa yang di gali, oke lanjut! Deep melahap makanannya seperti seseorang yang sudah tidak makan selama satu bulan lamanya. Deep melihat gorengan yang baru disajikan ibu warteg dan mengambil satu tahu, satu tempe dan juga satu bakwan. Deep ini kecil-kecil sangat rakus ya guys! orang-orang yang ada di sampingnya nampak terheran dengan porsi makan Deep yang menurut mereka terkesan tidak lazim itu, antara menyadarinya atau tidak, tapi Deep masih asik melahap makanannya hingga habis. Deep melihat jam di ponselnya dan menghabiskan es teh yang sudah ia pesan lalu membayarnya. Setelah membayar Deep kembali ke bandara untuk menunggu jam penerbangannya ke Bali untuk mencari keberadaan rombongan James.

__ADS_1


Deep bersandar di kursi dan memegangi perutnya, sepertinya saat ini cacing-cacing di perutnya sudah membesar karena pola makan Deep yang banyak itu.


__ADS_2