
Prim ternyata mengirimkan video itu ke grup WhatsApp mereka. Jane dan Rima sontak terkejut melihat rekaman video yang Prim kirimkan, nampak kepala Acha dan Becky tergantung di dinding bersama dengan banyak kepala yang sepertinya Deep jadikan sebagai pajanhan. Deep sedari tadi asik menyantap makanannya, hingga tidak menyadari raut wajah ketakutan terpancar dari wajah Rima dan Jane. Jane dan Rima menahan rasa mualnya dan berusaha melupakan rekaman video kepala Acha dan Becky yang tergantung di rumah Deep.
"Kalian kenapa gak makan? ayok makan! tadi kalian ngajakin makan di luar, giliran udah pesan makanan malah gak dimakan" ucap Deep.
"Hm iya Deep" jawab Jane.
Jane memberikan kode pada Rima untuk memakan makanannya, dengan tangan yang masih gemetar, mereka mau tidak mau memakan makanannya bersama dengan psikopat kejam. Mobil polisi datang dan para polisi menyusuri area tempat Deep, Jane dan Rima makan. Salah satu polisi yang melihat keberadaan Deep pun memberikan isyarat dan mereka segera berlari untuk menangkap Deep. Deep terkejut karena para polisi menangkapnya.
"Ada apa ini pak?" tanya Deep kebingungan.
"Ikut kami ke kantor polisi, anda kami tahan!"
"Ditahan?" tanya Deep kebingungan menatap para polisi.
Para polisi itu langsung menarik Deep dan membawanya, sementara Jane dan Rima yang nampak ketakutan ikut dengan mobil polisi yang ada di belakangnya.
Deep menatap Jane dan Rima penuh amarah namun meneteskan air mata, karena ia tidak menyangka kisah cinta yang bahkan ia belum mulai, kini telah berakhir.
Deep berusaha mendorong para polisi itu. Deep yang sudah terbiasa membunuh seperti mendapatkan tenaga ekstra. Deep mendorong para polisi itu dan menarik kuat kedua tangannya hingga borgol di tangannya pun terlepas dan hanya meninggalkan bekas merah pada tangannya.
Jane dan Rima yang belum sempat memasuki mobil pun ketakutan. Deep menyerang para polisi yang menjaga Jane dan Rima, hingga para polisi itu pun tewas di tangan Deep. Jane dan Rima ingin melarikan diri, namun Deep menarik tangannya dan membawanya pergi. Deep membawa Jane dan Rima ke rumahnya.
"Turun dan jangan lari atau kalian akan berakhir sama dengan Acha dan Becky sahabat kalian itu!" ancam Deep.
"Ii-iya!" jawab Jane ketakutan.
"Bersikaplah seperti biasa! jangan tunjukkan sedikitpun keanehan atau kalian akan aku bunuh!"
"Ii-iya!" jawab Jane ketakutan.
Jane dan Rima mengatur nafasnya dan mereka pun masuk ke dalam rumah Deep. Menyusuri jalan ke kamar, tidak ada satupun pegawainya. Deep makin leluasa membawa Jane dan Rima ke dalam kamarnya yang melewati kamar Dark ayahnya dan juga tempat pembuangan mayat.
"Apa kalian tahu? aku sebenarnya tidak tega ingin menghabisi kalian, karena aku mencintaimu Jane! dan kamu Rima, kamu yang mengajari ku untuk mengungkapkan perasaan ku pada Jane, oh iya, teman kalian satu lagi ke mana? siapa namanya? hm Prim, iya Prim ke mana? apa jangan-jangan Prim yang sudah melaporkan ku pada pihak kepolisian? atau justru kalian berdua?" tanya Deep.
Mendengar hal itu membuat Jane dan Rima saling menatap satu sama lain kebingungan dan ketakutan harus menjawab apa. Mereka berpikir, jika saat ini kondisi Prim memburuk karena melihat secara langsung kekejaman Deep pada banyak manusia dan juga kedua sahabatnya yaitu Acha dan Becky.
"Ada apa? kenapa kalian tidak menjawab pertanyaan ku? apa yang aku pikirkan itu benar? jika Prim adalah orang yang membocorkan hal ini?" tanya Deep menatap Jane dan Rima yang menunduk ketakutan.
"Hm berbicara dengan kalian tidak ada gunanya! serahkan ponsel kalian!"
Jane dan Rima hanya terdiam menunduk.
Deep menggeledah saku mereka dan mengambil ponsel mereka.
"Jangan!" ucap Jane panik.
__ADS_1
"Ini hp siapa?" tanya Deep menatap Jane dan Rima serta mengangkat salah satu ponsel yang ia rampas.
Jane dan Rima masih terdiam tidak menjawab pertanyaan Deep.
"Cepat katakan ini hp siapa atau akan aku congkel kedua bola mata kalian!" ancam Deep.
"Itu hp ku!" ucap Rima panik.
"Apa kata sandinya?"
"Kamu tidak akan bisa membukanya, karena hp itu dikunci dengan sidik jari saja!"
"Oh begitu!" ucap Deep pergi mengambil sesuatu.
Deep kembali dengan membawa pisau daging.
"Jari yang mana?" tanya Deep menarik tangan Rima dan menatapnya.
Rima hanya terdiam ketakutan dan tidak menjawab pertanyaan Deep.
"Jari yang ini ya?" tanya Deep yang langsung memotong ibu jari Rima.
Sontak Rima berteriak kesakitan karena Deep memotong ibu jarinya dengan menggunakan pisau daging.
"Ahhh!" teriak Rima sembari menutup matanya menahan rasa sakitnya.
"Tenanglah! jangan takut seperti itu sayang! aku tidak membunuhnya, aku hanya memotong ibu jarinya!" ucap Deep membelai pipi Jane dan menatap tajam Rima.
Tubuh Jane semakin bergetar ketika Deep membelai pipinya. Jane tidak berani membuka matanya sedikitpun.
"Ya sudah aku pergi dulu ya! kalian yang tenang ya di sini! jangan ke mana-mana! kalau sampai kalian melarikan diri, aku akan langsung memenggal kepala kalian, sama seperti yang aku lakukan pada Acha dan juga Becky, mengerti?" tanya Deep tersenyum kecil menatap mereka.
Jane perlahan membuka matanya dan melihat darah Rima masih terus mengalir dari potongan jarinya. Deep menempelkan potongan ibu jari Rima untuk membuka ponselnya, ponsel Rima akhirnya terbuka dan Deep langsung melihat isi WhatsApp yang Rima sematkan. Rima menyematkan grup WhatsApp mereka. Deep membuka dan membaca percakapan terakhir, dan ia akhirnya mengetahui jika Prim yang telah membocorkan rahasianya itu.
"Kalian tunggu sini ya! ingat jangan ke mana-mana!" ancam Deep menunjuk Jane dan juga Rima.
Deep pun pergi untuk mencari keberadaan Prim. Jane langsung menghampiri Rima yang nampak lemas. Jane menggeledah lemari Deep berharap jika ia dapat menemukan kotak obat untuk mengobati tangan Rima, agar darahnya tidak terus mengalir seperti itu.
Ketika sudah menemukan obat, Jane tidak sengaja menjatuhkan dokumen hasil medis Deep. Jane yang penasaran pun membacanya dan memberitahukannya pada Rima.
"Deep mental ilness!" ucap Jane menatap Rima.
"Iya dia psikopat, ini ada hasil medisnya!" ucap Jane memperlihatkan hasil medis Deep pada Rima.
"Kenapa dari awal kita gak dengerin Acha sih? kita malah tertipu dengan kebaikannya, ternyata selama ini kita tinggal satu atap bersama seorang pembunuh, kita udah kehilangan Acha dan Becky, gimana sama Prim? gimana kalau sampai Deep menemukan keberadaan Prim dan membunuhnya?" tanya Rima.
__ADS_1
"Kita harus cari Prim, tapi sebelum itu luka lu harus diobati, biar darah lu gak semakin banyak keluar lagi! tahan ya! gw tahu ini pasti perih banget! tapi betadine bisa menghentikan darah keluar lebih banyak lagi" ucap Jane menuangkan betadine ke tangan Rima dan Rima sontak menjerit kesakitan.
Jane membungkus tangan Rima dengan perban dan handsaplast.
"Nanti kita ke rumah sakit dulu sebelum cari Prim, biar luka lu bisa ditangani oleh dokter, gw takutnya infeksi atau terjadi sesuatu yang kita tidak inginkan, masalah Prim nanti saja, gw yakin Prim aman, ada abangnya yang menjaganya, yang terpenting kita harus ke luar dari sini dulu dan pergi ke rumah sakit" ucap Jane berusaha mencari jalan ke luar.
"Itu ada kapak!" ucap Rima menunjuk kapak yang ada di dalam lemari Deep yang terbuka.
Jane segera mengambil kapak itu dan berusaha merusak engsel pintu kamar Deep. Setelah bersusah payah, akhirnya engsel itu pun rusak dan pintunya pun terbuka.
"Ayok!" ajak Jane menatap Rima.
Mereka menaiki anak tangga dan tibalah di penutup atas sebelum tembus ke kamar mandi.
Jane berusaha membukanya dengan kapak yang tadi ia gunakan dan Rima pun mundur, agar Jane lebih leluasa. Setelah berusaha sekeras tenaga, pintu itu terbuka dan mereka tiba di dalam kamar mandi.
"Jadi ruang bawah tanah itu berada di atas kamar mandi?" tanya Jane menatap Rima.
"Masih ada pintu lagi Jane!" ucap Rima menunjuk pintu kamar mandi.
"Haduh tangan gw udah sakit banget! kenapa banyak banget pintu sih? niat banget deh nih orang desain tempat! apa jangan-jangan tempat itu juga pernah dia pakai buat bunuh orang ya?" tanya Jane menatap Rima.
"Entahlah! yang terpenting kita secepatnya pergi dari tempat ini, sebelum Deep kembali!" jawab Rima.
"Iya lu benar!"
Jane pun merusak engsel pintu kamar mandi dan ia tiba di kamar Dark ayah Deep Akhtara.
"Ini kamar lagi? kamar siapa ini?" tanya Jane menatap Rima dan melihat sekelilingnya.
"Eh ada bingkai foto tuh!" tunjuk Rima ke arah bingkai foto yang ada di atas meja.
Mereka menghampiri dan Jane mengambil bingkai foto itu.
"Ini kayaknya keluarganya di Deep deh!" ucap Rima.
"Kayaknya, tapi gw kayak gak asing sama orang ini!" ucap Jane menunjuk foto Dark.
"Kalau di lihat-lihat mukanya mirip Dark Aharnish, tahu gak lu?"
"Seniman psikopat itu?"
"Iya! mukanya mirip tahu atau mungkin itu benar-benar foto Dark? kalau emang benar, berarti Deep itu keluarga psikopat dong? karena ayahnya juga psikopat! ayahnya bahkan tega membunuh istrinya sendiri"
"Iya gw pernah dengar tuh cerita! ya udah yuk pergi!" ajak Jane.
__ADS_1
Jane merusak engsel pintu kamar Dark dan mereka pun berlari meninggalkan rumah Deep.