
Pak Jaka, pak Rudi, pak Farel dan pak Panji pergi ke kamar tuan Dark untuk mencari seseorang yang pak Farel temui tadi.
"Pintunya dikunci, kita buka pakai apa?" tanya pak Jaka.
"Kunci cadangan ke mana? kayaknya ada deh kunci cadangan" jawab pak Rudi.
"Kayaknya di dapur gw pernah lihat ada kunci gantung deh, tapi gak tahu itu kunci apa dan masih ada atau enggak di sana" sambung pak Panji.
"Coba ambil dong!" pinta pak Jaka.
"Oke sebentar!" jawab pak Panji.
Pak Panji berlari ke dapur untuk mengambil kunci yang ia lihat, sementara yang lain menunggu di depan pintu kamar tuan Dark.
Sesampainya di dapur, pak Panji tidak menemukan kunci itu tergantung lagi di tempat yang dulu.
"Kok kuncinya gak ada ya? apa udah diambil tuan Deep? terus bukanya pakai apa dong?" tanya pak Panji mencoba mencari kunci di dalam lemari.
"Ini ada kunci di laci, kunci apa ya? apa ini kunci cadangan kamar tuan Dark? coba aja deh! kali aja bisa kebuka!" ucap pak Panji berlari menghampiri yang lainnya.
"Ini kuncinya! tapi gak tahu itu kunci apa!" ucap pak Panji memberikan kunci yang ia temukan.
Pak Jaka mengambil kunci yang pak Panji pegang dan langsung mencoba membuka pintu kamar tuan Dark.
"Bismillahirrahmanirrahim! semoga bisa aamiin!" ucap pak Panji memutar kunci pintu berlainan dengan jarum jam.
Pintu tuan Dark pun terbuka itu artinya mereka menemukan kunci yang tepat. Mereka melihat ke sekelilingnya dan masuk perlahan ke kamar tuan Dark karena lantainya yang penuh darah. Pak Farel berjalan sembari merekam lantai yang penuh dengan genangan darah.
"Lu rekam?" tanya pak Panji.
"Iya! buat barang bukti!" jawab pak Farel.
"Bagus sih! firasat gw juga gak enak! eh itu pintunya kunci dulu!" pinta pak Panji.
Pak Rudi yang berjalan terakhir kembali ke belakang untuk mengunci pintu kamar tuan Dark dari dalam dan menyimpan kuncinya di saku celananya.
__ADS_1
"Hawanya di sini gak enak banget ya! panas gitu! padahal AC nyala!" ucap pak Panji melihat AC kamar tuan Dark yang menyala.
"Ya mungkin karena ini kamar penuh dengan tragedi pembantaian kali, jadi arwah-arwah yang tuan Dark bunuh belum tenang dan masih ada di dalam kamar ini!" jawab pak Farel ketakutan melihat sekelilingnya.
"Hust! jangan ngomong gitu lu! ini kamar udah angker, lu malah tambahin horor lagi!" ucap pak Rudi.
"Tahu lu! jangan ngomong sembarangan gw gemeteran ini, lu kagak lihat apa?" tanya pak Jaka.
"Ngapa lu? takut?" tanya pak Farel.
"Ya menurut lu aja gimana?" tanya pak Jaka.
"Buka tuh pintu kamar mandinya! kan ruang rahasia tuan Dark ada di dalam kamar mandinya!" ucap pak Rudi.
"Haduh! lu aja yang buka! ngeri gw! sumpah ya! ini berasa uji nyali banget! padahal cuma mau buka pintu kamar mandi doang!" ucap pak Jaka.
Pak Rudi pun berjalan ke depan dan membuka pintu kamar mandi dengan mencoba beberapa kunci yang tergantung menjadi satu yang pak Panji temukan di dapur.
Pintu kamar mandi terbuka dan di dalam sana terdapat lebih banyak lagi genangan darah yang membuat mereka semakin ketakutan.
Pak Panji, pak Rudi dan pak Farel pun mengejar kepergian pak Jaka tanpa ada yang mengunci kembali pintu kamar mandi dan juga pintu masuk kamar, bahkan kunci cadangan pun tidak ada yang mengambilnya dan meninggalkannya di dalam lubang kunci. Pintu kamar dibiarkan terbuka karena tidak ada satupun yang menyadarinya karena saking takutnya melihat genangan darah yang semakin banyak di dalam kamar mandi.
Mereka kembali ke kamar untuk membersihkan alas kaki mereka.
Beberapa saat kemudian Deep kembali ke kediamannya dengan membawa pasir dan semen.
Deep merasa aneh karena banyak jejak sepatu merah di area bawah mengarah ke kamar para anak buahnya. Deep segera berlari untuk melihat kamar ayahnya yang ia gunakan untuk mengeksekusi pak Irwan dan menyekap bi Rika.
Deep terkejut karena melihat pintu kamar yang sudah terbuka lebar dengan kunci yang tersangkut di lubang kunci. Deep langsung masuk ke dalam dan melihat pintu kamar mandinya juga terbuka lebar yang menandakan jika para anak buah Deep ingin mencari tahu ke mana perginya pria yang tadi pak Farel lihat.
"Oh jadi dia udah bilang ke yang lainnya, dan mereka semua keppo karena dia! oke! karena semuanya sudah tahu tentang hal ini, mereka semua tidak akan aku biarkan hidup! mereka harus mati karena jika mereka hidup, mereka bisa membuatku mengalami masalah lagi nantinya!" ucap Deep mencari sesuatu di dalam lemarinya.
Deep mengambil beberapa semprotan obat nyamuk lalu mencampur obat beracun yang dapat langsung mematikan siapa saja yang menghirupnya.
Deep membawanya dan memasukkannya ke dalam kantung plastik toko seolah ia baru membelinya dari toko.
__ADS_1
Deep ke luar dan berpura-pura mencari ke pos jaga pak Jaka.
"Eh kalian di sini rupanya, aku cari kalian dari tadi, ini aku belikan obat nyamuk semprot karena lagi musim demam berdarah, makanya aku belikan untuk kalian juga, ini ambil!" ucap Deep memberikan kantung plastik itu pada mereka.
"Hm makasih tuan!" jawab pak Jaka mengambil semua kantung plastik yang Deep berikan.
Deep pun masuk ke dalam, pak Jaka dan yang lain merasa lega karena mereka berpikir Deep tidak mengetahui jika mereka diam-diam masuk ke dalam kamar ayahnya.
Malam harinya, pak Jaka yang tidur satu kamar dengan pak Rudi pun mulai mengunci pintu dan menyemprotkan obat nyamuk yang Deep berikan tadi siang. Pak Panji yang merasa takut tidur di kamar sendirian setelah kepergian pak Zainal dari kediaman tuan Deep pun memutuskan untuk tidur di kamar pak Farel yang kebetulan ia tidur sendiri karena pak Rafly telah lama pergi meninggalkan tuan Deep dan yang lain tanpa adanya kabar. Pak Farel ingin menyemprotkan obat nyamuk yang Deep berikan tadi, namun pak Panji mencegahnya.
"Tunggu!" teriak pak Panji.
"Kenapa?" tanya pak Farel.
"Kok gw kayak ngerasa aneh ya sama tuan Deep"
"Aneh kenapa?"
"Gak biasanya dia ngasih kita kayak ginian, paling tuan Deep kasih makanan kan? tumben banget dia kasih kita obat nyamuk ini"
"Hm iya sih, ngasih makanan dari luar juga jarang ya? paling makanan yang bi Rika masak doang, kalau tuan Deep ke luar juga jarang kasih kita makanan"
"Nah makanya itu! apa tuan Deep tahu ya tentang hal tadi itu?"
"Oh iya! gw lupa! tadi kan pas pak Jaka ke luar duluan, kita juga ikut pergi kan?"
"Iya, terus?"
"Yang terakhir di belakang siapa? kayaknya tadi gak ada yang ngunci lagi pintu kamar tuan Dark deh"
"Eh iya benar! tadi gak ada yang kunci lagi pintunya!"
"Coba kita tanya pak Rudi deh, kali aja tadi dia sempat kunci lagi pintu kamar tuan Dark"
"Ya udah ayok!"
__ADS_1
Pak Farel meletakkan obat nyamuk yang tuan Deep berikan di atas meja lalu ke luar untuk menanyakan pada pak Rudi apakah dia tadi sempat mengunci kembali pintu kamar tuan Dark.