Pain Is Art

Pain Is Art
Restoran Manusia


__ADS_3

Deep yang melihat web namanya menghilang dari sekolah yang dia inginkan pun merasa sangat kesal.


"Kenapa nama ku hilang sih? ngeselin banget deh" kata Deep memukul-mukul kasur.


Seketika ekspresi wajahnya berubah, seluruh wajahnya berubah memerah dan menggeleng-gelengkan kepalanya serta mengacak-acak rambutnya. Deep yang kesal langsung mengambil tote bag dan kunci mobilnya serta beranjak pergi ke dapur.


Deep mengambil sebuah pisau daging, pisau kecil dan pisau sedang serta memasukkannya ke dalam tote bag. Deep keluar dengan ekspresi wajah kesetanan. Deep membunyikan klakson berulang kali agar seseorang membukakan pintu pagar dengan segera. Salah satu asistennya pun membukakan pintu pagar dan Deep langsung memacu mobilnya dengan kencang.


Deep yang kesal pun pergi ke cafe outdoor lantai atas yang memperlihatkan suasana pantai yang menenangkan. Deep duduk di salah satu dan melihat pemandangan yang ada disana, namun seorang waiters menghampirinya yang membuatnya semakin kesal.


"Permisi, ini menu di cafe kami" kata waiters memberikan buku menu.


Deep menatap perlahan waiters dengan tatapan mata tajam setajam silet. Deep mengalihkan pandangannya ke tote bag. Deep mengambil pisau sedang yang ia bawa dan langsung menusuk-nusuk pisau itu ke perut sang waiters. Mbak waiters pun akhirnya tumbang setelah mendapatkan tusukan sepuluh kali di perutnya. Para pengunjung yang melihat sontak ketakutan. Deep langsung berlari menyayat leher mereka semua dan pada akhirnya mereka semua tewas di tangannya. Deep menarik nafas panjang dan membuangnya. Senyuman terpancang di wajah Deep setelah ia membunuh semua pengunjung, waiters, dan juga pemilik cafe itu.


Deep menyayat tubuh waiters yang pertama kali ia bunuh. Deep memisahkan kulit dari dagingnya dengan pisau kecil. Kini yang tampak hanya daging sang waiters tanpa kulit. Deep melakukan hal yang sama kepada semua korbannya. Setelah memisahkan kulit mereka semua dari dagingnya, Deep memotong-motong tubuh mereka. Deep memisahkan daging paha, betis dan lengan mereka dari tulangnya. Deep masuk ke dalam cafe mencari kantung plastik. Deep membawa beberapa kantung plastik besar dan memasukkan daging-daging yang telah ia pisahkan dari tulangnya itu. Deep juga memasukkan potongan kulit serta tulang mereka ke plastik lain dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil.


Deep pulang ke rumah membawa para korbannya. Deep keluar dari mobilnya dan memastikan apakah ada orang yang melihatnya atau tidak. Ketika dipastikan aman, Deep membawa plastik-plastik itu ke dalam kamarnya. Deep memotong kecil-kecil daging itu dan mencucinya sedikit agar darahnya berkurang. Deep memasukkannya ke dalam plastik kecil dan membawanya ke dapur. Deep membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum keluar kamar membawa plastik daging itu ke dapur.


"Bi Rika tolong nanti daging ini dimasak ya" kata Deep memberikan kantung plastik yang berisi daging manusia.


Bi Rika membuka plastik untuk melihat dagingnya.


"Baik tuan" kata bi Rika menganggukkan kepala.


"Bi dagingnya dibikin empuk ya terus di semur, aku lagi pengen semur soalnya"


"Baik tuan"

__ADS_1


"Kasih keju parut atasnya ya bi sama dikasih hiasan apa gitu"


"Baik tuan"


Deep pergi meninggalkan bi Rika dan bi Rika pun mengeluarkan daging itu dari kantung plastik. Bi Rika membersihkan satu persatu daging tetapi ekspresi wajahnya seketika berubah.


Deep kembali ke dalam kamarnya dan mengambil kulit serta tulang para korbannya.


Deep melihat lama kulit manusia itu sebelum ia masukkan ke tempat perapian.


"Kulit ayam kalau digoreng pakai tepung chicken enak, kriuk-kriuk, kalau kulit ini enak gak ya? daripada sayang kebuang" kata Deep.


Deep pun membersihkan tulang serta kulit mereka dan menyimpannya ke dalam kulkas. Deep pergi keluar untuk membeli kompor listrik yang akan ia pasang di dalam kamarnya.


"Kok baunya beda ya? ini daging apa? biasanya daging sapi kan ada bau khas gitu, daging kambing juga menyengat banget baunya, tapi ini kayak beda gitu baunya, ya udah lah aku masak aja daripada nanti tuan Deep marah lagi sama aku" kata bi Rika yang langsung merebus daging manusia itu.


Bi Rika pun menyajikan daging itu sesuai dengan permintaan Deep ke atas meja makan. Bi Rika tidak mengetahui jika yang ia masak itu bukanlah daging sapi maupun kambing melainkan manusia yang Deep bunuh dan ia ambil dagingnya.


"Iya bi nanti dulu aku mau pergi sebentar beli sesuatu" jawab Deep.


"Oke tuan"


Deep berlari menuju mobilnya dan membeli kompor yang ia mau. Deep menggunakan mobil lain agar tidak ada kecurigaan sedikitpun dari orang lain. Deep dibantu oleh penjual memasukkan kompor ke dalam mobil. Deep mampir ke warung untuk membeli tepung kentucky serta minyak goreng dan kembali ke rumahnya.


Deep membawa kompor itu ke dalam kamar yang ada di ruang bawah tanah. Deep memasang kompor itu sesuai dengan petunjuk yang tertera disana. Deep turun ke bawah mengambil nasi dan daging yang telah dimasak oleh asisten rumah tangganya.


"Bi aku makan di kamar aja ya" kata Deep mengambil makanan dan minuman serta langsung berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


"Iya tuan" kata bi Rika menganggukkan kepalanya.


Deep pun mulai menyantap makanannya.


"Hm, rasanya sangat enak, bahkan jauh lebih enak daripada daging sapi yang dijual di restoran, kalau aku buka restoran pasti aku bisa mendapatkan banyak uang dengan daging ini" kata Deep menatap daging itu.


Deep menghabiskan makanannya dan kembali memasang kompor itu. Setelah kompor itu berhasil terpasang, Deep melumuri kulit manusia itu dengan tepung yang tadi ia beli lalu menggorengnya. Deep mencoba kulit manusia itu.


"Hm enak juga rasanya, kalau tulangnya gimana ya? apa akan seenak daging dan kulitnya? coba deh aku cari di internet cara membuat gulai tulang" kata Deep setelah mencoba kulit manusia.


Deep melihat internet cara memasak gulai tulang. Deep membaca resepnya dan pergi ke pasar untuk membeli semua bumbu yang tertera di internet. Setelah membeli semua bahan, Deep kembali ke rumahnya untuk memasak gulai tulang manusia.


Deep mulai membuat gulai itu dengan resep dan cara memasak yang tertera di internet. Deep mencoba gulai tulang buatannya itu.


"Wow! rasa gulai tulang ini juga sangat enak, oke fix aku harus buka restoran dari daging, kulit dan tulang-tulang manusia" kata Deep tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Deep yang tadinya membunuh hanya untuk memudahkannya melukis, kini Deep berniat untuk membunuh dan membuka sebuah restoran mewah dengan berbahan dasar manusia. Deep turun ke dapur untuk meminta bi Rika menuliskan resep daging yang tadi ia buat.


"Bi" panggil Deep.


"Iya tuan"


"Bi resep daging tadi tulis disini dong bi, aku mau buka restoran dari resep bibi tadi, soalnya masakan bibi tadi enak banget"


"Makasih tuan"


"Sama-sama bi, ya udah bi ini buku sama pulpennya"

__ADS_1


"Baik tuan" kata bi Rika menuliskan resep masakannya tadi.


Setelah mendapatkan resep semur daging tadi Deep tersenyum dan langsung pergi. Deep mencari tempat yang strategis untuk usahanya. Deep merancang restoran itu agar terlihat berkelas dan mahal. Deep mengurus semua surat untuk membuka restoran itu.


__ADS_2