Pain Is Art

Pain Is Art
Merencanakan Kejutan


__ADS_3

Deep meninggalkan kamarnya dan kembali ke dapur, namun saat ia melewati ruang tamu, salah satu karyawan The Deep Art memanggilnya.


"Tuan Deep" panggil Leo dari arah belakang.


"Iya" jawab Deep menoleh ke belakang.


Leo berjalan menghampiri Deep.


"Semuanya sudah selesai tuan"


"Ya sudah kalau begitu kalian langsung ke TDA aja, nanti saya nyusul"


"Baik tuan"


"Tunggu"


"Ada apa tuan?"


"Bisa tolong panggilkan mbak Ruby dan mas Gemini untuk menemui saya di dapur?"


"Baik tuan, nanti saya panggilkan mereka"


"Ya sudah kamu boleh pergi sekarang"


"Baik tuan"


"Udah matang makanannya bi?" tanya Deep tersenyum kecil menatap datar bi Rika.


"Hm, udah tuan" jawab bi Rika.


"Bisa tolong ikut saya sebentar?"


"Iya tuan"


Bi Rika mengikuti langkah Deep. Deep membawa bi Rika melalui pintu rahasia yang ada di dalam kolam renang.


"Bi Rika bisa renang gak?" tanya Deep.


"Bisa tuan"


"Ya sudah, ikuti saya" ucap Deep yang langsung terjun ke kolam renang.


Bi Rika pun mengikuti Deep. Setelah lumayan jauh mereka berenang, akhirnya mereka tiba di depan anak tangga. Mereka menaiki tangga itu dan terdapat sebuah pintu kecil. Deep membuka pintu kecil itu dengan kunci yang ia bawa. Mereka menyusuri jalan yang gelap dibantu senter hp dan ternyata jalan itu menembus ke kamar Dark yang sekarang ditempati oleh Deep yang ada di samping ruang pembakaran. Kamar tempat ia memergoki bi Rika. Bi Rika terkejut melihat Deep membawanya ke dalam kamar itu.


"Ada apa bi Rika?" tanya Deep tersenyum kecil.

__ADS_1


Bi Rika tidak menjawab pertanyaan Deep karena masih tidak menyangka jika banyak pintu untuk menuju ruangan itu.


"Papa membangun ruangan ini dengan sangat indah, terdapat banyak pintu rahasia untuk masuk ke dalam kamar ini, semua desaign dirancang dengan sangat rapih" ucap Deep tersenyum menatap bi Rika.


Deep membuka pintu kamar itu dan mengajak bi Rika ke ruang tempat mesin pembakaran.


"Duduklah!" pinta Deep.


Bi Rika merasa sangat ketakutan duduk di samping Deep. Deep berdiri dan pergi meninggalkannya.


Deep kembali dengan membawa borgol, rantai, gembok dan juga tali tambang, dengan secepat kilat, Deep mengikat bi Rika di kursi dengan tali tambang.


Deep memborgol kedua tangan bi Rika ke belakang, merantai kedua kaki bi Rika dan menggemboknya. Deep juga membungkam mulut bi Rika dengan lakban.


"Tunggulah disini sebentar, aku akan memberikan mu dua kejutan yang sangat indah dan pastinya akan menjadi sesuatu hal yang tidak akan pernah kamu lupakan" ucap Deep tersenyum menatap bi Rika lalu pergi meninggalkannya.


Deep pergi ke dapur dan menyantap makanan sembari menunggu kedatangan mbak Ruby dan mas Gemini.


"Ruby, Gemini" panggil Leo.


"Ada apa?" tanya Gemini.


"Kalian berdua dipanggil sama tuan Deep, tadi katanya ditunggu di dapur"


"Gak tahu, coba aja kalian tanyakan sendiri"


"Hm, oke" jawab Ruby.


Leo langsung pergi meninggalkan mereka dan kembali ke TDA bersama dengan yang lain.


"Sayang, tuan Deep kenapa nyuruh kita ke dapur ya?" tanya Ruby.


"Mana ku tahu, kan daritadi kita di sini, udah yuk kita ke dapur aja, takut tuan Deep terlalu lama menunggu kita"


"Iya, tapi..."


"Tapi apa hm?"


"Entah kenapa firasat aku gak enak banget, apa mungkin tadi tuan Deep tahu ya kalau kita mengikuti dia?"


"Kalau soal itu aku gak tahu, tapi sepertinya tuan Deep gak tahu, udah lah kamu jangan berpikiran negatif kayak gitu"


"Hm, iya"


"Ya udah ayok kita temuin tuan Deep di dapur" ucap Gemini tersenyum dan merangkul pundak Ruby.

__ADS_1


Ruby pun berjalan mengikuti Gemini dengan ekspresi wajah cemas dan ketakutan.


"Permisi tuan" panggil Gemini dari samping Deep.


"Eh mas Gemini dan mbak Ruby, silakan duduk" pinta Deep menunjuk kursi yang tepat di depannya.


"Iya tuan" jawab Gemini duduk di depan Deep.


Ruby masih terlihat ketakutan dan memegang tangan Gemini sedari tadi.


"Ada apa mbak Ruby? kenapa mbak Ruby seperti orang ketakutan begitu?"


"Hm enggak kok tuan" jawab mbak Ruby menundukkan kepala.


"Saya memanggil kalian berdua ke sini untuk menemani saya makan, tadi kan mbak Ruby datang duluan ke rumah saya daripada yang lain, mbak Ruby pasti kelelahan, makanya saya ajak makan, dan rumor mbak Ruby berpacaran dengan mas Gemini sampai di telinga saya, makanya saya ajak mas Gemini juga, biar gak ada salah paham diantara kalian berdua, silakan dinikmati makanannya, ini enak kok" ucap Deep tersenyum.


"Iya tuan" jawab Gemini yang langsung membalik piring dan menyendok nasi.


Ruby terlihat semakin kebingungan dengan perlakuan Deep pada mereka yang terkesan tidak logis.


"Kenapa tuan Deep cuma manggil kita doang kalau untuk makan bareng sama dia? kenapa karyawan TDA lain enggak? apa jangan-jangan pas kita ikuti tuan Deep, tuan Deep melihat persembunyian kita? makanya tuan Deep bersikap sangat aneh seperti ini" batin Ruby menatap Deep.


Gemini menepuk tangan Ruby hingga Ruby pun tersadar.


"Kamu kenapa sih? ayok makan, gak enak sama tuan Deep" bisik Gemini.


Deep tersenyum menatap Gemini dan Ruby sembari menggelengkan kepala.


"Aku membiarkan kalian makan terlebih dahulu, karena ini akan menjadi makan terakhir kalian berdua sebelum menemui ajal kalian, aku tidak sebodoh itu untuk bisa kalian kelabui dengan mudah! aku tahu jika kalian mengikuti ku tadi dengan bi Rika, aku tahu kalau kalian mendengar semua perkataan ku tadi dengan bi Rika, dasar orang-orang tidak berguna! cuma karyawan biasa saja sok mau ikut campur masalah atasannya! tapi aku tidak sejahat itu untuk langsung merenggut nyawa kalian, aku memberikan kalian makanan enak untuk yang terakhir kalinya agar kalian bisa bahagia saat pergi ke surga nanti" batin Deep tersenyum menatap Gemini dan Ruby.


Sesi makan mereka bertiga habis, Deep mengajak mas Gemini dan mbak Ruby untuk ikut bersamanya.


"Ikut saya sebentar yuk mbak Ruby dan mas Gemini" pinta Deep tersenyum menatap mereka.


"Iya tuan" jawab Gemini.


Ruby nampak menolak permintaan, namun Gemini menarik tangan Ruby, mau tidak mau Ruby mengikutinya.


Deep membawa mas Gemini dan mbak Ruby ke kamar ayahnya dan masuk ke dalam ruang bawah tanah tempat ia menyekap bi Rika.


Deep mengunci pintu, agar mereka tidak bisa melarikan diri. Mas Gemini dan mbak Ruby terlihat sangat terkejut melihat bi Rika yang terikat di kursi.


"Ada apa mas Gemini dan mbak Ruby? kenapa terkejut seperti itu? mungkin kalian berpikir aku tidak mengetahui semuanya, tapi aku mengetahui semuanya, aku melihat persembunyian kalian saat mendengarkan pembicaraan ku dengan bi Rika, aku mengikat bi Rika karena aku ingin memberikannya kejutan yang paling membahagiakan untuknya" ucap Deep tersenyum.


"Oh iya untuk mas Gemini dan mbak Ruby, kalian tunggu di sana sebentar ya, jangan macam-macam atau saya akan membunuhnya!" ancam Deep menunjuk bi Rika dan pergi meninggalkan mereka ke kamar yang ada di samping ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2