
Jane dan Rima yang berlari tidak sengaja bertubrukan dengan bi Rika.
"Kalian siapa? kenapa ada di rumah tuan Deep?" tanya bi Rika.
"Hm tenang ya! kami bukan penjahat kok!" ucap Rima panik.
"Hm iya! kita bukan penjahat kok!" sambung Jane panik.
"Terus mau apa kalian di rumah tuan Deep? aku tidak melihat kedatangan kalian tadi, terus kenapa kalian ke luar dari dalam sana? kalian habis mencuri ya dari kamar tuan Deep?"
"Kami tidak mencuri apapun, malah Deep yang mencuri hp kami!"
"Apa? apa kalian berkata jujur?"
"Iya, Deep yang membawa kami ke rumahnya, karena teman kami Prim melaporkan Deep pada pihak yang berwajib, bahkan Deep juga memotong jari Rima, lihat saja sendiri!" ucap Jane mengangkat tangan Rima yang telah ia perban.
"Jadi kalian adalah target tuan Deep selanjutnya?"
"Apa kamu tahu jika Deep psikopat?" tanya Rima.
"Iya, saya tahu tuan Deep psikopat, karena saya pernah menemukan surat medis tuan Deep, dan juga tuan Deep pernah memasungku di ruang bawah tanah, serta memenggal sepasang kekasih tepat di depan mata ku"
"Jika kamu sudah tahu tentang hal itu, lantas mengapa kamu masih bertahan di rumah ini?"
"Karena tuan Deep mengancam ku akan membunuh seluruh anggota keluarga ku jika aku pergi dari rumahnya"
"Deep juga mengancam kami untuk tidak pergi dari rumahnya, dia mengurung kami di bawah sana, dan saya berusaha membukanya dengan kapak yang kami temukan di dalam kamar itu, aku ingin membawanya ke rumah sakit, karena Deep memotong ibu jarinya, walaupun aku sudah mengobatinya, tapi aku takut terjadi hal yang tidak di inginkan terjadi, makanya aku harus cepat-cepat membawanya ke rumah sakit"
"Tunggu di sini sebentar, biar saya pinta anak buah tuan Deep untuk mengantarkan kalian, biar kalian cepat sampai di rumah sakitnya"
"Terima kasih banyak!"
"Sama-sama!"
Bi Rika pergi untuk mencari salah satu anak buah Deep untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit dengan menggunakan mobil Deep, mumpung Deep sedang pergi ke luar.
__ADS_1
"Pak Farel tunggu! panggil bi Rika.
"Iya"
"Pak ikut saya sebentar!"
"Oke!"
"Pak, bisa tolong antarkan mereka ke rumah sakit? kasian dia, ibu jarinya terpotong" ucap bi Rika mengangkat tangan Rima.
"Kenapa bisa terpotong? terpotong sendiri atau ada seseorang yang memotongnya? dan kalian berdua ini siapa? kenapa bisa ada di rumah tuan Deep? apa kamu yang membawa mereka ke dalam rumah ini bi Rika?"
"Bukan dia yang membawa kami ke rumah ini, melainkan Deep sendiri yang membawa kami ke rumahnya, dan Deep lah yang telah memotong ibu jari ku, karena ia berniat mengambil ponselku dan Jane, dia memegang ponsel ku, tapi ponselku hanya bisa dibuka dengan sidik jari, makanya Deep sampai tega memotong ibu jariku, dan bukan hanya itu saja yang Deep lakukan, Deep juga membunuh Acha dan Becky sahabat kami, Deep sedang mencari keberadaan Prim sahabat kami, karena dia yang telah melaporkan Deep ke pihak berwajib, Prim mengirimkan bukti-bukti yang ia temukan di kediaman Deep kepada kakak laki-lakinya yang merupakan seorang polisi, Prim hampir ketahuan oleh Deep, tapi kami mengajak Deep makan di luar, para polisi datang untuk menangkapnya, tapi Deep malah membunuh para polisi dan membawa kami ke rumahnya ini" ucap Rima.
"What? kamu bilang apa tadi? tuan Deep yang memotong jari kamu dan juga membunuh kedua teman mu?" tanya pak Farel terkejut.
"Iya" jawab Rima.
"Itu tidak mungkin!" ucap pak Farel.
"Kenapa kamu membela mereka?"
"Aku tidak membelanya, karena aku adalah saksi mata pembunuhan mbak Ruby dan mas Gemini karyawan The Deep Art!"
"Apa maksud mu?"
"Aku melihat surat medis tuan Deep, dia mental ilness, ketika aku bersembunyi, mbak Ruby melihat keberadaan ku dan menyembunyikan hal ini dari tuan Deep, tuan Deep bertanya pada mbak Ruby "apakah dia melihatku atau tidak?" dan mbak Ruby menjawab "tidak!" tapi akhirnya tuan Deep tahu tentang hal itu, dia menyekap ku, mbak Ruby, dan mas Gemini di ruang bawah tanah, tangan dan kaki ku di ikat, lalu tuan Deep memenggal kepala mbak Ruby hingga terjatuh tepat di pangkuan ku, tuan Deep juga memenggal kepala mas Gemini setelah mas Gemini berusaha untuk melakukan perlawanan, aku melihat sendiri tuan Deep menguliti dan juga menampung darah mbak Ruby serta mas Gemini lalu menjadikannya beberapa sirup dengan mencampurkan bahan lain, apa kamu ingat kejadian malam itu? saat tuan Deep marah pada kalian karena aku tidak menyiapkan makanan!!"
"Iya gw ingat, itu lu ke mana? tuan Deep marah banget karena dia pulang gak ada makanan, akhirnya pesan di The Deep Restaurant"
"Pada saat itu tuan Deep mengurungku di ruang bawah tanah, mungkin tuan Deep lupa akan hal itu"
"Jadi tuan Deep psikopat sama seperti ayahnya?"
"Iya!"
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak mengatakannya sejak awal? kan kalau tahu begitu aku bisa ikut pak Zainal untuk pergi dari rumah tuan Deep!"
.
"Karena tuan Deep mengancam ku akan membunuh seluruh anggota keluarga ku, jika sampai aku memberitahukan hal ini kepada orang lain! tapi tidak lagi! kita harus melaporkan tuan Deep ke pihak berwajib!"
"Tapi tuan Deep pernah tertangkap dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa karena mental ilness, tapi tuan Deep bisa bebas dengan cepat, apa jangan-jangan, tuan Deep bukannya dibebaskan dari rumah sakit jiwa melainkan melarika diri dengan cara membunuh para petugas yang ada di dalam rumah sakit jiwa?"
"Bisa jadi! gimana kalau kita cari tahu aja ke rumah sakit jiwa tempat tuan Deep dirawat?"
"Oke juga! ya udah yuk! tapi kita ke sana pakai apa?"
"Naik mobil tuan Deep aja gimana? mumpung tuan Deep lagi pergi ke luar!"
"Yakin lu?"
"Iya yakin, ya udah yuk!"
"Hm oke!"
"Kalian berdua tunggu di sini dulu ya!"
"Iya!" jawab Rima.
Bi Rika dan pak Farel pergi untuk mencari kunci mobil di kamar Deep. Bi Rika dan pak Farel kembali menghampiri Jane dan Rima. Mereka pun pergi menggunakan salah satu mobil Deep untuk mengantarkan Rima dan Jane ke rumah sakit, sedangkan pak Farel dan bi Rika berniat untuk pergi ke rumah sakit jiwa tempat Deep dirawat.
Pak Farel, bi Rika, Jane dan juga Rima tiba di rumah sakit terdekat. Jane dan Rima turun dari mobil Deep.
"Makasih ya! kalian udah mau anterin kita ke rumah sakit!" ucap Rima tersenyum kecil menganggukkan kepala.
"Sama-sama! ya udah kita duluan ya! assalamualaikum!" ucap bi Rika tersenyum menganggukkan kepala.
"Wa'alaikumsalam!" jawab Rima dan Jane kompak tersenyum kecil menganggukkan kepala.
Bi Rika dan pak Farel melanjutkan perjalanan ke rumah sakit jiwa tempat Deep dirawat dulu.
__ADS_1