
Sepulang sekolah, Deep mengikuti Rasalas yang pergi ke kantin. Deep mengeluarkan ponselnya dan mulai menyalakan video.
"Ada apa sih pak, kenapa manggil-manggil aku?, nanti kalau teman-teman aku tahu bagaimana?, aku tidak ingin teman-teman ku tahu jika aku bukanlah orang kaya" kata Rasalas membentak seorang pria yang jauh lebih tua darinya.
"Astagfirullahaladzim nak, untuk apa kamu berpura-pura kaya, cepat atau lambat mereka pasti akan mengetahui semua kebenarannya" kata pria itu.
"Pak tolong deh ya, gak usah ikut campur masalah aku terus, bapak urus aja masalah perekonomian bapak dan gimana caranya kita bisa menjadi orang kaya pak, aku gak mau mereka sampai tahu kalau aku ini orang miskin pak, teman-teman ku orang kaya, jika mereka mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, aku yakin pasti mereka tidak akan mau untuk menerimaku lagi sebagai temannya pak, aku mohon mengerti aku pak, jika sampai ada yang tahu ekonomi keluarga kita yang seperti ini, tidak akan ada yang mau berteman dengan ku pak, mereka semua memandang fisik, harta dan status sosial seseorang, aku mohon mengerti pak, udah lah aku mau pulang, kita pulang masing-masing aja pak, aku tidak ingin ada yang melihat kita pulang bareng, bisa ke bongkar nanti semua yang sudah aku lakukan selama ini dan satu lagi pak, jangan sampai ada satupun orang yang tahu jika namaku bukanlah Rasalas Ouranos melainkan Salahuddin Joko Prawiro" ucap Rasalas yang langsung pergi.
Mendengar nama asli Rasalas membuat Deep menahan tawanya.
"Astagfirullahaladzim nak, kamu juga mengganti nama asli kamu?, kenapa nak?, apa kamu tidak suka dengan nama yang bapak berikan padamu itu?" tanya ayahnya.
"Enggak pak enggak, nama itu terdengar sangat kampungan di telinga ku, apalagi di telinga mereka" ucap Rasalas memalingkan wajahnya dan langsung pergi.
Melihat Rasalas berjalan keluar Deep pun segera mematikan videonya dan bersembunyi. Ayah Rasalas meneteskan air matanya dan menarik nafas panjang lalu pergi. Deep keluar dari persembunyiannya dan berjalan tegap sembari tersenyum memainkan ponselnya.
"Rasalas, tunggulah pembalasan ku, video mu ini akan ku sebarkan pada siswa lain termaksud juga dengan Rangi, Dhruv dan Zorya, tapi kamu tidak akan menyadari jika itu adalah perbuatan ku, karena aku akan mengirimkannya dengan nomor lain, aku akan membeli nomor baru dan membuat WhatsApp dengan nomor baru untuk menyebarkan video mu itu Rasalas Ouranos" batin Deep tersenyum.
Deep pergi ke konter hp untuk memberhentikan langkahnya.
"Kalau aku beli kartu sendiri nanti pasti ketahuan deh, hm aku tahu" kata Deep tersenyum dan menghampiri seorang pria yang melintas.
"Mas boleh minta tolong gak?" tanya Deep menghampiri pria yang sepertinya preman.
"Berani banget nih bocah nyuruh-nyuruh gw" kata pria itu kesal.
Deep pun mengeluarkan semua uang yang ia bawa dan menunjukkannya ada pria itu.
"Tenang aja bang, gw ada uang, apa lu gak tahu siapa gw?" tanya Deep menyeringai mengangkat alisnya.
"Siapa emang lu hah?, jagoan lu?" tanya pria itu sinis.
__ADS_1
"Gw Deep Akhtara, apa lu tidak mengenal nama itu?" tanya Deep menyeringai.
"Jangan sok terkenal deh lu!" kata pria itu sinis.
"Gw Deep Akhtara, anak dari seorang pelukis terkenal di dunia yang bernama Dark Aharnish, apa lu masih tidak mengenalnya?" tanya Deep menyeringai.
"Dark Aharnish psikopat yang tertangkap itu?, pelukis yang sudah merenggut nyawa ribuan orang?" tanya pria itu.
"Iya, jadi jangan macam-macam lu sama gw jika ingin tetap hidup" ucap Deep menyeringai.
"Ada apa? katakan saja" ucap pria itu.
"Ini uang belum lu, lu beliin gw kartu baru dan daftarkan dengan NIK lu atau NIK siapapun terserah, karena gw ada satu misi untuk seseorang yang sudah membully gw, cepat pergi, gw tunggu sini" ucap Deep.
"Kartu apa?, Indosat atau apa?" tanya pria itu.
"Terserah kartu apa saja, karena gw juga hanya sekali memakainya dan isikan juga kuotanya, atau lu beli kartu yang langsung sama kuotanya aja, gw hanya butuh sekali kartu itu" ucap Deep.
"Oke baiklah" ucap pria itu yang langsung pergi ke konter hp sesuai dengan permintaan Deep.
"Ini kartunya" kata pria itu memberikan kartu Deep.
"Okay thanks" ucap Deep.
Pria itu langsung pergi, namun dihentikan oleh Deep.
"Berapa nomor hp lu?" tanya Deep.
"Untuk apa?" tanya pria itu.
"Gw kan udah bilang tadi, gw ada misi, dan sepertinya lu cocok untuk melancarkan misi gw, nanti gw akan hubungi lu jika gw butuh, tenang saja ada bayarannya kok" ucap Deep menyeringai.
__ADS_1
Pria itu menyebutkan nomor ponselnya pada Deep.
"Oke lu boleh pergi sekarang" ucap Deep mengusirnya.
"Oke" kata pria itu yang langsung pergi.
Deep terlihat sangat bahagia dan kembali ke rumahnya. Sesampainya di rumah, Deep dihadang oleh kucing liar yang berdiri tepat di depan pintu masuk dan terus mengeong.
"Meong! meong!"
"Awas gak lu?"
"Meong! meong!"
Deep mengambil sapu lidi yang ada di balik dinding pintu masuknya dan menombak kucing itu dengan gagang sapu lidi hingga darahnya menyembur ke atas membanjiri seluruh tubuh Deep.
"Dasar kucing sialan!" kata Deep menghapus wajahnya yang dibanjiri oleh darah kucing yang ia tombak tadi.
Deep menendang kucing itu menjauh dari pintu masuknya dan pergi begitu saja tanpa adanya rasa penyesalan sedikitpun.
Nampak bentuk yang sangat memprihatikan dari si kucing itu. Gagang itu menembus hingga belakang tubuh si kucing.
Dark mendownload aplikasi WhatsApp bisnis dan mendaftarkan dengan nomor yang tadi ia beli. Deep mengirimkan pesan pada seluruh kontaknya.
"Video" Deep mengirimkan video Rasalas.
"Seorang anak dengan teganya membentak ayahnya dan mengganti nama aslinya hanya karena malu dengan teman-temannya, sebarkan video ini jika kalian mengenal orang itu, terimakasih" kata Deep di WhatsApp.
"Oke udah gw kirim tinggal kita lihat saja besok, apa yang akan terjadi kepada Rasalas Ouranos oh tidak tidak maksudnya itu Salahuddin Joko Prawiro hm jauh sekali perbedaannya bukan?, dari nama panggilan keluarganya "Joko" jadi "Rasalas", hm dasar pembohong besar anda ya Joko" kata Deep menyeringai.
Deep langsung menghapus nomor WhatsApp itu dan mengeluarkan kartunya dari dalam ponselnya. Deep langsung mematahkan kartu itu dan menguburkannya bersama kucing.
__ADS_1
"Hm bentuk kucing yang indah, aku lukis dulu deh, sayang banget kan seindah ini dilewatkan begitu saja?" tanya Deep tersenyum menatap kucing yang baru ia bunuh dan berlari ke dalam.
Deep mengambil kanvas kosong dan pewarna milik ayahnya yang masih tersisa banyak di dalam kamarnya. Setelah selesai melukis, Deep menguburkan kucing itu dan membersihkan lantai rumahnya, setelah lantai rumahnya bersih dari darah, ia pun membersihkan tubuhnya yang dipenuhi oleh darah kucing.