Pain Is Art

Pain Is Art
Deep Bertaubat


__ADS_3

Setelah selesai memotong-motong para korbannya, Deep membersihkan tubuhnya lalu tertidur.


Dia jam tertidur, Deep terbangun karena mendengar suara ayahnya yang membangunnya.


"Deep bangun Deep udah adzan" kata ayahnya menepuk-nepuk pundak Deep.


Deep yang mendengar dan merasakan kehadiran ayahnya pun terbangun dan mencari keberadaan ayahnya.


"Deep" kata Dark yang berada di sudut ruangan.


"Papa?" tanya Deep terkejut melihat kedatangan ayahnya yang telah lama mati.


"Kamu sudah melangkah terlalu jauh Deep"


"Apa maksud papa? papa tidak mau mendukung Deep?"


"Bukan itu maksud papa nak"


"Lantas apa maksud papa hah?"


"Kamu sudah lama meninggalkan shalat mu nak, papa tidak menyalahkan mu atas hal itu, karena papa tahu, kamu seperti itu juga karena papa telah membunuh mama mu, papa tahu kamu benci sama papa karena papa telah membunuh mama mu, tapi jangan tinggalkan Tuhan mu Deep" kata Dark dengan ekspresi wajah sedih.


"Iya pah" kata Deep menganggukkan kepala berlinang air mata.


"Sisihkan sebagian penghasilan kamu untuk orang yang tidak mampu nak, papa tahu kamu sedang sakit"


"Apa maksud papa? aku gak sakit apapun pah"


"Papa tahu kamu mengalami mental ilness yang membuat kamu menjadi seperti papa, dan satu hal yang kamu harus tahu, papa juga memiliki mental ilness seperti mu Deep"


"Apa maksud papa hah?"


"Di tengah popularitas papa, papa tersadar akan satu hal, papa memeriksakan kondisi kesehatan mental papa dan ternyata papa selama ini memiliki mental ilness sama seperti mu Deep, sejak papa tahu jika papa memiliki mental ilness, papa tidak tahu harus apa, papa juga tidak bisa menerimanya sama seperti kamu Deep, ya papa membunuh banyak orang lagi dan akhirnya kamu membongkar semuanya kepada pihak kepolisian, hingga akhirnya papa dijatuhi vonis hukuman mati, papa tidak pernah membenci mu Deep, papa berniat untuk menyekolahkan kamu hingga kuliah S3 tapi papa malah tiada disaat kamu masih kecil, maafkan papa telah mengingkari janji papa Deep" kata Dark sedih menundukkan kepalanya.


Mendengar perkataan ayahnya membuat Deep meneteskan air matanya dan berlari memeluk ayahnya.


"Tidak pah, uang yang papa tinggalkan untuk Deep sepertinya cukup untuk menunjang kehidupan Deep hingga kuliah nanti seperti kemauan papa, pah Deep minta maaf, Deep minta maaf karena telah melakukan hal itu, tapi Deep tidak bisa berhenti untuk melakukan hal itu pah" kata Deep melepaskan pelukannya dan meneteskan air mata menatap ayahnya.


"Tidak apa Deep, boleh papa minta sesuatu pada mu?"


"Apa pah?"


"Kamu mau ya menjalani pengobatan di rumah sakit untuk mengobati mental ilness mu itu" kata Dark tersenyum dengan ekspresi sedih memegang kedua pipi Deep.

__ADS_1


"Iya pah, Deep berjanji akan mengikuti segala macam pengobatan itu" kata Deep tersenyum menganggukkan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu sekarang kamu ambil wudhu terus shalat ya nak" kata Dark tersenyum mengelus pucuk kepala Deep.


"Iya pah" kata Deep tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Seketika Deep terbangun dari tidurnya dan mencari sekelilingnya. Ternyata tadi adalah mimpi Deep bertemu dengan ayahnya. Deep bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat subuh. Setelah melaksanakan shalat subuh, Deep membaca beberapa surat di Al-Qur'an. Deep meneteskan air matanya saat membaca surat di Al-Qur'an. Deep menyelesaikan bacaannya dan memeluk Al-Qur'an itu menangis sesenggukan.


"Pah, Deep kangen banget sama papah" kata Deep sesenggukan.


"Ya Allah maafkan segala kesalahan Deep selama ini" kata Deep sesenggukan menatap ke sajadah lalu menatap ke atas.


Deep merapihkan sajadah, sarung dan Al-Qur'an miliknya lalu kembali tidur karena kepalanya terasa sangat sakit.


Pagi harinya, asisten rumah tangganya membangunkan Deep dengan mengetuk-ngetuk pintu kamarnya dan memanggil namanya. Asisten rumah tangganya tidak mengetahui jika selama ini Deep lebih sering tidur di kamar yang ada di dalam ruang bawah tanah.


"Tuan bangun tuan udah pagi, sarapan dulu nanti sakit" kata asisten rumah tangganya mengetuk pintu kamar Deep.


"Tuan"


"Tuan Deep bangun, kita makan dulu yuk, nanti tuan sakit"


"Hm, tuan Deep kemana ya? apa aku masuk aja kali ya ke dalam kamarnya? akh tapi enggak deh, gak sopan masuk-masuk ke dalam kamar majikan, mungkin tuan Deep emang masih tidur pulas jadi gak dengar suara ku, ya sudahlah" kata bi Rika pergi meninggalkan kamar Deep.


"Pak ayok makan dulu pak" kata bi Rika menghampiri para anak buah Deep yang tengah berkumpul bermain kartu.


"Iya bi" kata mereka kompak dan langsung masuk ke dalam.


Bi Rika pergi ke depan untuk mengajak satpam yang dibayar oleh Deep untuk mengawasi pintu pagar.


"Pak makan dulu yuk" ajak bi Rika.


"Iya" kata pak Jaka.


Para bodyguard Deep tengah menyantap makanan di meja makan. Mereka pun makan bersama. Selama ini memang Dark mengajak para karyawannya untuk makan bersama di meja makan dan kebiasaan Dark itu kini menurun kepada Deep. Deep tidak mempermasalahkan akan hal itu, Deep mengizinkan para karyawannya untuk makan bersamanya di meja makan.


"Hm, tuan Deep mana? dia belum bangun?" tanya pak Jaka melihat sekelilingnya.


"Belum, tadi udah aku bangunin, tapi gak ada suara, ya mungkin tuan Deep masih pulas kali tidurnya makanya gak menjawab panggilan ku" kata bi Rika.


"Ini kita gak apa-apa makan duluan? tuan rumah ini kan belum bangun, masa kita makan duluan sih?" tanya Jaka.


"Udah sih makan aja, selama ini kan juga tuan Deep tidak mempermasalahkan akan hal itu, malah tuan Deep juga sering nyuruh kita makan duluan" sahut pak Farel.

__ADS_1


"Hm, iya juga sih" kata pak Jaka.


"Lagipula kita kan gak mengacak-acak makanan tuan Deep benar kan?" tanya pak Farel.


"Iya benar, aku sudah pisahkan makanan tuan Deep, jangan ada yang mengambil di dalam penutup saji ini ya, itu untuk tuan Deep" kata bi Rika.


"Iya" jawab mereka kompak.


"Ya udah lu makan Jak" kata Farel.


"Iya" jawab pak Jaka.


Mereka semua menyantap makanan yang disajikan oleh bi Rika.


"Ini dagingnya enak banget" kata pak Jaka.


"Iya benar, kayak lebih empuk gitu, biasanya keras deh"


"Iya tadi aku lamain lagi ngerebusnya" jawab bi Rika tersenyum kecil.


"Daging mentahnya masih ada?" tanya pak Panji.


"Habis sih, kemarin dikasih sama tuan Deep, dan ini daging terakhir udah dimasak" jawab bi Rika.


"Daging mall emang beda ya rasanya" kata pak Panji tersenyum dan menyendok makanan.


"Iya benar, pasti tuan Deep beli daging itu di mall deh, makanya dagingnya enak" sambung pak Farel.


"Kenapa ya beda tempat pasti beda rasa?" tanya pak Zainal.


"Iya benar, kayak daging mall lebih mantap ya daripada daging yang dijual di pasar, padahal sama-sama daging" jawab pak Rudi.


"Iya" kata pak Zainal.


"Lihat deh, si Rafly anteng banget makan" ujar pak Zainal menunjuk pak Farel yang sibuk menghabiskan makanannya.


"Diam-diam aja lu!" kata pak Jaka menyenggol lengan pak Rafly yang sibuk makan.


"Diam apa! lapar gw!" kata pak Rafly yang kembali makan.


"Hm! kebiasaan!" kata pak Zainal.


"Gw udah habis, udah akh gw mau keluar" kata pak Rafly membawa piring kotornya.

__ADS_1


Pak Rafly mencuci piringnya, mengambil air dingin di kulkas lalu pergi keluar meninggalkan teman-temannya yang masih makan.


__ADS_2