Pain Is Art

Pain Is Art
Niat Membunuh Malah Terbunuh


__ADS_3

"Terima kasih ya pak udah antar saya kembali ke rumah sakit"


"Sama-sama mbak!"


Beralih pada Deep, kini ia telah menemukan rumah sakit tempat Prim dirawat.


Deep yang sudah emosi tak tertahankan tidak mempedulikan lagi jika di tempat itu terdapat CCTV, tanpa mengenakan penutup wajah sedikitpun, Deep masuk dan menghabisi seseorang yang melintas di depannya dengan membabi buta. Deep membunuh setiap manusia yang ia temui, bahkan ia juga membunuh para pasien yang sedang dirawat. Deep akhirnya menemukan kamar perawatan Prim. Polisi yang menjaga Prim berusaha melawan, namun Deep yang menggila dapat dengan mudah menghabisi para polisi itu. Deep membuka tabung oksigen Prim, hingga Prim kesulitan untuk bernafas. Deep terlihat sangat senang melihat Prim dalam kondisi seperti itu. Deep menguliti tubuh Prim hidup-hidup dan membawa kulitnya serta kepala Prim. Deep pergi dari rumah sakit, tapi Deep tidak tahu jika abang Prim masih ada di sana. Ketika Deep meninggalkan rumah sakit dengan mobilnya, abang Prim kembali ke ruang perawatan Prim, namun mendapati tubuh adiknya yang sudah dikuliti dan hanya menyisakan daging merah segar tanpa kepala. Abang Prim sontak terkejut melihat kondisi adiknya dan juga rekan-rekannya yang tewas bersimbah darah. Abang Prim menghampiri Prim, dengan tangan gemetar dan berlinang air mata, abang Prim memberanikan diri ingin menyentuh daging adiknya, namun mengundurkan diri, karena tidak kuat untuk melakukannya. Abang Prim jatuh tersungkur dan berteriak kencang. Air mata jatuh tak terbendung lagi. Abang Prim berusaha bangkit untuk mengetahui siapa orang yang telah membuat adiknya menjadi menyeramkan seperti itu. Aaron melihat rekaman CCTV, nampak seorang pria yang menghabisi para pasien dan keluarga pasien secara membabi buta, Aaron juga menyaksikan sangat pria itu menguliti tubuh adiknya Prim, ekspresi Aaron mendadak berubah, wajahnya memerah, Aaron nampak kesal dengan pria itu dan pergi dari rumah sakit.


"Aku tidak akan membiarkanmu Deep Akhtara!" ucap Aaron sembari mengemudikan mobilnya.


Aaron berencana untuk membunuh Deep sama seperti Deep membunuh adiknya, tanpa pikir panjang lagi, dan amarah yang sudah berkecamuk di dalam dirinya, ia mencari kediaman Deep Akhtara. Aaron akhirnya menemukan kediaman Deep Akhtara dari salah satu polisi, Aaron beralasan akan menangkap Deep sendiri, padahal berniat untuk membunuh Deep.


"Itu dia orang yang gw cari!" ucap Aaron saat melihat Deep sedang berjalan kaki mencari korban selanjutnya. Aaron memacu mobilnya dengan kencang dan Deep pun terpental. Aaron nampak sangat bahagia melihat Deep yang berhasil ia tabrak. Aaron berpikir jika Deep telah tiada, dan ia pun turun dari mobil untuk menghampirinya.

__ADS_1


"Rasakan itu Deep Akhtara! kamu telah membunuh Prim adik ku, dan tidak ada hukuman yang jauh lebih pantas untuk kamu dapatkan selain kematian!" ucap Aaron menginjak dada Deep dan meludah ke arahnya.


Aaron yang baru berbalik badan dihentikan oleh Deep yang ternyata masih hidup dan memegangi kakinya. Aaron menoleh ke belakang dan Deep pun tersenyum kecil menatap Aaron, dengan cepat Deep langsung menarik kaki Aaron dan bangkit, seperti tidak merasakan sakit sedikitpun, padahal kepalanya berdarah.


Deep langsung menginjak-injak dada Aaron berkali-kali hingga darah menyembur dari bibirnya. Deep meninggalkan Aaron yang lemas dan mengambil sebuah batu besar, Deep meletakkan batu di samping Aaron dan menyalakan rekaman video. Deep mengangkat batu itu dan melemparkannya ke kepala Aaron. Darah menyembur ke atas bersamaan dengan potongan-potongan daging. Deep tertawa terbahak-bahak menyaksikan pemandangan indah itu. Baju Deep berlumuran darah Aaron serta beberapa potongan daging Aaron menempel di bajunya. Deep mengambil potongan daging Aaron dan menatapnya. Deep menjilat darah Aaron yang menetes di tangannya lalu memakan mentah-mentah potongan daging Aaron.


"Hm! gurih juga dagingnya! empuk banget lagi!" ucap Deep yang kembali mengambil potongan daging Aaron.


"Rasanya tidak jauh berbeda dari otak ayam!" ucap Deep memakan potongan-potongan otak Aaron hingga habis.


Setelah habis, Deep mematikan rekaman video dan membawa tubuh Aaron ke dalam mobilnya. Deep mengeksekusi tubuh Aaron di rumahnya. Menguliti tubuh Aaron, memotong-motong dan menampung darahnya untuk ia jadikan bahan makanan dan minuman di restorannya.


Aaron yang berniat untuk membunuh Deep malah akhirnya terbunuh dan tubuhnya disantap oleh para konsumen di restoran Deep. Deep yang masih belum puas telah membunuh Aaron pun mencari mangsa lain untuk ia bunuh. Deep tiba-tiba teringat rekaman CCTV di rumah sakit dan juga para manusia yang telah ia bunuh.

__ADS_1


"Aku harus menghilangkan bukti dulu, sebelum ada seseorang yang mengetahui tentang hal ini!" ucap Deep menuju rumah sakit tempat Prim dirawat.


Deep menghapus semua rekaman CCTV yang ada serta membawa manusia yang telah ia bunuh ke dalam mobilnya. Mobil Deep kini penuh dengan beberapa mayat.


"Hm cuma muat segini ya? kayaknya aku harus beli mobil baru deh! mobil ini tidak cukup besar untuk menampung para korban ku!" ucap Deep menggembok rumah sakit.


Deep membawa mayat-mayat di mobilnya ke rumahnya. Deep melihat sekelilingnya untuk memastikan apakah ada anak buahnya yang melihat atau tidak. Tidak ada satupun anak buah Deep di sekelilingnya dan Deep pun turun membawa satu persatu mayat yang ada di mobilnya menuju ke kamarnya. Setelah semua mayat berada di dalam kamar, Deep kembali ke rumah sakit untuk mengambil mayat lain, karena ia tidak ingin meninggalkan satupun mayat yang bisa ia manfaatkan itu.


Hari sudah mulai larut, dan para mayat telah Deep pindahkan ke rumahnya. Deep yang kelelahan beristirahat sejenak di kasurnya.


"Huft! capek banget! lima kali lebih kali tadi ya gw mondar-mandir ke rumah sakit cuma buat bawa pulang semua mayat, belum lagi mindahin dari mobil ke kamar gw satu-satu, pinggang gw encok deh! berasa jadi kuli gw, tapi bukan kuli bangunan, melainkan kuli mayat! yeah! kuli pengangkut mayat-mayat! kenapa mayat terasa jauh lebih berat ya dibandingkan ketika hidup? padahal mayat kan udah gak bernyawa lagi ya? tapi kayak angkat beban lima ratus kilo sendiri! berat dosa maybe! makanya kalau masih hidup jangan sering-sering bikin dosa, pas mati berat mayat lu pada! kan kasian orang yang gotong-gotongin mayat lu!" gerutu Deep mengatur pernafasannya yang terasa sesak.


Deep mengambil sebotol air putih di kulkas dan kembali berbaring. Deep minum sembari berbaring karena pinggangnya terasa sakit. Setelah puas minum, Deep meletakkan botolnya di atas lemari dan memejamkan mata.

__ADS_1


__ADS_2