
Bi Rika membuka pintu kamar tuan Dark Aharnish dan mengunci kembali pintunya dari dalam.
"Kenapa disini banyak sekali lukisan? apa tuan Deep menggunakan kamar tuan Dark untuk tempatnya melukis?" tanya bi Rika memegangi hasil lukisan Deep.
"Hm kalau dilihat-lihat hasil lukisan tuan Deep tidak jauh berbeda dengan hasil lukisan tuan Dark ya? tunggu sebentar! tuan Dark melukis seperti ini katanya membunuh banyak orang sebagai acuan dia dalam melukis, apa tuan Deep melakukan hal yang sama ya? enggak! enggak! tapi tuan Deep kan tadinya tidak bisa melukis berbeda dengan tuan Dark yang memang bisa melukis tapi hasil karyanya sepi lalu dia menggunakan manusia sebagai bahan lukisannya, dulu di tempat ini kan pernah ditemukan banyak korban tuan Dark, apa aku cari aja ya ke tempat itu? untuk membuktikan apakah tuan Deep dan tuan Dark itu sama-sama pembunuh atau tidak, karena dari hasil pemeriksaan tuan Deep, tuan Deep psikopat dan skizofrenia, psikopat di film-film kan ngebunuh banyak orang dengan cara yang kejam, aku curiga tuan Deep juga melakukan hal yang sama" ucap bi Rika yang langsung masuk ke dalam ruang bawah tanah tempat Dark membuang semua korbannya dulu.
Bi Rika menyusuri setiap sudut ruang bawah tanah itu dan menemukan sebuah pintu lagi si sudut ruangan itu.
"Ini pintu apa ya?" tanya bi Rika berusaha membuka pintu itu.
"Sial! pintunya dikunci lagi! apa kunci cadangannya ada disini ya? aku coba aja satu-satu kuncinya!" ucap bi Rika mencoba setiap kunci untuk membuka ruangan itu.
"Alhamdulillah ketemu kunci cadangannya!" ucap bi Rika yang langsung membuka dan masuk ke dalam ruangan itu.
"Ternyata ini kamar, tapi kenapa ada kamar di ruang bawah tanah ya? kayaknya kemarin pas pengambilan mayat korban tuan Dark gak ada kamar ini deh, apa aku yang gak sadar ya kalau ada kamar ini? akh udahlah! mungkin emang aku aja yang gak sadar atau lupa ada kamar ini, tadi di ruang bekas pembuangan mayat para korban tuan Dark ada lukisan dan sekarang disini juga ada lukisan, apa kamar ini digunakan oleh tuan Deep sebagai kamarnya ya? kalau iya berarti selama ini aku melewatkan untuk membersihkan kamar ini, tapi disini sangat rapi dan bersih, mungkin tuan Deep yang membersihkannya sendiri, besok aku bersihkan aja deh tempat ini, tapi kalau aku bersihkan nanti tuan Deep tahu dong kalau aku pernah diam-diam masuk ke dalam kamar ini, enggak! pura-pura gak tahu lebih baik!, kayak ada suara langkah kaki deh, apa diluar ada orang? kayaknya emang diluar ada orang deh, aku harus segera bersembunyi" ucap bi Rika bersembunyi di bawah kasur Deep.
"Hm pak, bapak ngapain bawa saya ke kamar?" tanya karyawan wanita The Deep Art.
"Kok ada suara cewek? kenapa tuan Deep bawa cewek ke kamarnya ya? mau ngapain mereka?" batin bi Rika bertanya-tanya.
"Bantu saya membawa semua lukisan ini keluar, kamu kan karyawan saya, ya kamu harus bantuin saya bawa ini semua, apa kamu kira gak cape bolak-balik bawa lukisan segini banyaknya sendiri hm?"
"Hm, baik pak"
"Bukankah sudah saya peringatkan padamu jangan panggil saya bapak hm? saya bukan bapakmu! umur saya dengan umur kamu itu lebih tua umur kamu, umur saya masih dua belas tahun, berhenti memanggil saya bapak!"
"Lantas saya harus memanggil apa? tuan?"
"Hm, itu jauh lebih baik daripada bapak yang terkesan sangat tua bagi umur saya yang masih dua belas tahun"
"Baik tuan"
"Hm!"
__ADS_1
"Kenapa aku merasa seperti ada seseorang yang sedang memperhatikan ku?" ucap Deep menatap sekelilingnya.
Ketika sedang mencari keberadaan seseorang yang ia rasa sedang bersembunyi di dalam kamarnya, ponsel Deep berdering.
"Siapa lagi? ganggu aja orang!" gerutu Deep.
Deep mengangkat panggilan itu tanpa melihat siapa yang meneleponnya.
"Assalamualaikum" ucap Aryan.
"Wa'alaikumsalam, ini siapa ya?" tanya Deep.
"Aryan Alfarezi pak, karyawan bapak di The Deep Art"
"Oh mas Aryan, jangan panggil saya bapak, anda lebih tua dari saya!"
"Maaf, tapi saya harus panggil apa?"
"Terserah! asal jangan bapak"
"Terserah!"
"Hm tuan, saya dan karyawan The Deep Art yang lain udah sampai di rumah tuan, sekarang kita ada di bawah karena security tuan tidak mengizinkan kami untuk masuk ke dalam"
"Ya sudah kalian tunggu situ saja, saya ke bawah sekarang"
"Baik tuan"
"Hm mbak Ruby" panggil Deep.
"Iya tuan"
"Bawanya satu-satu aja ya, takut lukisannya rusak dan mbak keberatan bawanya, di depan ada lift, mbak pakai lift aja"
__ADS_1
"Ada dimana ya tuan lift-nya?"
"Samping kanan kamar ini, jadi nanti kamu naik dulu keluar dari ruang bawah tanah ini, terus keluar kamar yang tadi kita lewatin, disamping kanannya ada pintu lift-nya"
"Baik tuan"
"Ya sudah saya tinggal dulu, mas Arya dan yang lain gak bisa masuk karena ketahan security saya di bawah"
"Baik tuan"
Deep keluar dari kamar itu dan menemui karyawan yang akan membantunya membawa hasil lukisannya.
"Dia terkesan cuek, dingin, tapi perhatian juga, it's not bad lah ya!" ucap Ruby tersenyum.
Bi Rika keluar dari persembunyiannya dan menghampiri Ruby yang tengah membersihkan plastik lukisannya yang berdebu.
Melihat bi Rika yang tiba-tiba muncul di belakang membuat mbak Ruby terkejut.
"Astagfirullahaladzim, kamu siapa? kenapa kamu ada di dalam kamar tuan Deep? kamu kapan datangnya? kok tahu-tahu udah ada di belakang saya sih?" tanya mbak Ruby.
"Saya Rika, asisten rumah tangga tuan Deep, saya daritadi ada disini sebelum kedatangan mu dan tuan Deep"
"Kamu mau ngapain disini?"
"Aku merasa ada sesuatu yang tuan Deep sembunyikan, ini adalah kamar ayahnya tuan Dark Aharnish, mungkin kamu mengenal namanya"
"Iya aku tahu, Dark Aharnish seorang pelukis terkenal itu kan? siapa sih yang gak kenal sama Dark Aharnish secara dia kan terkenal banget, jadi ini kamarnya? berarti ini kamar yang sama dengan kamar penemuan para korban Dark Aharnish?"
"Iya, di depan adalah tempat tuan Dark membuang mayat para korbannya dan tempat menyimpan mayat nyonya Sinta istrinya sekaligus ibu kandung dari tuan Deep Akhtara, aku tahu tentang ruangan di depan kamar ini, tapi aku tidak tahu jika ada kamar di sini"
"Lantas? apa yang kamu lakukan di sini?"
"Aku menemukan sebuah surat hasil pemeriksaan tuan Deep Akhtara di dalam kamarnya yang menyatakan bahwa tuan Deep Akhtara mengidap gangguan kesehatan mental skizofrenia dan psikopat, seperti yang kita tahu psikopat di film-film adalah pembunuh yang kejam, aku curiga jika tuan Deep juga seorang pembunuh yang kejam, makanya aku ada di dalam kamar ini untuk mencari tahu lebih lanjut tentang tuan Deep Akhtara"
__ADS_1
Mendengar perkataan bi Rika membuat mbak Ruby terdiam sejenak.