Pain Is Art

Pain Is Art
Bertemu Sesama Psikopat


__ADS_3

Terlihat tiga orang manusia dengan topeng menyeramkan yang terdapat banyak tetesan darah. Mereka menyaksikan Deep sedari tadi ketika membunuh pak Rafly sembari tersenyum. Ketika Deep pergi, ketiga orang itu berlari ke arah genangan darah bekas korban pembunuhan Deep, mereka menjilati genangan darah itu seperti kucing sedang minum.


Salah satu dari mereka memberikan kode untuk mengumpulkan darah itu ke dalam ember yang mereka bawa, sedangkan kedua orang lagi pergi mengejar kepergian Deep.


"Hey! berhenti!" teriak salah satu orang yang mengikuti Deep.


Mendengar suara manusia yang memanggilnya membuat Deep menghentikan langkahnya.


"Kalian mau apa hm?" tanya Deep.


"I'm James, and she's Zellyn, my wife"


"Saya tidak tanya nama dan hubungan kalian bukan? saya hanya bertanya "kalian mau apa" mengapa anda mengatakan sesuatu hal yang tidak ada hubungannya dengan pertanyaan saya"


Pasangan suami istri psikopat itu pun saling menatap satu sama lain tersenyum.


"Kami melihat mu membunuh seorang pria di tengah hutan sana dan kamu memotong-motong tubuh pria itu, untuk apa kamu memisahkan setiap bagian dari pria itu?" tanya James.


"Anda tidak perlu tahu untuk apa! karena ini sama sekali bukan urusan anda!"


"Saya tahu jika ini bukan urusan saya, tapi apakah kita bisa bekerjasama? saya punya peternakan manusia di dalam hutan sana, saya menculik setiap pria dan wanita yang masuk ke dalam hutan dan mengawinkan mereka bukan dengan pasangannya dengan cara menyuntikkan sel sperrma pria ke dalam rahim wanita, setelah anaknya lahir, kami memisahkan anak dari orangtuanya yang tidak jelas itu, kami memberikan anak itu makan yang banyak dan menyuntikkan obat penggemuk badan, setelah anak itu gemuk, kami memotongnya dan menjual setiap potongan anak itu, lalu kami mengawinkan lagi pria dan wanita, kami melakukanya seperti itu secara terus-menerus, jika kamu mau, kami bisa membantu kamu, siapa tahu kamu membutuhkannya"


"Jadi mereka ini adalah keluarga psikopat" batin Deep menatap mereka dari atas hingga bawah.


"Kebetulan saya adalah pemilik restoran yang menjual daging, tulang, kulit, dan organ dalam manusia, darah manusia untuk dijadikan sirup, dan orang ini akan menjadi bahan makanan di restoran saya, saya meninggalkan darahnya disana karena saya lupa membawa wadah untuk menampung darahnya, boleh saya melihat tempat mu itu, mendengar cerita mu itu jadi saya tertarik ingin melihatnya secara langsung"


"Ikutlah dengan kami"


"Hm!"


"Kenapa tempat ini jadi bersih? kemana semua darah pak Rafly?" ucap Deep dengan nada pelan menatap kebingungan.


"Darah dari korban mu itu sudah ditampung oleh Sam anak ku, Sam membawanya ke tempat ku, untuk minuman kita, para pria, wanita, dan anak-anak disana"


"Oh gitu, aku kira hilang kemana darahnya"


"Iya, apa kamu menginginkan darah itu?"


"Tidak perlu, ambillah darah itu untuk kalian minum"

__ADS_1


"Terima kasih banyak"


"Sama-sama"


"Oh iya, ngomong-ngomong terbuat dari apa topeng mu itu? kenapa banyak tetesan darah?"


James dan istrinya menghentikan langkahnya dan membuka perlahan topengnya. James memberikan topengnya pada Deep agar Deep bisa melihatnya secara langsung.


"Apakah ini besi?"


"Tidak"


"Lantas terbuat dari apa topeng ini?"


"Kulit wajah manusia dan kami memberikannya semen agar kulit itu jauh lebih kokoh, setelah itu kami mengecatnya dengan cat putih dan memberikan pewarna merah sebagai unsur tetesan darah"


"Unik sekali topeng ini, boleh tolong buatkan topeng ini untuk saya juga?"


"Boleh, tapi pakai wajah siapa? apa mau pakai wajah salah satu peliharaan ku?"


"Boleh jika kamu mengizinkannya"


"Terima kasih"


"Sama-sama"


Setelah cukup jauh menyusuri hutan, akhirnya mereka tiba di kediaman James dan Zellyn yang nampak seperti penjara.


Deep melihat setiap kurungan penjara, terdapat banyak wanita yang sedang hamil besar.


"Apa kamu ingin melihat proses penyuntikan sel sperrma ke dalam rahim wanita itu seperti apa?"


"Boleh juga"


"Ikutlah denganku"


"Lihatlah! wanita itu akan segera disuntikkan dengan sel pria itu"


Deep melihat seorang wanita yang tangan dan kakinya yang terikat rantai dengan posisi kaki terbuka lebar dan ada seorang pria yang sedang dipaksa untuk mengeluarkan cairan, rekan James datang dengan membawa suntikan panjang berisi cairan itu dan mulai menyuntikkannya.

__ADS_1


"Oh jadi seperti itu prosesnya" ucap Deep"


"Tadi kamu bilang, kamu memisahkan anaknya, kamu taruh dimana anaknya? aku tidak melihat ada anak-anak disini"


"Ikutlah denganku"


Mereka memasuki ruang dengan pintu kecil rahasia yang ada di balik lemari.


"Anak itu sedang disuntikkan obat penggemuk badan sebelum dimutilasi dan dijual" ucap James tersenyum menatap Deep.


"Kamu jual berapa? jika harga dan kualitasnya sesuai dengan restoran ku, aku akan membelinya"


"Ini daging salah satu anak yang baru dipotong, lihatlah! nampak seperti daging sapi pada umumnya kan" ucap James tersenyum memperlihatkan daging salah satu korbannya yang telah ia potong-potong.


"Hm iya sih, kamu jual berapa? aku ingin kamu menjadi rekan kerja ku, tapi aku butuh banyak daging, restoran ku sangat ramai konsumennya, karena mereka tidak tahu jika yang mereka makan adalah manusia, oh iya, nama saya Deep Akhtara, ini kartu nama saya, untuk negosiasi harga, kamu bisa hubungi nomor yang tertera di kartu itu, nanti saya kasih tahu apa saja yang saya butuhkan ketika kita sudah bersepakat dengan harga yang saling menguntungkan kedua belah pihak, saya permisi, saya harus segera mengirim daging ini ke restoran saya agar tidak membusuk"


"Oke baiklah! semoga kita bisa jadi partner kerja"


"Iya"


"Saya antar ke depan hutan"


"Tidak usah! saya bisa jalan sendiri!"


"Baiklah!"


Deep keluar dari dalam rumah James dengan membawa potongan tubuh pak Rafly. Deep segera mengirimkan potongan itu ke restorannya dengan menggunakan pengiriman cepat agar dagingnya bisa secepatnya diolah menjadi bahan makanan.


Deep kembali ke penginapan dengan senyum sumringah terpancar dari wajahnya.


"Tanpa perlu aku mencarinya, sudah ada seseorang yang menghampiri ku untuk mengajak ku bekerjasama, jadi tugas ku lebih mudah lagi sekarang, selain dapat pasokan daging, tulang, kulit dan darah dari dia, aku juga bisa dapat keuntungan lebih banyak lagi" batin Deep berjalan perlahan menyusuri jalan ke kamarnya dengan senyum terpancar di wajahnya.


"Itu orang kenapa senyam-senyum sendiri ya? apa orang gila kali dia ya? masa orang gila menginap di hotel sebagus ini sih!" batin seorang pria menatap Deep sembari terus berjalan.


Deep memutar kepalanya dan tersenyum menganggukkan kepala menatap pria yang tadi menatapnya.


"Shia! dia sadar lagi!" batin pria itu.


Pria itu pun langsung berlari meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2