
Deep dibantu dengan asisten pribadinya pergi untuk mengurus surat-surat restorannya.
"Pak tolong tunggu disini ya sampai suratnya jadi, aku ada urusan sebentar" kata Deep tersenyum.
"Siap tuan" kata anak buahnya menganggukkan kepala.
"Tuan Deep mau kemana ya?" batin pak Farel asisten pribadi Deep menatap kepergian Deep.
Deep memberhentikan mobilnya di ujung jalan dan keluar dengan berjalan kaki.
Deep melihat seorang wanita bertubuh sedikit berisi namun tidak gemuk berdiri di depan gang kecil yang sepertinya sedang menunggu seseorang datang dan Deep pun menghampirinya.
"Hai" panggil Deep tersenyum.
"Oh hai, ada apa ya?" tanya wanita itu.
"Kamu ngapain di tempat ini? Minggu siapa?"
"Itu bukan urusan kamu ya! mau aku disini ataupun nunggu di mall itu bukan urusan kamu ya!"
"Hm iya sih bukan urusan aku, tapi disana bukannya gang buntu ya? kamu mau ngapain kesana? atau kamu tinggal disana? setau aku disana gak ada rumah deh cuma ada sebuah gubuk"
Wanita itu hanya menatap Deep tajam tidak menjawab perkataannya.
"Hai sayang" kata seorang pria tersenyum dan langsung memeluk wanita itu.
Wanita itu membalas pelukannya. Sang pria melihat kehadiran Deep di samping pacarnya. Pria itu langsung melepaskan pelukannya.
"Sayang dia siapa?" tanya pria itu menunjuk Deep.
"Aku gak tahu sayang dia siapa, tadi aku lagi nunggu kamu disini, tiba-tiba dia datang ngajak aku ngomong, tapi aku juga gak kenal siapa dia yang"
"Berani-beraninya lu ya godain cewek gw!" kata pria itu yang langsung mendorong Deep.
Deep tidak menjawab perkataan pria itu dan hanya membalasnya dengan senyuman kecil dan menatapnya tajam.
"Cowok gak waras ternyata! diajak ngomong malah senyum!" kata kekasih sang wanita menyeringai.
Mendengar perkataan pria itu membuat Deep tertawa kencang layaknya psikopat yang menemukan mangsa barunya.
Sepasang kekasih itu pun pergi meninggalkan Deep dan masuk ke dalam gang yang hanya ada sebuah gubuk disana. Deep menatapnya tajam sembari tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Deep mengeluarkan sebilah pisau lipat dari balik jaketnya.
__ADS_1
Deep mengikuti sepasang kekasih itu sembari mengelus pisaunya perlahan. Sepasang kekasih yang melihat Deep membawa pisau pun menjadi ketakutan dan mempercepat langkahnya.
"Sayang apa yang mau dia lakukan pada kita? apa dia ingin membunuh kita yang? yang aku takut" kata sang wanita ketakutan memegang tangan kekasihnya.
"Sayang tenang ya, ada aku disini, aku gak akan ninggalin kamu sayang" kata kekasihnya tersenyum.
Sampai di depan gubuk Deep berlari untuk menusukkan pisaunya dari belakang. Sangat tidak manusiawi, sang pria malah mendorong kekasihnya hingga akhirnya pisau Deep tertancap di dada sang wanita. Melihat perlakuan kekasihnya yang tidak gentleman membuat sang wanita meneteskan air mata. Sang pria langsung berlari meninggalkan kekasihnya begitu saja. Deep menengok pria itu yang berlari kencang meninggalkan wanitanya begitu saja.
"Lihatlah nona, kekasih mu bahkan berlari meninggalkan mu pergi dan bahkan tega mendorong mu hingga pisau ku ini mendarat tepat di dada mu, dia mengatakan jika ada dia samping mu ya memang ada, ada di samping mu untuk mengantarkan mu ke akhirat bersama ku" kata Deep tersenyum.
"Aku mohon lepaskan aku" pinta wanita itu menatap Deep.
"Melepaskan mu? oke baiklah" kata Deep tersenyum menganggukkan kepala dan langsung menarik pisau yang menancap di dada sang wanita.
Ketika pisau itu ditarik darah sang wanita menyembur deras.
"ARgh!"
"Ada apa mbak? sakit ya? tadi mbak sendiri yang minta untuk aku lepaskan ya aku lepaskan, lantas salah ku dimana?" tanya Deep memasang ekspresi wajah datar dan kembali menusukkan pisaunya.
"ARgh!"
"Pakailah dengan benar, dan ikutlah dengan ku" kata Deep tersenyum.
"Iii-iyya"
Deep membawa wanita itu pergi bersamanya.
"Kamu menginginkan kekasih mu itu bukan? maka ikutlah denganku, aku akan membantumu untuk mencarinya" kata Deep tersenyum.
Sang wanita hanya menatap Deep ketakutan.
"Tenanglah tidak usah takut padaku, jika aku ingin membunuhmu, mengapa aku ingin membantumu untuk mencarikan kekasih mu itu, aku bisa saja langsung membunuh mu tidak perlu mencarikan pujaan hati mu itu, jadi tidak usah takut kepada ku, dan ya biarkan saja pisau itu menancap di dada mu, agar darah mu itu tidak banyak keluar, apa kamu mengerti?" tanya Deep menatap sang wanita sembari tersenyum.
"Iii-iyya"
"Bagus kalau kamu mengerti, jadi aku tidak perlu mengulangi perkataan ku lagi padamu" kata Deep tersenyum.
"Itu kekasih mu bukan?" tanya Deep menunjuk seorang pria yang berlari sesekali melihat ke belakang.
"Iya itu kekasih ku, kamu mau apa padanya?"
__ADS_1
"Tenang dan lihatlah, tidak perlu banyak bertanya karena nanti kamu juga akan tahu apa yang akan aku lakukan kepada pujaan hati mu itu" kata Deep tersenyum menatap sang wanita.
Deep menambah kecepatan mobilnya hingga akhirnya sang pria terpental dan jatuh ke dalam jurang yang dibawahnya terdapat sungai dengan aliran yang deras.
Melihat kekasihnya ditabrak oleh Deep, sang wanita pun menjadi terkejut dan memaksa turun untuk melihat keadaan kekasihnya itu.
"Hentikan mobil mu, aku ingin melihatnya, aku mohon" pinta wanita itu.
"Oke baiklah" kata Deep tersenyum dan langsung menghentikan mobilnya.
Sang wanita pun turun dan langsung ingin menuruni jurang itu.
"Mau apa kamu hah?" tanya Deep memegang tangan sang wanita.
"Aku ingin ke bawah sana, lepaskan aku"
"Tidak bodoh! jika kamu turun lewat sini, kamu juga akan tewas, lihatlah jurang ini sangat panjang, kamu bisa mati terguling ke bawah sana, ikut aku, kita cari jalan lain oke?" tanya Deep menatap wanita itu tersenyum.
Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah Deep. Mereka mencari jalan lain menuju ke sana dan pada akhirnya mereka sampai ke tempat sang pria tergeletak. Sang wanita langsung berlari kekasihnya. Sang wanita memeriksa denyut nadi dan detak jantung kekasihnya. Ekspresi sang wanita langsung berubah seketika.
"Kenapa hm?" tanya Deep.
"Dia telah meninggal dunia dan itu karena kamu!" kata wanita itu emosi menunjuk Deep.
"Karena aku? lihatlah pisau yang menancap itu, apa kamu lupa hah? jika kekasih mu itu telah mendorong mu hingga akhirnya pisau itu menancap pada mu tapi kamu masih membelanya dan menyalahkan ku begitu?"
"Itu semua memang salah kamu, kenapa kamu mengejar kami tadi? jika kamu tidak mengejar kami, Rafly tidak akan mendorong ku, pasti saat ini Rafly masih hidup dan aku bisa menikah dengannya" kata wanita itu berlinang air mata menatap Deep dan langsung menatap kekasihnya.
"Orangtua ku tidak merestui hubungan ku dengan Rafly karena perbedaan agama diantara kita dan juga perbedaan kasta, Rafly menganut agama Islam sedangkan aku Kristen Katolik, orangtua Rafly hanya seorang pedagang bakso keliling, sedangkan orangtua ku merupakan seorang pengusaha sukses"
"Lantas apa hubungannya dengan kalian pergi ke gubuk itu?"
"Rafly dan aku berencana untuk melakukan hubungan terlarang agar aku bisa hamil dan menikah dengannya, karena kita aku sudah hamil, mau tidak mau keluarga ku akan merestui hubungan ku" kata wanita itu menatap Deep.
"Jadi kalian ingin berhubungan badan sebelum menikah di gubuk itu begitu?"
"Iya" kata wanita itu menatap Deep.
"Dasar bodoh! kamu dan dia memang mungkin bisa bersatu di dunia, hidup bahagia di dunia, tapi tidak dengan di akhirat kelak! itu sama saja kamu memaksa takdir untuk menjodohkan mu dengan dia, apa kamu yakin dia adalah laki-laki yang baik hah? laki-laki yang baik tidak akan meminta mu untuk berhubungan badan terlebih dahulu sebelum akad nikah kalian dilakukan, laki-laki yang baik pasti akan memperjuangkan kamu dengan cara yang halal, kamu lebih tua dari ku, seharusnya kamu mengerti akan hal ini, dan jika kamu masih yakin dia yang terbaik, apakah yang terbaik akan mendorong mu hingga pisau ku itu menusuk mu hm? laki-laki yang baik pasti akan melindungi mu bukan malah menyerahkan mu kepada ku, dan kamu masih menyalahkan ku karena aku telah membunuhnya hm? seharusnya kamu berterimakasih kepadaku, karena kehadiran aku kan kalian tidak jadi berziina benar kan? dan kamu juga jadi tahu sebenarnya sifat asli kekasih mu itu seperti apa, sudahlah tidak usah bersedih, laki-laki seperti dia tidak pantas untuk kamu tangisi, jika kamu ingin membawanya pergi, ayok aku bantu, bawa dia ke rumah ku, aku akan memanggil dokter untuk mengobati luka mu itu dan kemudian kita akan kuburkan dia dengan layak, cepatlah bangun dan bantu aku membawanya" pinta Deep.
"Iii-iyya" kata wanita itu yang langsung berdiri membantu Deep membawa kekasihnya yang telah tewas itu.
__ADS_1