
"Misi mbak, saya mau kasih tahu kalau mesin mbak rusak parah, jadi kami harus membawa mobil mbak ke bengkel, gimana mbak?" tanya dealer mobil.
"Oh oke pak, yang penting mobilnya benar, butuh kunci mobilnya gak pak?"
"Boleh mbak"
"Oh oke sebentar pak, biar saya ke sana, tunggu di sana aja"
"Baik mbak"
"Eh gw ke depan dulu ya!" ucap Jane pada teman-temannya.
"Mau ngapain?" tanya Rima.
"Dealer mobil kita udah datang, gw mau antar kunci mobilnya"
"Emang kunci si Acha sama lu?" tanya Becky.
"Iya tadi gw simpan, ya udah gw ke sana dulu ya, takut dealer mobilnya kelamaan nunggu, nanti kasian"
"Ya udah sana!" jawab Prim.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam" jawab teman-temannya kompak.
Jane pergi menemui dealer mobil tapi berpapasan dengan Deep.
"Hai!" panggil Jane tersenyum kecil menghampiri Deep.
"Hai! kamu mau ke mana?" tanya Deep.
"Aku mau ke depan kasih kunci mobil Acha, kamu lihat Acha gak?"
"Enggak, emang Acha gak sama kalian?"
"Enggak! dari yang pas tadi pergi!"
"Hm ya udah ya aku duluan, aku mau kasih kunci mobil Acha ke dealer mobil di depan, katanya mobil Acha rusak parah makanya harus dibawa ke bengkel"
"Oh gitu, ya udah aku temenin ya"
"Hm gak usah nanti ngerepotin kamu lagi!"
"Enggak kok! santai aja!"
"Oh ya udah, ayok!" ajak Jane.
"Iya!"
Deep menemani Jane menemui dealer mobil yang menunggunya di depan mobil Acha.
"Pak" panggil Jane.
"Eh mbak Jane!"
"Ini kuncinya pak, oh iya, jadinya kapan ya?"
"Kerusakannya cukup parah, kemungkinan jadinya lama mbak, nanti saya hubungi lagi jika mobilnya sudah siap"
"Oh oke pak! kalau bisa secepatnya ya pak!"
__ADS_1
"Baik mbak Jane!"
Dealer mobil pun menggeret mobil Acha.
"Hm Deep, mobil Acha kan gak tahu kapan jadinya, aku sama teman-teman ku boleh nunggu di rumah kamu gak sampai mobil Acha selesai diperbaiki?"
"Boleh kok!, ya udah yuk balik! kamu istirahat aja di rumah aku, gak usah sungkan-sungkan"
"Makasih ya Deep!"
"Iya sama-sama"
Jane pun kembali ke kediaman Deep Akhtara.
Ketika Jane masuk ke dalam kamarnya, Deep kembali ke ruang bawah untuk mengolah daging Acha menjadi nugget. Deep memotong-motong kecil daging tubuh Acha, mencucinya lalu memasukkannya ke dalam blender. Deep menghaluskan potongan bawang putih, bawang merah dan juga cabai karena Deep menyukai masakan pedas. Setelah daging dan bumbu lainnya halus, Deep mencampurkan semuanya ditambahkan dengan potongan wortel kecil-kecil, tepung terigu, telur, merica, kaldu ayam dan garam lalu aduk merata. Deep meletakkannya ke dalam loyang yang telah dioleskan minyak terlebih dahulu dan memasukkannya ke dalam oven. Setelah menunggu beberapa menit, Deep mengeluarkanya dari dalam oven dan memainkan ponselnya sembari menunggu adonan nugget dingin. Setelah adonannya dingin, Deep memotongnya lalu melumurinya dengan tepung terigu. Deep memasukkan nugget yang telah dilumuri tepung terigu ke dalam kocokan telur lalu melumurinya dengan tepung panir. Setelah mengering, Deep meletakkannya ke dalam freezer untuk stok makanannya.
"Huft! akhirnya kelar juga!" ucap Deep menghela nafas.
Deep keluar dari ruangan itu dan mengunci pintu. Pintu rahasia ruangan itu ada di dalam garasi mobilnya. Di dalam garasi mobil terdapat satu ruangan rahasia yang biasa Deep gunakan untuk mengeksekusi para korbannya. Deep pun kembali ke dalam kamarnya dan rebahan sejenak.
Deep mengambil kanvas dan juga pewarnanya untuk melukis tubuh Acha di depan.
Ketika sedang asik melukis, Rima menghampirinya.
"Hai Deep!" panggil Rima.
"Oh hai!"
"Kamu suka ngelukis ya?"
"Hm iya!"
"Aku juga suka ngelukis, hm btw lukisan kamu bagus banget!"
"Lumayan sih, ya gak lama-lama banget sih, baru empat tahunan ini doang tertarik untuk melukis"
"Empat tahun udah lama kali!"
"Hm iya sih! kamu udah lama suka melukis?"
"Berapa lama ya? baru sih, lebih lamaan kamu, kayaknya aku baru tiga tahun deh!"
"Hm beda setahun berarti ya! oh iya by the way, umur kamu berapa Deep?"
"Dua belas tahun, kamu?"
"Dua belas tahun? seriusan?"
"Iya serius, kenapa? kok kaget gitu sih? emang muka aku kelihatan tua gitu?"
"Hm gak gitu, badan kamu tinggi banget, aku kira kamu udah delapan belas tahun ke atas gitu, ternyata baru dua belas tahun, berarti kamu masih bisa nambah tinggi lagi dong ya!"
"Hm iya!"
"Tinggi kamu berapa sekarang?"
"176, tinggi kamu berapa?"
"163, oh iya aku kelahiran 91"
"Hm berarti kamu dua puluh tahun lebih tua dari aku dong! kalau Jane kelahiran tahun berapa? 91 juga?
__ADS_1
"Jane kelahiran tahun 99, Prim kelahiran 2004, Becky kelahiran 2002, kalau Acha kelahiran tahun 2000"
"Oh gitu!" ucap Deep yang langsung berubah ekspresi sedih dan menundukkan kepala.
"Iya, kamu kenapa? kok kayak sedih gitu?"
"Hm gak apa-apa kok"
"Kirain seumuran ternyata Jane lebih tua dariku" gerutu Deep pelan.
"Jane? kamu suka sama Jane?" tanya Rima.
"Hm iya! tapi aku terlalu muda untuk Jane"
"Umur hanya angka kalau nyaman dan cinta ya mau seluruh dunia bilang gak mungkin ya jadi mungkin kalau saling mencintai satu sama lain, kamu coba aja deketin Jane, kali aja dia bisa jatuh cinta sama kamu"
"Jane udah punya pasangan belum?"
"Belum, kita semua geng jones"
"Jones?"
"Jomblo ngenes liat orang pacaran hahaha!"
"Oh gitu!" ucap Deep tertawa.
"Hm iya!"
"Aku kira tadinya kalian seumuran, kalian kenal di mana? kok bisa temenan beda umur gitu?"
"Kita satu kampus dulu, kalau di kampus kan umur bukan penghalang untuk menuntut ilmu, bener gak?"
"Iya!"
"Nah makanya itu umur aku sama Jane, Becky, Acha dan Prim berbeda"
"Oh gitu!"
"Iya! saran aku sih, kalau memang kamu benar-benar menyukai Jane, ya dicoba aja dulu, mumpung Jane masih ada di dekat kamu, minta nomor wa sama dia langsung gitu biar bisa chattingan, ya sebelum terlambat!"
"Hm tapi aku insecure!"
"Insecure kenapa? kamu gak jelek kok menurut aku, menurut aku itu ya kamu masuk kategori ganteng, gak tahu menurut Jane gimana"
"Makasih! tapi aku insecure, takut Jane nolak aku sebelum aku memulainya"
"Kamu gak akan pernah tahu Jane nolak kamu atau tidak sebelum kamu memulainya terlebih dahulu, cewek bakal luluh dengan kasih sayang, perhatian, paling penting sefrekuensi sih, humoris gitu terus ini paten sih"
"Apa?"
"Romantis, wangi, dan royal, soalnya cewek gak suka cowok pelit apalagi hm.. ya kamu tahu lah ya maksud aku itu apa!"
"Iya aku paham!"
"Ya udah coba aja dulu!"
"Hm iya, makasih ya atas dukungannya!"
"Sama-sama! semangat!" ucap Rima tersenyum menatap Deep.
"Iya!" jawab Deep tersenyum menatap Rima.
__ADS_1
"Ya udah aku masuk ya ke dalam!"
"Iya!"