Pain Is Art

Pain Is Art
Deep Pembasmi Perzinaahan 2


__ADS_3

Deep memberhentikan mobilnya di sudut jalan. Deep memasuki jalan setapak untuk mencari korban selanjutnya. Kini Deep membawa pisau andalannya untuk menghabisi nyawa korban selanjutnya.


Di ujung jalan setapak itu terlihat sebuah sawah. Deep menyusuri sawah itu mencari apakah ada yang berziina lagi atau tidak disana.


Di tengah-tengah sawah terdengar suara wanita berteriak, dengan cepat Deep menghampiri asal suara wanita itu. Tepat di tempat padi yang menjuntai panjang ke atas ada sepasang sejoli yang nampaknya sedang mencoba sensasi baru dengan bermain di atas tanah dan lumpur sawah.


Deep yang melihat mereka sedang enak-enakan pun langsung menusuk berulang kali annus si cowok yang sedang berkuda. Sang pria pun seketika terjatuh diatas tubuh sang wanita. Sang wanita yang melihat lawan mainnya terjatuh pun sontak terkejut dan berusaha untuk membangunnya.


"Sayang kamu kenapa? sayang bangun sayang" kata wanita itu menepuk-nepuk pipi kekasihnya.


"Dia tidak akan pernah bangun selamanya, dan selamanya kalian akan bersatu seperti itu" sahut Deep tersenyum dan langsung menatap pisau yang penuh oleh darah sang pria.


Melihat pisau yang berlumuran darah membuat sang wanita sontak terkejut dan berusaha untuk melepaskan dirinya dari sang pria yang menimpa tubuhnya.


Deep mengambil lumpur disana dan mengoleskannya ke wajah sang wanita.


"Kamu dan kekasih mu bermain di tempat seperti ini karena ingin mencoba sensasi yang baru bukan? sini tak bantu" kata Deep tersenyum dan terus mengoleskan lumpur ke wajah sang wanita.


"Kaa-kau mau apa?" kata wanita itu ketakutan.


Deep tidak menjawab pertanyaan sang wanita dan hanya menatapnya sembari tersenyum.


"Kamu menginginkan tubuh ku bukan? aku akan memberikannya untukmu tapi tolong jangan sakiti aku" kata wanita itu.


"Iya, aku memang menginginkan tubuh mu itu, tapi bukan untuk bersenang-senang melainkan..."


"Melainkan apa? katakan saja"


Deep langsung mendorong dan memotong ujung anu sang pria yang masih terbenam di dalam sang wanita.


"Ikut aku" kata Deep tersenyum mengulurkan tangannya.


"Iii-iyya" kata wanita itu berdiri dan berjalan perlahan karena anunya terasa sakit karena anu sang pria masih terbenam di dalam sana.


Deep mengajak wanita itu pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Deep menggelar alas agar mobilnya tidak kotor terkena lumpur yang menempel di tubuh sang wanita.


"Pakailah baju mu itu" pinta Deep.


"Iii-ya" kata wanita itu.


Tanpa ada rasa takut sedikitpun, Deep membawa masuk wanita itu melewati para anak buahnya.


Deep menyiramkan tubuh wanita itu dengan air agar tubuhnya bersih. Deep membawa wanita itu ke ruang bawah tanah.


"Jangan takut, ayok masuklah" kata Deep tersenyum.


"Iii-iyya"


Wanita itu berjalan mengikuti Deep dengan rasa takut. Deep langsung mendorong wanita itu ke hingga kepalanya terbentur lantai.


"Akh" teriak wanita itu yang langsung memegangi kepalanya yang terasa sakit karena terbentur lantai.


Deep memberikan wanita itu sebuah kasur dan wanita itu pun naik ke atas kasur itu. Tiba-tiba tangan dan kakinya terbelenggu oleh rantai yang keluar dari dalam kasur. Nampaknya Deep memang mempersiapkan kasur khusus untuk para korbannya.


Deep merobek pakaian wanita itu dan wanita itu pun hanya bisa pasrah karena takut jika Deep membunuhnya. Deep meninggalkan sejenak wanita itu dan mengambil dua buah kabel listrik yang jika disatukan akan meledakkan seseorang.


Deep memainkan rambutnya seolah sedang keramas di bawah shower sembari tersenyum.


"ARgh!" teriak Deep yang langsung tersenyum dan membuka matanya.


Deep terlihat sangat bahagia karena ia melihat adanya kamera pengawas di dalam ruangan itu, jadi ia bisa melihat terus menerus hujan darah itu.


Deep mengambil sosis sang pria yang tergeletak karena ledakan sembari tersenyum dan menatapnya lama. Deep memasukkan sosis sang pria ke dalam tempat pembakaran yang ada di ruangan itu sembari tersenyum. Deep mengambil satu persatu potongan tubuh sang wanita dan memasukkannya ke dalam tempat pembakaran. Setelah semua potongan tubuh itu masuk ke dalam sana, Deep langsung menyalakan alat itu agar seluruh potongan dapat hancur. Deep membersihkan seluruh darah yang ada disana dan membuangnya ke dalam sebuah lubang yang tertutup oleh besi yang jika dibuka itu merupakan sebuah sumur, tapi bukan sumur yang menampung air melainkan untuk menampung darah para korban.


Dark benar-benar memperhatikan semua desain yang ada di dalam sana untuk memudahkan aksinya dalam membunuh dan sekarang semua desain itu dimanfaatkan dengan baik oleh Deep putranya.


Deep membersihkan tubuhnya yang berlumuran darah dan mulai melukis. Deep melukis korban barunya terlebih dahulu dibandingkan dengan korban sebelumnya.


Deep menghabiskan waktunya untuk melukis para korbannya. Setelah selesai melukis, Deep mengambil foto hasil lukisannya itu dan pergi ke dapur untuk mengambil makanan karena perutnya terasa sangat lapar dengan ponsel yang terus ia bawa.

__ADS_1


"Kenapa tidak ada makanan sama sekali?" tanya Deep kesal membuka menutup makanan yang kosong.


"Bibi, bi Rika" teriak Deep.


"Iya tuan, ada apa tuan?" tanya bi Rika datang menghampiri Deep.


"Ada apa kamu bilang? kenapa gak ada makanan sama sekali hah? aku lapar, kenapa meja makan kosong gak ada makanan sama sekali? aku membayar mu untuk bekerja bukan untuk bermalas-malasan" bentak Deep.


"Maa-maaf tuan"


"Maaf-maaf, apa kamu pikir dengan kata maaf mu itu perut ku ini bisa kenyang hah?" tanya Deep kesal.


Bi Rika hanya menggelengkan kepalanya.


"Rasanya aku ingin sekali membunuhnya karena kecerobohannya itu, tapi jika aku membunuhnya, siapa orang yang akan membersihkan rumahku? tidak akan adalagi yang akan membuatkan ku makanan, hm ya sudahlah aku lapar" batin Deep.


"Cepat buatkan aku makanan, aku lapar" ketus Deep.


"Baik tuan" kata bi Rika menganggukkan kepalanya.


Bi Rika mulai memasak makanan untuk Deep. Deep menunggu di meja makan sembari memainkan ponselnya.


Deep menawarkan hasil lukisannya ke situs penjualan lukisan online. Deep mengirimkan semua foto hasil lukisannya di platform itu. Tak butuh waktu yang lama banyak orang mengkomentari hasil lukisannya serta menanyakan berapa harga lukisannya.


Deep membuat story hasil lukisan terbarunya dengan judul "LUKISAN INI DILELANG!". Deep membuka harga awal sebesar satu milyar rupiah. Banyak orang yang mengirimkan pesan harga pada Deep. Deep membaca satu persatu pesan dari mereka untuk mencari harga mana yang ditawarkan paling tinggi. Lukisan terbarunya dihargai dengan harga paling tinggi yaitu dua puluh milyar rupiah. Deep yang tadinya kesal pun seketika merasa bahagia.


"Permisi tuan, ini makanannya" kata asisten rumah tangganya menaruh semua makanan diatas meja makan dan mengambilkan makanan di piring Deep.


"Makasih bi" kata Deep tersenyum menatap bi Rika.


"Sama-sama tuan, maafin bibi ya tuan, gara-gara bibi jadi tuan menunggu lama untuk makanannya" kata bi Rika menundukkan kepalanya.


"Iya gak apa-apa kok bi" kata Deep tersenyum menatap bi Rika.


"Kalau begitu saya permisi tuan" kata bi Rika tersenyum dan menundukkan sedikit tubuhnya.

__ADS_1


"Iya silakan bi" kata Deep tersenyum.


Suasana hati Deep kembali membaik karena melihat harga lukisannya yang fantastis itu.


__ADS_2