Pain Is Art

Pain Is Art
Psikopat Dijambret Maling


__ADS_3

Deep berjalan dengan mukanya yang memerah karena kesal oleh Zeline. Deep membacok setiap orang yang ia temui di jalan dengan menggunakan parang. Beberapa diantaranya ada yang terkena parang tepat di lehernya. Deep membacok mereka dengan ekspresi wajah datar dan meneteskan air mata karena teringat oleh Nora.


Deep yang tidak fokus berjalan akhirnya menjadi korban penjambretan. Pelaku penjambretan berlari ke sebuah gang kecil dan Deep pun mengejarnya. Deep melemparkan parang miliknya hingga mengenai leher belakang si maling. Si maling pun terjatuh dan sekarat. Deep pun berlari menghampirinya.


"Kamu pikir aku tidak akan bisa mengejar mu begitu? kamu merampok orang yang salah, kita sama-sama penjahat, bedanya kamu itu maling sedangkan aku pembunuh, kamu merampas barang milik seorang psikopat dan skizofrenia, kamu salah memilih korban, seharusnya kamu mencari orang lain bukan malah melakukan hal itu kepada ku, itu sama saja dengan kamu menawarkan dirimu sendiri untuk pergi ke alam baka, aku akan mengantarkan mu ke alam baka agar kamu tidak tersiksa menahan rasa sakit di leher mu itu dan agar kamu tidak menjadi seorang maling lagi, kalau kamu mati kan gak bakalan bisa maling lagi, benar gak?" tanya Deep tersenyum menatap maling yang sekarat.


Si maling mengulurkan perlahan tangannya dan berusaha menggapai tangan Deep.


"Ada apa? apa kamu pikir aku akan menolong mu? baiklah aku akan menolong mu, ayok ikut aku, ikut aku pulang ke rumah ku, nanti aku akan panggilkan malaikat maut untuk mu, oh tidak! tidak! maksud aku itu nanti aku akan panggilkan kamu dokter" kata Deep tersenyum membantu pria itu berdiri.


Deep menuntun pria itu dan membawanya ke dalam mobilnya. Deep mengunci pria itu di mobilnya dan membawa korban-korban yang tadi ia tebas di jalan. Si maling yang melihat Deep membawa banyak mayat membuat dia semakin ketakutan tapi tidak bisa berbicara karena saking sakitnya luka di leher belakangnya. Pria itu akhirnya memejamkan matanya agar tidak melihat mayat-mayat yang Deep bawa. Sesampainya di rumah Deep menyeret mereka satu persatu ke dalam kamar yang ada di ruang bawah tanah, terakhir Deep menuntun maling yang sekarang.


Deep mengajak maling itu ke kamarnya. Deep menunjukkan freezer yang ada di kamarnya kepada maling itu.

__ADS_1


"Lihatlah! itu adalah daging, kulit, dan tulang manusia yang telah aku potong-potong, oh iya satu lagi, ini adalah sirup, sirup yang terbuat dari darah manusia, coba kamu rasakan saja, rasanya sangat manis dan tidak berbau amis seperti darah" kata Deep mencekoki pria itu dengan sirup darah buatannya.


Sang pria ingin memuntahkannya, namun Deep mengancamnya dan akhirnya pria itu menelan sirup darah buatan Deep.


"Eh mau apa kamu? jangan dimuntahkan, telan saja sirup itu, rasanya enak kok, siapa tahu saja sirup itu bisa sedikit menghilangkan dahaga kamu" kata Deep tersenyum.


Pria itu menggelengkan kepalanya pertanda ia tidak ingin meminum sirup darah buatan Deep.


"Oh jadi kamu tidak mau menelannya" kata Deep mengeluarkan parang dan menempelkannya di dada pria itu.


"Bagaimana rasanya? enak bukan? aku sendiri yang membuat sirup itu, awalnya aku hanya seorang pelukis, hm pelukis dengan gangguan mental, aku dinyatakan oleh psikiater mengalami gangguan skizofrenia dan psikopat, tapi aku berlari dari ruang pemeriksaan dan tidak mau menjalani pengobatan ataupun mengkonsumsi obat-obatan itu, awalnya juga aku tidak bisa melukis dan aku juga bukan seorang pembunuh, tapi semenjak ada kucing liar yang masuk ke dalam rumah ku membuat kesal dan akhirnya membunuhnya, sejak aku di bully oleh teman-teman ku disitulah hasrat membunuh manusia muncul, dan aku membunuh manusia untuk aku jadikan patokan dalam melukis, tapi setelah aku lihat-lihat, jika aku hanya menjadikan mereka sebagai lukisan itu akan terbuang sia-sia, aku mencoba membuat semur daging dari daging manusia dan rasanya sangat enak, lalu aku mencoba membuat tulang dan kulit manusia sebagai makanan juga dan rasanya juga sangat enak, melihat banyak darah yang tercecer begitu saja, aku jadi teringat akan sirup coco pandan yang merah itu lho, makanya aku meracik darah menjadi sirup, dan rasanya sangat enak bukan?" tanya Deep tersenyum mendekatkan wajahnya kepada pria itu.


"K-kamu benar-benar sudah tidak waras" kata pria itu dengan suara pelan.

__ADS_1


"Apa? tidak waras katamu? jika aku tidak waras, lantas bagaimana dengan kamu? apakah dengan mencuri barang milik orang lain itu layak disebut sebagai orang waras hm? tentu saja tidak, kita sama-sama tidak waras, kita sama-sama penjahat, jangan sok suci kamu ya! jangan bertingkah seperti orang baik, karena tidak akan ada orang baik yang mencuri barang orang lain, berkacalah sebelum berbicara, ini aku ada kaca, ngaca deh coba" kata Deep memegang kaca ke arah pria itu.


Deep mengelilingi pria itu dengan membawa kacanya. Pria itupun melihat luka di belakang lehernya yang sangat dalam.


"Lihatlah! luka mu itu sangat dalam, tetapi mengapa kamu tidak juga mati ya? mengapa orang jahat memiliki usia yang panjang? kenapa orang jahat sulit mati? sedangkan orang baik lebih mudah untuk mati, apa kamu mempunyai ilmu? sehingga bisa bertahan selama itu" tanya Deep menatap pria itu.


Deep meninggalkan pria itu dan memecahkan kacanya. Deep mengambil pecahan-pecahan kaca itu dan menusukkan satu persatu pecahan kaca di tubuh pria itu. Deep menikam dada pria itu berulang kali dengan menggunakan pisau, akhirnya pria itu pun tewas.


"Kuat juga ya dia? bisa bertahan hidup selama itu dan baru bisa mati setelah dadanya berulang kali aku tusuk dengan menggunakan pisau, pasti jantungnya bolong deh, aku gak bisa pakai jantung dia dong buat stok makanan aku? akh ya sudahlah! masih banyak organ dalamnya yang bisa aku jadikan bahan makanan" kata Deep tersenyum sembari menyayat kulit pria itu.


Seperti biasa Deep psikopat memotong-motong tubuh korbannya. Deep yang merasa haus meminum sirup darah yang tadi ia berikan kepada pria itu.


"Sirup ini sangat manis rasanya, mengapa pria ini tidak menyukainya? apa yang salah dari sirup ini? hanya karena berbahan dasar darah manusia, ia jadi tidak menyukai sirup ini, padahal rasanya sangat enak, akh dasar pria bodoh! minuman seenaknya ini dia gak doyan" kata Deep menyeringai menatap pria yang tadi ia cekoki sirup dan sudah dalam bentuk menyeramkan karena Deep telah menyayat seluruh kulit tubuhnya.

__ADS_1


Setelah semua korbannya selesai, Deep menaruh potongan mereka ke dalam freezer serta membuat banyak sirup dari darah mereka. Deep melanjutkan kegiatannya dalam melukis. Tanpa ada rasa penyesalan sedikitpun terlihat dari matanya, justru Deep tersenyum bahagia saat melukis korban-korban barunya.


__ADS_2