
"Sial! kemana lagi perginya tuh mobil si James! gara-gara lampu merah dan mobil tadi kelamaan jalannya jadi gw ketinggalan mobilnya si James!" gerutu Deep memukul setir mobilnya.
Deep berbalik arah dan kembali ke pantai. Deep mengirimkan WhatsApp kepada pak Rudi.
"Pak, tolong ke bandara pesan tiket penerbangan ke Jakarta hari ini" notifikasi WhatsApp dari Deep untuk pak Rudi.
"Siap tuan!" balas pak Rudi.
"Gw ke bandara dulu ya" ucap pak Rudi pada rekannya.
"Mau ngapain ke bandara?" tanya bi Rika.
"Tuan Deep nyuruh beli tiket penerbangan Jakarta hari ini juga, kalian balik aja beres-beres, nanti langsung ke bandara aja, gw tunggu di bandara" ucap pak Rudi.
"Oke" jawab bi Rika.
Mereka pun kembali ke penginapan untuk merapihkan barang-barangnya.
"Tuan Deep, pak Zainal dan yang lain udah balik ke penginapan buat beres-beres barang mereka" notifikasi WhatsApp dari pak Rudi untuk Deep.
"Oke, saya otw penginapan"
"Baik tuan"
"Udah arah pantai jadi harus putar balik lagi deh ke penginapan hm!" gerutu Deep.
Setibanya di penginapan Deep berjalan dengan cepat dan tatapan mata dingin.
"Assalamualaikum" ucap Deep ketus dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Wa'alaikumsalam tuan" jawab bi Rika.
"Tuan, barang-barang tuan sudah bibi masukan ke dalam koper"
"Oh iya makasih ya bi, aku mau ke kamar mandi dulu"
"Oke tuan"
Deep mengambil ponsel di kantong celana belakangnya dan duduk di toilet. Deep membuka WhatsApp dan membaca pesan yang pak Rudi kirimkan.
"Assalamualaikum tuan, tiket penerbangan udah saya pesan dan penerbangannya jam tujuh"
"Wa'alaikumsalam, oke kita kesana sekarang"
"Baik tuan"
Deep keluar dari dalam toilet dan menghampiri bi Rika.
"Bi Rika, tadi kata pak Rudi penerbangannya jam tujuh, ini udah mau jam enam, kita berangkat sekarang aja, bilangin yang lain, saya tunggu di mobil" ucap Deep.
"Baik tuan"
Deep langsung meninggalkan kamar sedangkan bi Rika memanggil pak Rudi, pak Zainal, pak Panji, pak Farel, dan pak Jaka.
__ADS_1
"Eh ayok berangkat sekarang! penerbangan jam tujuh" ucap bi Rika mengetuk-ngetuk pintu kamar mereka.
Mereka pun keluar dari kamarnya dengan membawa tas masing-masing.
"Ayok cepetan! tuan Deep nunggu kita di mobil!" ucap bi Rika.
Mereka pun berjalan menuju lift dan memberikan kunci kamar mereka kepada petugas hotel.
"Tuan" ucap pak Panji mengetuk kaca mobilnya.
Deep memberikan isyarat padanya untuk masuk ke dalam mobil. Ketika semua masuk ke dalam mobil, pak Jaka langsung mengemudikan mobilnya.
Deep nampak sangat kesal dan terus melihat jam tangannya.
"Pak Jaka, bisa lebih cepat lagi gak bawa mobilnya?" tanya Deep.
"Baik tuan" jawab pak Jaka.
Deep teringat akan kulit, daging, tulang dan sirup yang ia kirimkan ke restorannya.
"Mas Data, apa bahan-bahan resto yang saya kirimkan sudah sampai?" tanya Deep.
"Sudah pak, sebagian sudah laku terjual" balas mas Data.
"Oke" jawab Deep.
"Untung aja udah langsung sampai ke restoran, kalau enggak mungkin udah membusuk, walaupun aku kehilangan rekan bisnis ku karena mereka mendadak keluar dari bisnis itu begitu saja, tapi setidaknya ada sesuatu yang mereka miliki yang bisa menguntungkan ku, semua orang yang mereka culik, dan juga Sam anak James dan Zellyn, sebenarnya anak itu tidak bersalah, karena dia tidak ikut bersama mereka pda saat itu, aku rasa dia juga gak tahu rencana orangtuanya, tapi jika aku lepaskan dia begitu saja, nanti akan membahayakan ku, I'm sorry Sam, aku tidak melakukan kesalahan apapun padamu, dan kamu pun tidak melakukan kesalahan apapun padaku, tapi orangtua mu dan teman-teman orangtua mu lah yang bersalah, jadinya kamu deh yang harus menerima hukumannya, kamu tenang saja Sam, aku sudah menusuk Andika berkali-kali, biar kamu tenang di alam sana, karena Andika juga bersalah, kamu bawa saja dia untuk ikut bersama mu Sam, ajak dia untuk mati" batin Deep dan tersenyum kecil.
"Tuan, tuan kenapa?" tanya pak Jaka menatap Deep.
"Kita sudah sampai di bandara tuan, lihat saja!"
"Ooh iya! ya udah ayok turun!"
"Iya tuan"
Deep turun duluan dan mengambil kopernya meninggalkan mereka. Mereka saling menatap satu sama lain dengan keanehan Deep.
"Tuan Deep kenapa sih?" tanya pak Panji.
"Entahlah! tadi gw lihat dia senyam-senyum sendiri" jawab pak Jaka.
"Tadi juga tuan Deep gak sadar kalau kita udah sampai di bandara" sambung pak Zainal.
"HEI! KALIAN INGIN TERUS MENGGOSIP DISANA HINGGA NANTI TERTINGGAL PESAWAT ATAU MASUK KE DALAM?" tanya Deep dengan nada tinggi dan kembali melanjutkan langkahnya.
"I-iya tuan" jawab pak Panji.
Mereka pun akhirnya masuk ke dalam.
"Pesawatnya udah ada tuan" ucap pak Rudi menghampiri Deep.
"Ya udah ayok!" jawab Deep.
__ADS_1
Mereka masuk ke dalam pesawat dan duduk di bangku yang telah mereka pesan.
"Pak Jaka duduk sama saya aja" pinta Deep.
"Baik tuan" jawab pak Jaka.
Bi Rika duduk dengan pak Zainal, pak Farel duduk dengan pak Rudi, sedangkan pak Panji duduk dengan penumpang lain.
Deep menggunakan airpods dan membuka aplikasi YouTube untuk menonton film.
Bi Rika terlihat risih dengan perlakuan pak Zainal yang tangannya terus berusaha untuk menempel ke tangannya. Seperti mempunyai Indra ke enam dan banyak mata, Deep menyadari dan langsung menoleh ke arah bi Rika dan pak Zainal. Deep mematikan video dan melepaskan airpods.
"Ini orang tidur apa enggak sih? gatel banget deh punya tangan! matanya merem, tangannya nempel-nempel, udah punya bini juga, masih aja gatel hm!" ucap bi Rika perlahan menatap pak Zainal dan berusaha menyingkirkan tangan pak Zainal yang sedari tadi aktif.
"Lah kok nongol? ada yang tegak tapi bukan keadilan" ucap bi Rika perlahan melihat ke arah sesuatu yang menonjol di pak Zainal.
Mendengar perkataan bi Rika membuat telinga Deep kembali aktif.
🗣️ "Lihatlah mereka! mereka terlihat sangat serasi bukan?"
🗣️ "Iya benar! mereka terlihat sangat serasi"
🗣️ "Iya, sama-sama gatal!"
🗣️ "Benar itu, keduanya sama-sama kotor!"
"Siapa kalian? pergi! jangan menggangguku!" pinta Deep terhadap suara yang ia dengan entah datang darimana sembari menutup kedua telinganya dengan tangannya.
🗣️ "Gimana kalau kamu bersihkan saja mereka?"
Deep melepaskan kedua tangannya dari telinganya dan terdiam sejenak.
"Bersihkan? bersihkan gimana maksud mu itu?" tanya Deep pada suara yang ia dengar.
🗣️ "Bunuh mereka berdua!"
🗣️ "Benar, bunuh saja pembantu dan anak buah mu itu!"
🗣️ "Kamu masih punya tiga anak buah, dan satu satpam, untuk pembantu, kamu bisa mencari pembantu baru bukan?"
🗣️ "Benar! untuk apa mempertahankan seseorang yang tidak layak untuk dipertahankan?"
"Apa kalian gila hah?" tanya Deep pada suara-suara yang ia dengar.
🗣️ "Cepat bunuh mereka Deep!"
🗣️ "Cepat bunuh pembantu dan anak buah mu itu!"
🗣️ "Hilangkan rasa kasian kepada seseorang yang sama sekali tidak layak untuk dipertahankan!"
🗣️ "Hilangkan rasa kasian saat membalaskan dendam mu itu Deep Akhtara!"
🗣️ "Kamu tidak punya siapa-siapa di dunia ini!
__ADS_1
🗣️ "Kamu tidak punya keluarga, teman, atau siapapun itu! kamu hanya hidup sendiri di dunia ini Deep! tidak ada seorang pun yang ada di samping mu!"
"Tidak! aku yakin Nora pasti akan kembali padaku, dia sudah berjanji untuk kembali lagi padaku!" kata Deep pada suara yang ia dengar.