
Deep mengambil ponselnya yang berada di saku celana sembari menunggu bi Rika di depan pintu toilet.
"Aku harus pergi dari sini, jika aku tidak secepatnya pergi dari sini, bisa saja nanti tuan Deep menghabisi nyawa ku, aku tidak ingin mati di tangannya, tapi lewat mana?" tanya bi Rika melihat ke sekelilingnya da ke atasnya.
Bi Rika melihat ada jendela kecil yang sepertinya muat untuk tubuhnya. Bi Rika menyalakan kran air agar Deep tidak mendengar apapun selain bunyi kran air. Bi Rika berusaha untuk membuka jendela itu dan berniat untuk kabur meninggalkan Deep.
"Tunggu! Kalau aku kabur kasian tuan Deep! Biar bagaimanapun juga kan tuan Deep menjadi tanggung jawab ku setelah tuan Dark dan nyonya Yasmin meninggal dunia, tuan Deep kan anak yatim piatu, jika aku pergi meninggalkannya, pasti tuan Deep akan merasa sangat kesepian, di usia mudanya, seharusnya tuan Deep masih bermain-main bersama anak sebayanya, tapi tuan Deep harus mencari bekerja dan mencari nafkah untuk makan dirinya sendiri dan juga membayar para anak buah tuan Dark dan juga aku, tidak! Aku tidak boleh pergi dari sini! jika memang tuan Deep berencana ingin membunuh ku, seharusnya ia sudah melakukannya sejak awal, tuan Deep tidak menyiksaku sama sekali, bahkan dia memberikan ku tempat tidur dan bantal ya walaupun aku harus tidur dengan tangan dan kaki terikat, tapi setidaknya tidak ada setetes darahku yang mengalir karena tuan Deep, aku yakin kok ini semua gak akan bertahan lama, tuan Deep tidak mungkin selamanya memperlakukan ku seperti ini, sepertinya ini hanya hukuman yang tidak berlangsung dalam waktu yang lama, aku tidak boleh kabur dari rumah ini, maafkan bibi tuan Dark! Maafkan bibi nyonya Yasmin! Maaf karena bibi berniat untuk pergi meninggalkan tuan Deep sendirian, bibi bingung harus apa tuan, nyonya! Maaf tuan Dark dan nyonya Yasmin, tapi tuan Deep adalah seorang psikopat, dan seseorang juga pasti akan merasa sangat cemas ketika terpaksa harus tinggal seatap dengan seorang pembunuh, tapi dulu tuan Dark juga pembunuh ya? Hm tuan Dark gak pernah nyakitin aku sama sekali, malah dia baik banget sama aku, ya walaupun di luar rumah tuan Dark termaksud orang yang ditakuti oleh banyak orang, tapi di dalam rumah dia sangat humoris dan penyayang pada tuan Deep dan nyonya Yasmin, sayangnya nyonya Yasmin selalu bersikap seenaknya saja dan sering menyakiti hati tuan Dark, tidak akan ada asap jika tidak ada api, tuan Dark tidak mungkin membunuh nyonya Yasmin jika nyonya Yasmin memperlakukan tuan Dark sama seperti perlakuan tuan Dark dan tuan Deep, maafkan bibi tuan!" ucap bi Rika meneteskan air matanya dan mengurungkan niatnya untuk kabur dari rumah Deep.
"Bi Rika" panggil Deep.
"Iya tuan" jawab bi Rika keluar dari kamar mandi.
"Kenapa lama sekali di dalam? apa bi Rika berniat untuk kabur dari rumah ini?"
"Hm ti-tidak tuan!"
__ADS_1
"Tidak? Jika memang tidak, mengapa kamu terbata-bata seperti itu menjawab pertanyaan ku? Seseorang akan gugup ketika menyembunyikan sesuatu, apa yang kamu sembunyikan dari ku?" tanya Deep mengangkat alisnya.
"Bibi berkata jujur tuan, tidak ada yang sedang bibi sembunyikan" jawab bi Rika mengeluarkan semua kantongnya.
"Hm oke baiklah!" jawab Deep.
"Tuan percayakan sama bibi?"
Deep menatap bi Rika dari atas hingga bawah dan melihat dalam kamar mandinya.
"Baik tuan!"
"Terlentang!" perintah Deep.
"Baik tuan!"
__ADS_1
Bi Rika tidur terlentang di kasur yang sudah Deep siapkan, Deep pun kembali merantai tangan dan kaki bi Rika, namun kali ini Deep tidak menutup mulut bi Rika lagi. Deep pergi ke kamarnya meninggalkan bi Rika dengan mulut yang tidak tertutup apapun. Bi Rika menoleh ke arah Deep dan terus menatapnya kebingungan, karena awalnya Deep menutup mulutnya.
"Benar dugaan ku! Jika tuan Deep adalah anak yang baik, dia hanya sedang marah padaku saat ini, bukan berniat untuk membunuh ku, walaupun aku sudah melakukan kesalahan, tapi tuan Deep hanya menghukum ku dan itu sudah sangat bagus, karena tuan Deep memilih gangguan kesehatan mental saat ini, hm semoga saja suatu saat dia dipertemukan dengan seseorang yang mampu merubahnya menjadi seseorang yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya, tapi apa ada wanita sehat yang mau menerima tuan Deep yang merupakan seorang psikopat kejam? semoga saja ada, biar tuan Deep tidak terlalu merasa kesepian, biar ada seseorang yang mewarnai kehidupannya kelak!" batin bi Rika tersenyum kecil meneteskan air matanya.
Deep merebahkan tubuhnya di atas ranjang sembari menarik nafas panjang, nampaknya ada sesuatu yang kini sedang mempengaruhinya.
Deep mengambil ponselnya dan melihat fotonya bersama dengan Nora ketika Nora masih berada di sampingnya.
"Aku merindukanmu Nora, apa kamu tidak merindukanku? Apa benar yang dia katakan? Nora, kamu tidak mungkin melupakan ku kan di sana?" tanya Deep menatap foto yang ada di ponselnya.
"Tidak mungkin? Apa kamu sangat yakin Deep Akhtara? Seseorang tidak akan mampu mencintai selama itu dengan jarak yang jauh, jika ada yang dekat, mengapa harus memikirkan yang jauh? Gunakanlah logika mu itu Deep Akhtara! Kamu mempunyai banyak rencana untuk membunuhku, Dhruv dengan yang lain, Nora juga pasti punya banyak rencana untuk pergi meninggalkan mu Deep Akhtara! Itupun jika memang kalian berjodoh, kan katanya jodoh adalah cerminan dari diri kita sendiri, Nora terlalu baik untuk pembunuh sepertimu! Nora pantas mendapatkan laki-laki baik, dan bukan laki-laki seperti mu Deep Akhtara! Kasian sekali kamu ya! Sudah hidup sebatang kara, masih saja berharap sesuatu hal yang tidak akan pernah mungkin terjadi! Berharap memeluk bulan padahal kamu ada di daratan bumi, tidak berada di atas langit sana, berharap menggapai bintang dengan banyaknya kekurangan, ya memang sih katanya jodoh juga diciptakan sebagai pelengkap dan penutup kekurangan kita, tapi kekurangan kamu terlalu banyak, sedangkan kelebihan Nora terlalu banyak, kalian tidak akan mungkin bisa saling memiliki satu sama lain, kuburkan cintamu itu dalam-dalam Deep Akhtara! mau sampai kapan kamu mengharapkan sesuatu yang tidak akan pernah mungkin bisa menjadi milik mu hm? Bodoh sekali ya kamu Deep! Pantas saja Nora, dan keluarga mu semuanya pergi meninggalkan mu! Karena orang sehat tidak akan mungkin mau menerima orang dengan gangguan kesehatan mental seperti kamu Deep Akhtara! sadarlah!" hina Zorya.
"Pergi kamu Zorya! Aku tidak ingin berbicara dengan hantu tidak beradab seperti mu!" usir Deep.
Zorya tersenyum kecil dan menggeleng-gelengkan kepalanya lalu seketika menghilang.
__ADS_1