
Deep masuk terlebih dahulu ke dalam rumahnya. Jane berjalan di belakang Deep diikuti dengan Prim, Becky, Rima yang berjalan di sampingnya. Acha masih terdiam di depan rumah Deep. Acha menghentikan Jane dengan memegang tangannya, Jane yang berhenti berjalan sontak membuat Prim, Becky, dan Rima menghentikan langkahnya. Mereka berempat menoleh ke arah Acha yang masih melihat-lihat rumah Deep.
"Kenapa?" tanya Jane.
"Jangan masuk please!" ucap Acha pelan sembari menggelengkan kepalanya.
"Ada apa sih Cha?" tanya Jane.
"Lu percaya kalau dia orang baik?" tanya Acha.
"Ya emang kenapa sih? niat dia kan baik mau bantuin kita, udahlah jangan nethink terus jadi orang!"
"Hm kalau dipikir-pikir kata Jane bener deh Cha! mau sampai kapan kita ada di sana coba? hp kita juga kan gak dapat sinyal, mobil kita mati, terus kita harus nungguin ada orang lewat sini gitu buat minta pertolongan? apa ada orang yang berani masuk ke dalam sini? kalaupun ada, apa orang itu mau nolongin kita semua buat ke luar dari tempat ini? daripada terlantar gak jelas di depan sana, mending kita masuk ke dalam rumah dia, kayaknya kalau dilihat-lihat nih itu cowok orang yang baik!" ucap Prim.
"Orang baik mana yang mau tinggal sendirian di tempat seperti ini? emang lu gak lihat apa sekelilingnya? ini itu daerah mati! gak ada satupun orang yang tinggal di sini selain dia, menurut lu orang baik bisa tinggal sendirian gitu di sini? kalau gak buronan ya ..."
"Ya apa?" tanya Prim.
"Psiko"
"Psikopat?" tanya Prim.
"Iya"
"Haduh! kebanyakan nonton film psikopat sih lu! makanya jadi dikit-dikit psikopat! ya bisa aja dia introvert kan, atau lagi pengobatan, om gw aja pengobatan harus di tempat asri katanya, makanya dia bangun rumah di desa, terus sederetan cuma ada rumah dia doang, udahlah Cha! jangan nethink terus jadi orang!" ucap Jane.
"Hm bener juga sih kata si Jane, ya bisa aja sih dia introvert atau lagi dalam masa pengobatan, makanya dia milih tinggal di tempat ini, biar bisa menenangkan diri" sambung Rima.
"Kedua pemikiran itu benar adanya, namun tidak semuanya, ya aku memanglah seorang psikopat, bisa dibilang buronan juga karena aku tertangkap saat sedang menguliti tubuh kepala sekolah, hm untuk pengobatan, ya memang seharusnya aku berada di dalam rumah sakit jiwa, namun aku melarikan diri dan aku juga membunuh para petugas di rumah sakit jiwa itu, lalu aku tinggal di rumah ini, aku membangun rumah ini, karena aku suka tempatnya yang jauh dari keramaian, tapi tetap saja ada seseorang yang memasuki tempat ini, walaupun terkesan menyeramkan, aku membunuh semua orang yang memasuki kawasan ini, karena ini adalah wilayah ku, tidak boleh ada orang yang melintas di i wilayah ku!, tapi kalian tenang saja, aku menyukai salah satu dari kalian, mungkin aku tidak membunuh kalian semua, atau ya aku akan membunuh salah satu dari kalian yaitu kamu! kamu yang mengatakan pada teman-teman mu jika aku ini adalah seorang psikopat, dan buronan, kedua pernyataan mu itu memang benar, tapi aku tidak suka ada seseorang yang memperjelas lagi suatu fakta yang ada! kamu akan menjadi target pertamaku, entah siapa namamu itu aku tidak peduli! yang aku pedulikan adalah mengapa kamu menghasut teman-teman mu itu? awalnya aku hanya berniat membantu kalian karena aku tertarik padanya, tapi kamu datang sebagai benalu dan parasit yang merusak suasana hatiku!" batin Deep menatap Acha tajam.
"Lihat! dia menatap kita tajam! apa coba maksudnya!" ucap Acha menunjuk Deep.
__ADS_1
Deep langsung segera merubah tatapan matanya menjadi hangat dan bersahabat.
"Mana sih Cha? dia natapnya biasa aja kayak gitu juga!" ucap Rima.
"Ada apa? kenapa kalian tidak ingin masuk ke dalam rumah ku? tenang saja! aku tidak berniat jahat pada kalian! aku hanya berniat untuk membantu kalian saja, tidak lebih dari itu, jika kalian tidak percaya padaku, baiklah, kalian bisa menunggu di depan mobil kalian sampai ada seseorang yang melintasi jalan ini untuk meminta pertolongan, tapi selama aku di sini, jarang sekali ada orang melintas, ya paling ada seperti kalian gitu, vlogger, kalau masyarakat sekitar, aku gak pernah ketemu sih" ucap Deep.
"Tuh lu denger gak? apa lu mau kita diam saja menunggu entah sampai kapan di sana?" tanya Jane menatap Acha yang terlihat tidak suka dengan Deep.
"Hm maaf ya, Acha emang suka nethink orangnya!" ucap Jane tersenyum kecil menatap Deep lalu menatap Acha.
"Iya gak apa-apa kok, ya udah kalian mau masuk ke dalam atau tetap di depan pagar? atau justru mau nunggu di depan mobil kalian? aku sih terserah kalian aja, ya niatku baik kok, cuma mau bantuin kalian aja" ucap Deep tersenyum kecil.
"Hm iya" jawab Jane tersenyum kecil.
Deep tersenyum kecil menatap mereka sembari menggeleng-gelengkan kepala lalu berjalan masuk.
"Jangan lupa tutup pintunya ya!" pinta Deep.
"Udah ayok!" ajak Jane menarik tangan Acha.
Rima pun menutup pintu pagar Deep.
Mereka pun masuk ke dalam kediaman Deep.
"Ini sederet ada lima kamar kosong, bisa buat kalian satu-satu, terserah kalian saja mau di mana!" ucap Deep tersenyum kecil menatap mereka.
"Kita satu kamar aja rame-rame!" jawab Acha.
"Lah emang muat?" tanya Becky.
Teman-temannya pun sontak menatap Becky.
__ADS_1
"Muat gak muat yang penting kita harus tetap bareng!" ucap Acha.
"Hm, ya udah iya!" bisik Jane.
"Hm kita satu kamar aja deh!" ucap Jane tersenyum menatap Deep.
"Hm oke! kalau itu mau kalian ya terserah aja, kalian istirahat aja dulu di dalam, biar aku siapkan makanan dulu untuk kalian, pasti kalian lelah kan habis menyusuri jalan sepi ini?" tanya Deep tersenyum.
"Hm iya!" jawab Jane malu-malu kucing.
Acha nampak sangat risih melihat teman-temannya yang lebih mempercayai Deep daripada dirinya.
Deep pun menyiapkan makanan seadanya untuk mereka, karena ia yang baru saja menempati rumah itu. Deep menyiapkan kentang goreng sebagai pengganti nasi karena ia belum sempat untuk memasak nasi. Deep menyiapkan kentang goreng dan nugget yang ia simpan di dalam freezer yang kebetulan belum kadaluarsa.
Deep memanggil Jane dan teman-temannya untuk makan bersamanya di bawah.
Deep mengetuk pintu kamar mereka untuk mengajak mereka makan bersama. Jane pun membukakan pintu kamarnya.
"Ada apa?" tanya Jane.
"Makanannya udah siap, kalian gak mau makan dulu sama aku di bawah?" tanya Deep.
"Hm tunggu sebentar ya!" ucap Jane tersenyum kecil.
"Itu cowok ngajakin kita makan, katanya makanannya udah matang!" ucap Jane pada teman-temannya.
"Ya udah ayok makan!" ucap Rima yang langsung bangun dari tempat tidur.
"Asik! makan gratis!" antusias Becky tersenyum sembari menepuk-nepuk tangannya.
Acha nampak masih teguh pada pendiriannya yang tidak ingin mempercayai Deep Akhtara.
__ADS_1
Jane pun menarik tangan Acha dan mereka pun mengikuti Deep untuk makan bersama.